diare

Ditulis oleh Nenk
Pada tanggal 27 December 2008

A. PENGERTIAN

Diare adalah: BAB lebih dari tiga dengan konsistensi cair (WHO, 1992)

Diare adalah buang air besar konsistensi lembek /cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya ( biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari). Jenis diare sbb :

  1. Menurut perjalanan penyakit :

    1. . Akut : jika kurang dari 1 minggu

    2. . Berkepanjangan : jika antara 1 minggu sampai 14 hari

    3. . Kronis : jika > 14 hari dan disebabkan oleh non infeksi

    4. . Persisten : Jika >14 hari dan disebabkan oleh infeksi

  2. Menurut patofisiologi :

    1. . Gangguan absorbsi

    2. . Gangguan sekresi

    3. . Gangguan osmotik

  3. Menurut penyebab :

    1. . Infeksi : Virus, bakteri, parasit,jamur

    2. . Konstitusi

    3. . Malabsorbsi

  4. Diare dengan masalah lain. Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain, seperti : demam, gangguan gizi atau penyakit lainnya..

B. Penyebab diare

Penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor:

1. Infeksi

  1. Infeksi entral : ialah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare pada anak meliputi infeksi interal sebagai berkut :

            1. Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri, Yersenia, Aerromonas dan sebagainya..

            2. Infeksi virus : Entro virus, adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll.

            3. Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur.

  1. Infeksi Parentral ialah ineksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis media akut (OMA) tonsillitis/ Tonsiloparingitis, bronkhopnemonia , encepalitis dsb. Keadaan ini terutama tedapat pada anak kurang dari 2 tahun

2. Faktor Malabsorsi

a. Malabsorisi karbohidrat

b. Malabsorsi lemak

c. Malabsorsi Protein

3. Faktor makanan: Makanan basi, beracun alergi terhadap makanan.

4. Psikologis : rasa takut dan cemas

Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:

  • Tidak memadainya penyediaan air bersih

  • Air tercemar oleh tinja

  • Pembuangan tinja yang tidak hygienis

  • Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek

  • Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya

  • Penghentian ASI yang terlalu dini

C. Patogenesis

Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah:

1. Gangguan osmotic

Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkanya sehingga timbul diare.

2. Gangguan sekresi

Akibat rangsang tertentu ( Misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit kedalam rongga usus selanjutnya timbul diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus

3. Gangguan motalitas usus

Hiperpristaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makan seingga timbul diare. Sebaliknya bila pristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan selanjutnya timbul diare pula.

Faktor penyakit / toksik ( misal toksin E. Coli )

Peningkatan peristaltik usus Peningkatan cairan intraluminar

Passase usus meningkat

Waktu henti makanan menurun frekwensi BAB meningkat

( Resiko Infeksi )

( Resiko kerusakan integritas kulit )

Penyerapan makanan, elektrolit terganggu pengeluaran cairan meningkat

Ketidak seimbangan cairan

Ketidakseimbagan nutrisi kurang

Resiko Hipo/hipertermi

Resiko Hipe/hipernatremi

Resiko Hipo/hiperkalemi

Asidosis Metabolik

Gambaran Klinik

Mula-mula pasien cengen gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat nafsu makan berkurang atau tidak ada kemudian timbul diare. Tinja cair mungkin disertai ledir atau lendir dan darah. Warna tinja makin lama berubah kehijau-hijauan karena bercampur dengan empedu. Anus dan sekitarnya timbul lecet karena sering defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat makin banyak asam laktat yang berasal dari laktose yang tidak diabsorbsi oleh usus selama diare.

