Atresia Bilier

Ditulis oleh Nenk
Pada tanggal 3 February 2010
DEFINISI
Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal.

Fungsi dari sistem empedu adalah membuang limbah metabolik dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus.
Pada atresia bilier terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

PENYEBAB
Atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun diluar hati. Tetapi penyebab terjadinya gangguan perkembangan saluran empedu ini tidak diketahui.
Atresia bilier ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran.
GEJALA
Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu berupa:
- air kemih bayi berwarna gelap
- tinja berwarna pucat
- kulit berwarna kuning
- berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan berlangsung lambat
- hati membesar.

Pada saat usia bayi mencapai 2-3 bulan, akan timbul gejala berikut:
- gangguan pertumbuhan
- gatal-gatal
- rewel
- tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan perut, hati teraba membesar.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  • Pemeriksaan darah (terdapat peningkatan kadar bilirubin)
  • USG perut
  • Rontgen perut (tampak hati membesar)
  • Kolangiogram
  • Biopsi hati
  • Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan).
  • PENGOBATAN
    Prosedur yang terbaik adalah mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus. Tetapi prosedur ini hanya mungkin dilakukan pada 5-10% penderita.

    Untuk melompati atresia bilier dan langsung menghubungkan hati dengan usus halus, dilakukan pembedahan yang disebut prosedur Kasai.
    Pembedahan akan berhasil jika dilakukan sebelum bayi berusia 8 minggu.
    Biasanya pembedahan ini hanya merupakan pengobatan sementara dan pada akhirnya perlu dilakukan pencangkokan hati.

    Sumber : www.medicastore.com




    FBTW DGRDSUDLBLTCGOMSMX



    RSS feed | Trackback URI

    Comments »

    No comments yet.

    Name (required)
    E-mail (required - never shown publicly)
    URI
    Your Comment (smaller size | larger size)
    You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

    Trackback responses to this post

    Orang lain datang ke halaman ini melalui kata kunci: askep atresia bilier, PENGERTIAN ATRESIA BILIER, patofisiologi atresia bilier, penyakit atresia billier, askep atresia bilier pada anak, tentang penyakit atresia billier, asuhan keperawatan atresia bilier 2009, pengertian atresia bilqis, patofisiologi atresia billier, askep anak dengan atresia bilier, Penyebab penyakit atresia billier, laporan pendahuluan laparotomi, patogenesis atresia bilier, nilai bilirubin pada atresia bilier, penatalaksanaan atresia bilier, patofis atresia bilier, pengertian atresia bilier (kerusakan hati), pengertian atresia billier, penyakit atresia bilier, arteri bilier, penyebab atresia billier, skripsi atresia bilier, Usg perut untuk lansia, laporan pendahuluan atrisia bilier 2009, Laporan pendahuluan Atresia bilier, dignosa keperawatan penyakit atresia saluran empedu, askep atresia, askep atresia billieri, askep atresia saluran empedu, ASKEP DENGAN ATRESIA BILIER, askep keperawatan anak dengan atresia blier, askep pada anak dengan atresia bilier, asuhan keperawatan anak dengan atresia bilier, asuhan keperawatan atresia bilier, atresia bilier, atresia bilier dan asuhan keperawatannya, ATRESIA BILIER LENTERA BIRU, atresia bilier patofisiology, atrisia bilier, cara mengobati atresia bilier, definisi atesia bilier, definisi penyakit atresia bilier, diagnosa keperawatan pada atresia bilier, arti atresia bilier?