Gejala khas DM :
Poliuria
Polidipsi
Polifagia
BB menurun cepat tanpa penyebab yang jelas
Gejala tidak khas :
Kesemutan
Gatal di daerah genital
Infeksi yang sulit sembuh
Bisul yang hilang timbul
Penglihatan kabur
Cepat lelah
Mudah mengantuk, dll
Faktor resiko DM :
Kegemukan (BB > BB idaman atau IMT > 25 kg/m2)
Hipertensi (TD > 140/90 mmHg)
Riwayat keluarga DM
Riwayat melahirka bayi dgn BB > 4000 gram
Riwayat DM pada kehamilan (DM gestasional)
Riwayat TGT atau GDPT
Penderita PJK, TBC,hipertiroidisme
Kadar lipid abnormal (Cholesterol HDL < 35 mg/dl dan atau trigliserida > 250 mg/dl)
KLASIFIKASI DIABETES MELITUS
1. DM Tipe 1 :
Defisiensi Insulin absolud akibat dekstruksi sel beta
Penyebab autoimmun, idiopatik
2. DM Tipe 2 :
Defisiensi insulin relatif
Disebabkan karena defek sekresi insulin lebih dominan daripada resistensi insulin dan resistensi insulin lebih dominan daripada defek sekresi insulin
Dibedakan menjadi tipe gemuk dan tidak gemuk
3. DM Tipe lain :
a. Defek genetik fungsi sel beta :
Maturity onset diabetes of young
Mutasi mitokrondria DNA 3243 dll
b. Penyakit eksokrin pankreas :
Pankreatitis
Pankreatektomi
c. Endokrinopati :
Cusing
Hipertiroidisme
Akromegali
d. Akibat obat :
Glukokortikoid
Hormon tiroid
e. Infeksi :
CMV
Rubella
f. Immunologi :
Antibodi anti insulin
g. Sindrom genetik lain :
Sindroma down, Kinefelter, Turner
4.DM Gestasional
KARAKTERISTIK DIABETES MELITUS
DM TIPE 1 :
a.Mudah terjadi ketoasidosis
b.Pengobatan tergantung insulin
c.Onset akut
d.Biasanya kurus
e.Berhubungan dengan HLA-DR3 dan DR4
f.Didapatkan islet cell antibody (ICA)
g.Riwayat keluarga DM positif 10 %
h.30-50 % kembar identik terkena
i.Biasanya pada umur muda
DM TIPE 2 :
a.Tidak mudah terjadi ketoasidosis
b.Pengobatan tidak harus tergantung insulin
c.Onset lambat
d.Gemuk atau tidak gemuk
e.Tidak berhubungan dengan HLA
f.Tida ada islet cell antibody (ICA)
g.Riwayat keluarga DM positif 30 %
h.+ 100 % kembar identik terkena
i.Biasanya > 45 tahun
Ketoasidosis Diabetik :
Klinis/riwayat DM sebelumnya, kesadaran menurun, nafas cepat dan dalam (kussmaul) serta tanda-tanda dehidrasi
Faktor pencetus : infeksi akut, infark miokard akut, stroke
Laboratorium :hiperglikemia (GD >250 mg/dl), asidosis metabolik (PH < 7,3, bikarbonat < 15 meq), ketosis (ketonemia dan atau ketonuria)
Hiperosmolar Non Ketotik (HONK) :
Riwayat penyakit sama seperti pada KAD (biasanya berusaha > 40 tahun)
Hiperglikemia disertai osmolaritas darah yang tinggi
Tanpa asidosis dan ketosis
KAD dan HONK
Perbandingan KAD dan HONK :
KAD HONK
Umur (tahun) < 40 > 40
Glukosa darah (mg/dl) > 250 > 600
Na serum (meq/dl) < 140 >140
K serum (meq/dl) / N Sering
Bikarbonat (meq/dl) N / Sering
Osmolaritas Bervariasi > 320
Rumus Osm = 2 (Na + K) + Glukosa (mg/dl) + Urea
18 6
Nilai normal : 275 –295 m Osm/L
PENGELOLAAN DIABETES MELITUS
1.Edukasi
2.Perencanaan makan
3.Latihan jasmani
4.Obat (bila diperlukan)
POKOK-POKOK EDUKASI
Sikap yang perlu diambil bila sedang sakit dan prosedur penanganan gawadt darurat
Pra-konsepsi, DM gestasional, kadar GD selama kehamilan dan faktor resiko yang mempengaruhinya
Komplikasi menahun : deteksi, cara pengobatan, pencegahan dan rehabilitasi
Pemeliharaan dan pemeriksaan gigi, kuku, kulitsecara teratur
Fasilitas kesehatan yang tersedia, asuransi kesehatan, instansi, organisasi, dan lembaga yang berhubungan dengan DM, mengenai fungsi, keuntungan dan tanggungjawabnya
Strategi perubahan perilaku, sasaran pengobatan, mengurangi faktor resiko dan membantu mengatasi / menyelesaikan masalah
PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI
Makanan dianjurkan seimbang dengan komposisi karbohidrat 60-70%, accelerator 10-15% dan lemak 20-25%
IMT = BB (kg)
TB (m2)
IMT normal wanita : 18,5 – 23,5 kg/m2
IMT normal Pria : 22,5 – 25 kg/m2
Status gizi :
BB idaman : (TB – 100) – 10 % à Rumus Broca
BB kurang : < 90 % BB idaman