Gejala muntah sebelum dan sesudah diare dan dapat menyebabkan lambung juga turut meradang, atau akibat gangguan asam basa dan elektrolit. Timbul dehidrasi akibat kebanyakan kehilangan cairan dan elektrolit . Gejala dehidrasi mulai nampak yaitu berat badan menurun turgor berkurang mata dan ubun-ubun besar menjadi cekung ( pada bayi), selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. Akibat dehidrasi diuresis berkurang ( oliguri sampai anuri). Bila sudah asidosis metabolis pasien akan tampak pucat dengan pernapasan cepat dan dalam (kussmaul). Asidosis metabolisme karena:

1. Kehilangan NaCO3 melalui tinja diare

2. Ketosis kelaparan

3. Produk- produk metabolik

4. Berpindahnya ion natrium dari cairan intra sel ke ekstrasel

5. Penimbunan laktat ( anoksia jaringan )

D. KOMPLIKASI

Akibat diare, kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut:

    1. Dehidrasi ( Ringan, berat hipotenik, isotonik hipertonik)

    2. Renjatan hipovolemik

    3. Hipoglikemi

    4. Intoleransi sekunder akibat kerusakan filimukosa usus dan defisiensi enzim laktase

    5. Hipokalemia

    6. Kejang terjadi akibat dehidrasi hipertonik

    7. Malnutrisi energi proteiN.

CARA MENILAI DEHIDRASI (WHO, 1992)

GEJALA DAN TANDA

TAK DEHIDRASI

DEHIDRASI TAK BERAT

DEHIDRASI BERAT

1. Keadaan Umum Baik Rewel, gelisah, lemah. Apatis, tidak sadar
2. Mata Tidak cekung Cekung & kering Sangat cekung,
3. Air Mata Jika menangis masih ada Jika menangis tidak ada Jika menangis tidak ada
4. Bibir Tidak kering Kering Sangat kering
5. Rasa Haus Tidak merasa haus Haus sekali, jika diberi minum rakus. Tidak bisa minum
6. Cubitan Kulit Jika dicubit cepat kembali Jika dicubit kembali lambat dicubit kembali sangat lambat.

E. PRINSIP PENATALAKSANAAN DIARE

  1. Mencegah terjadinya dehidrasi

  2. Mengobati Dehidrasi

  3. Memberi makanan

  4. Mengobati masalah lain

CARA MELAKUKAN REHIDRASI

DERAJAT

DEHIDRASI

KELOMPOK USIA

JENIS CAIRAN

VOLUME ml/kg BB

WAKTU

RINGAN Semua kelompok Oral 50 Tiap 4 jam
SEDANG Semua kelompok Oral 70 Tiap 4 jam
BERAT Anak Intra vena 70 Tiap 3 jam
BERAT dan SYOK Semua kelompok Intra vena 70 – 100 Tiap 4 jam

F. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL

  1. Ketidakseimbangan volume cairan kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kehilangan cairan melalui diare dan intake yang tidak adekuat

  2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningakatan peristaltik usus yang menyebabkan waktu penyerapan menurun

  3. Resiko infeksi

  4. Ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan kehilangan elektrolit melalui tinja / diare

  5. PK : Hipo/hipernatremi

  6. PK : Hipe/hiperkalemi

  7. Resiko kerusakan intergritas kluit

  8. PK : Asidosis Metabolik




FBTW DGRDSUDLBLTCGOMSMX


Kategori: info penyakit
Tag: ,


RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post

Orang lain datang ke halaman ini melalui kata kunci: jenis diare, patogenesis bakteri e coli, askep herpes, gangguan penyerapan nutrisi, dampak jamur di usus, patofisiologi dehidrasi, mekanisme dari infeksi virus bakteri jamur dan penyakit, strategi pelaksanaan cairan elektrolit, Resiko ketidakseimbangan volume cairan, Resiko ketidak seimbangan volume cairan, askep ketidakseimbangan energi, gambaran penatalaksanaan diare, Diare Jamur, patogenesis parasit, perjalanan penyakit diare, proses terjadinya hipertonik, penyebab diare pada bayi, hubungan infeksi jamur dengan diare, patogenesis mata cekung pada pasien dehidrasi, patogenesis jamur, patogenesis penyakit diare, patofisiologi diare, patofisiologi gangguan nutrisi adalah, diagnosa absorbsi, pengertian hipertonik, diare, infeksi parasit pada makanan