Menangani Cacar Air pada Anak

Ditulis oleh Nenk
Pada tanggal 19 October 2009

Anak yang terkena penyakit cacar air pasti merasa tersiksa karena seluruh tubuh terasa gatal dan biasanya dilarang bermain dengan teman-temannya. Lalu bagaimana menangani anak yang terkena cacar air agar tidak menulari yang lain?

Penyakit cacar air adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus Varicella zoster. Biasanya anak yang terkena cacar air harus beristirahat total setidaknya 7 sampai 10 hari. Jika sedang sakit cacar air tubuh akan merasa panas dan diikuti oleh hidung yang ingusan.

Anak yang mengalami cacar air biasanya terdapat ruam yang dimulai dengan titik merah lalu menjadi seperti bisul dan bintik merah ini akan bertambah banyak pada hari berikutnya. Bintik-bintik merah ini bisa saja berada di bagian mulut sehingga membuat nafsu makan berkurang, menyebabkan gatal yang membuat penderita ingin menggaruknya serta seringkali diikuti dengan badan meriang dan sakit kepala.

Cacar air merupakan penyakit menular dan biasanya baru akan terlihat setelah 13 hari sampai 17 hari saat orang tertular cacar air. Biasanya penularannya melalui udara saat penderita sedang batuk atau bersin atau bisa juga setelah bersentuhan dengan bintik yang berair tersebut. Namun jika seseorang terkena cacar air saat masih anak-anak, masa penyembuhannya relatif lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa.

Jika salah satu anak Anda terkena cacar air sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini, seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (19/10/2009), yaitu:

1. Sebaiknya tetap berada di rumah dan jangan pergi ke sekolah dahulu selama 5 hari setelah muncul bintik pertama.
2. Usahakan mengonsumsi air yang banyak terutama air dingin.
3. Jika terdapat bintik di daerah mulut, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi es krim atau jeli.
4. Oleskan minyak atau krim yang dapat mengurangi rasa panas serta gatal, sehingga anak tidak mencoba untuk menggaruknya karena bisa bertambah parah dan menimbulkan bekas jika bintik tersebut digaruk.
5. Jika bintik tersebut sangat gatal dan membuat anak tidak bisa tidur, mintalah dokter untuk memberikan obat anti-histamin untuk membantu mengurangi rasa gatal.

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah sebisa mungkin mencegah anak menggaruk bintik tersebut dengan jarinya, karena bisa membuat bintik menjalar semakin banyak sehingga memperlama proses penyembuhannya. Serta usahakan jangan terlalu dekat dengan adik atau kakaknya, agar cacar air tersebut tidak menulari keduanya.




FBTW DGRDSUDLBLTCGOMSMX



RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post

Orang lain datang ke halaman ini melalui kata kunci: cacar air pada anak, askep varicella, cacar air pada bayi, obat cacar air untuk anak, askep varicella pada anak, obat cacar air, obat cacar air untuk bayi, varicella pada anak, askep cacar air pada anak, askep cacar air, cacar air pada anak-anak, Varicella pada bayi, asuhan keperawatan pada cacar air, ciri-ciri cacar air pada balita, etiologi penyakit varicella, asuhan keperawatan varicella, pengobatan cacar air pada anak, penyakit varicella pada anak, Obat cacar bayi, pengobatan cacar air anak, Cacar pada bayi, cacar pada anak, obat cacar air anak, cacar air pada orang dewasa, penyakit cacar pada bayi, cara cepat penyembuhan cacar pada bayi, cara cepat mengobati cacar