Hipertermia

Ditulis oleh Nenk
Pada tanggal 7 April 2011

Definisi : suhu tubuh naik diatas rentang normal

Batasan Karakteristik:

  • kenaikan suhu tubuh diatas rentang normal
  • serangan atau konvulsi (kejang)
  • kulit kemerahan
  • pertambahan RR
  • takikardi
  • saat disentuh tangan terasa hangat

Faktor faktor yang berhubungan :

-          penyakit/ trauma

-          peningkatan metabolisme

-          aktivitas yang berlebih

-          pengaruh medikasi/anastesi

-          ketidakmampuan/penurunan kemampuan untuk berkeringat

-          terpapar dilingkungan panas

-          dehidrasi

-          pakaian yang tidak tepat

NOC : Thermoregulation

Kriteria Hasil :

-  Suhu tubuh dalam rentang normal

-  Nadi dan RR dalam rentang normal

-  Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing, merasa nyaman

NIC :

Fever Treatment

  • Monitor suhu sesering mungkin
  • Monitor IWL
  • Monitor warna dan suhu kulit
  • Monitor tekanan darah, nadi dan RR
  • Monitor penurunan tingkat kesadaran
  • Monitor WBC, Hb, dan Hct
  • Monitor intake dan output
  • Berikan anti piretik
  • Berikan pengobatan untuk mengatasi penyebab demam
  • Selimuti pasien
  • Lakukan tapid sponge
  • Berikan cairan intravena
  • Kompres pasien pada lipat paha dan aksila
  • Tingkatkan sirkulasi udara
  • Berikan pengobatan untuk mencegah terjadinya menggigil

Temperature regulation

  • Monitor suhu minimal tiap 2 jam
  • Rencanakan monitoring suhu secara kontinyu
  • Monitor TD, nadi, dan RR
  • Monitor warna dan suhu kulit
  • Monitor tanda-tanda hipertermi dan hipotermi
  • Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
  • Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya kehangatan tubuh
  • Ajarkan pada pasien cara mencegah keletihan akibat panas
  • Diskusikan tentang pentingnya pengaturan suhu dan kemungkinan efek negatif dari kedinginan
  • Beritahukan tentang indikasi terjadinya keletihan dan penanganan emergency yang diperlukan
  • Ajarkan indikasi dari hipotermi dan penanganan yang diperlukan
  • Berikan anti piretik jika perlu

Vital sign Monitoring

  • Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
  • Catat adanya fluktuasi tekanan darah
  • Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
  • Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
  • Monitor TD, nadi, RR, sebelum, selama, dan setelah aktivitas
  • Monitor kualitas dari nadi
  • Monitor frekuensi dan irama pernapasan
  • Monitor suara paru
  • Monitor pola pernapasan abnormal
  • Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
  • Monitor sianosis perifer
  • Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
  • Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign
Iklan Sponsor



Post a Comment

Orang lain datang ke halaman ini melalui kata kunci: hipertermia, lp hipertermi, etiologi hipertermi, patofisiologi hipertermia, intervensi hipertermi, fisiologi pada hipertermi, lp hiperthermi, lp hipotermi, pengertian hipertermi dan hipotermi, devinisi hipertermi, hipertermia patofisiologi