BB normal : 90 - 110 % BB idaman
BB lebih : 110 - 120 % BB idaman
BB gemuk : > 120 % BB idaman
Kalori basal :
Laki-laki : BB idaman x 30 kalori / kg : ………… kalori
Wanita : BB idaman x 25 kalori / kg : ………… kalori
Koreksi / penyesuaian :
Umur > 40 tahun : – 5 % x kalori basal : -……….. kalori
Aktivitas ringan : + 10 % x kalori basal : +………. kalori
sedang : + 20 % x kalori basal
berat : + 30 % x kalori basal
BB gemuk : – 20 % x kalori basal : -………… kalori
lebih : – 10 % x kalori basal
kurang : + 20 % x kalori basal
Stres metabolik : + (10-30%) x kalori basal : +………. kalori
Hamil trimester I dan II : + 300 kalori
Hamil trimester III / laktasi : + 500 kalori
Total kebutuhan : ………… kalori
PRINSIP PEMBAGIAN PORSI MAKANAN
Disarankan porsi terbagi (3 porsi besar dan 3 porsi
kecil) :
1.Makan pagi – Makan selingan pagi
2.Makan siang – Makan selingan siang
3.Makan malam – Makan selingan malam
(terutama bagi yang menggunakan insulin kerja panjang)
LATIHAN JASMANI
Manfaat latihan jasmani :
Menurunkan kadar glukosa darah (mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin)
Menurunkan berat badan
Mencegah kegemukan
Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi aterogenik, gangguan lipid darah, peningkatan tekanan darah, hiperkoagulasi darah
Prinsip : Continuous, Rhytmic, Interval, Progressive, Endurance (CRIPE) :
Continuous : berkesinambungan, terus-menerus tanpa henti, misal 30 menit jogging tanpa henti
Rhytmic : berirama yaitu kontraksi dan relaksasi secara teratur (jalan kaki, jogging, berlari, berenang, bersepeda, mendayung. Main golf, tenis, atau badminton tidak memenuhi syarat karena banyak berhenti))
Interval : selang-seling antara gerak cepat dan lambat (jalan cepat diselingi jalan lambat, jogging diselingi jalan)
Progressive : bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30-60 menit
Sasaran Heart Rate : 75-85 % dari maksimum Heart Rate
Maksimum Heart Rate : 220-umur
Endurance : latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, seperti jalan (jalan santai/cepat, sesuai umur), jogging, berenang, dan bersepeda.
PENGELOLAAN DIABETES MELITUS
Jenis-jenis insulin :
Jenis
Awitan kerja (jam)
Puncak kerja (Jam)
Lama kerja (Jam)
Insulin kerja pendek
Insulin kerja menengah
Insulin kerja panjang
Insulin campuran
0,5 – 1
1 – 2
2
0,5 – 1
2 – 4
4 – 12
6 – 20
2 – 4 dan 6 – 12
5 – 8
8 – 24
18 – 36
8 – 24
Cara pemakaian Insulin :
Insulin kerja pendek/cepat :diberikan 15-30 menit sebelum makan
Insulin analog : diberikan sesaat sebelum makan
Insulin kerja menengah : 1-2 kali sehari, 15-30 menit sebelum makan
KOMPLIKASI AKUT DIABETES MELITUS
1. Hipoglikemia
Kadar glukosa darah < 60 mg/dl atau < 80 mg/dl dengan gejala klinis
Tanda klinis :
Stadium parasimpatik : lapar, mual, tekanan darah turun
Stadium gangguan otak ringan : lemah, lesu, sulit bicara, kesulitan menghitung sementara
Stadium simpatik : keringat dingin pada muka, bibir atau tangan gemetar
Stadium gangguan otak berat : tidak sadar dengan atau tanpa kejan
Pengelolaan hipoglikemia :
1. Stadium permulaan (sadar)
Gula murni 30 gram (2 sendok) atau sirop / permen gula murni dan makanan yang mengandung hidrat arang.
Stop obat hipoglikemia sementara, periksa glukosa darah sewaktu
2. Stadium lanjut (koma hipoglikemia)
D 40 % 2 flakon IV tiap 10-20 menit hingga pasien sadar
Infus D 10 % 6 wad per kolf
Bila belum teratasi, beri antagonis insulin seperti : adrenalin, kortison dosis tinggi, atau glukagon 1 mg IV / IM
Pemantauan glukosa darah


2 Responses to “Diabetes Mellitus (DM)”
By Norbani Mouren on Jan 25, 2011 | Reply
Esei yang menarik tp banyak penggunaan bahasa yg saya tidak faham…r u indonesian?a bit hard to understand ur language anyway i git more information..thanx a lot to u…:)
By Diabetes Melitus Anak on Oct 6, 2011 | Reply
situsnya bagus nih…… sering2 update yah jadi biar tambah bermanfaat
salam dari kami