Terapi Jiwa Psikopuncture

Ditulis oleh Nenk
Pada tanggal 28 January 2010

Psychopuncture merupakan perpaduan ilmu dan seni pengobatan ala Timur dan Barat mengenai kesehatan tubuh dan kejiwaan manusia. Pemahaman terhadap diri sendiri merupakan gerbang terapi psychopuncture. Jika akupuntur (acupuncture) merupakan terapi tusukan jarum pada tubuh manusia, pada psychopuncture tak hanya tubuh yang mendapat “tusukan”, tetapi juga sukmanya.

Terapi psychopuncture merupakan perpaduan ilmu pengobatan China, India (ayurveda), dan psychoanalysis Freud dari Barat. Psychopuncture juga dimaksudkan tak sekadar untuk mengobati, tetapi juga mengantisipasi gangguan kesehatan jiwa dan fisik, terutama akibat ketidakseimbangan cara hidup manusia itu sendiri. Terapi psychopuncture selama ini dijalani banyak orang dengan beragam latar belakang masalah kesehatan fisik dan jiwa demi memaksimalkan kualitas kesehatannya. Mulai dari pecandu narkotika, alkoholik, penderita depresi, hingga konseling keluarga.

Diagnosis dilakukan dengan cara pasien diminta untuk memilih dua buah boneka dari sepuluh boneka yang dijejerkan di meja. Boneka-boneka tersebut terbuat dari kayu dengan berbagai ekspresi dan warna. Pasien diminta memilih boneka yang disukai kemudian boneka yang tidak disukai. pemilihan boneka kayu dilakukan dengan spontan tanpa waktu berpikir yang lama. Pemilihan boneka secara spontan merupakan refleksi dorongan alam bawah sadar pasien. Metode diagnosis tersebut dia sebut BEST-basic emotional structuring test atau tes struktur emosi dasar. Melalui metode tersebut dapat dipetakan hubungan yang saling terkait antara tubuh, pikiran, emosi, dan jiwa seseorang.

Pemilihan boneka yang disukai dan tidak disukai secara spontan tersebut merupakan pintu gerbang untuk mengenali karakter emosi, jiwa, pikiran, dan fisik pasien. Hal ini yang lalu dapat membantu pasien lebih memahami dan menyadari tentang dirinya sendiri. Sepuluh macam boneka tersebut sebenarnya merupakan formulasi dari sepuluh macam ekspresi manusia (dexa-physiognogram) yang merupakan skala dari sepuluh emosi dasar manusia (dexa-emotionogram) dan sepuluh aura manusia (dexa-aurogram).

Dari pemilihan tersebut, dapat dilihat struktur ego seseorang. setiap boneka memiliki jenis-jenis emosi tertentu, yang berkelindan dengan lima unsur (air, kayu, api, tanah dan logam) dalam keseimbangan yin dan yang. Pemilihan boneka yang disukai atau disebut boneka simpati merupakan cermin dari saint ego pasien. Sementara pemilihan boneka yang tidak disukai atau antipati merupakan cermin dari original ego pasien. Best ego tersebut berkembang selama fase Oedipus menurut psikoanalisis Freud, saat usia 5-7 tahun, misalnya ketika anak perempuan cenderung mengagumi ayahnya dan anak laki-laki mengagumi ibunya. Sementara original ego terbentuk sebelum masa Oedipus, yaitu usia antara 2-5 tahun. Original ego ini bisa disebut sebagai batang atau pokok (stem) dari bangunan pohon ego seseorang, sedangkan saint ego merupakan dahan (branch) dari pohon ego tersebut.

Sementara dari original ego, dapat diproyeksikan subego atau akar ego seseorang (terbentuk di usia 0-2 tahun) dan superego. Superego adalah ego yang mendominasi original ego seseorang, yang merupakan adaptasinya terhadap lingkungan, hasil dari suatu mekanisme pertahanan dalam rentang hidup seseorang. Ego tersebut berkembang pada masa usia 7-25 tahun dan berlangsung seterusnya sehingga juga disebut present ego atau ego terkini.

Melalui struktur bangunan ego yang telah terpetakan tersebut,Setelah pemilihan boneka yang memakan waktu sekitar lima menit, diagnosis struktur ego berlangsung sekitar 20 menit. Setelah itu, pasien diberi tusukan akupuntur pada titik-titik tertentu di tubuhnya sambil pasien diajak bermeditasi dengan tuntunan. Selama meditasi, akan diperdengarkan alunan musik tertentu yang cocok dengan karakteristik struktur ego pasien.

Setelah diagnosis dengan metode boneka tersebut, pasien akan diajak lebih mengenali dirinya. Gerakan-gerakan yoga tertentu, misalnya, bisa menjadi latihan yang direkomendasikan kepada pasien. Ada pula jenis makanan tertentu yang sebaiknya dikurangi atau dikonsumsi. Meditasi juga dapat rutin dilakukan, misalnya, pada pagi dan malam hari.

Iklan Sponsor



Post a Comment

Orang lain datang ke halaman ini melalui kata kunci: terapi lingkungan, terapi lingkungan pada pasien jiwa, terapi lingkungan dalam keperawatan jiwa, askep terapi lingkungan, jenis terapi lingkungan, terapi lingkungan pada gangguan jiwa, terapi okupasi pada lansia, konsep terapi lingkungan, terapi lingkungan keperawatan jiwa, pengertian terapi lingkungan, terapi lingkungan pad a jiwa