<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; Fisiologi</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/category/fisiologi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>PEMERIKSAAN LEOPOLD</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/02/pemeriksaan-leopold.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/02/pemeriksaan-leopold.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 12:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[ANC]]></category>
		<category><![CDATA[arti fundus dalam ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[denyut jantung janin]]></category>
		<category><![CDATA[leopold]]></category>
		<category><![CDATA[pelvimetri. tinggi fundus uteri]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan leopold]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan leopold pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi bayi]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi bokong]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi kepala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu pemeriksaan yang dilakukan saat Ante Natal Care adalah pemeriksaan Leopold. Pemeriksaan ini terdiri dari 4 tindakan yang masing-masing dilakukan untuk mengetahui presentasi bayi dalam rahim. Berikut dijelaskan gerakan-gerakan yang dilakukan saat pemeriksaan Leopold : A. Leopold I Mengetahui letak presentasi kepala dan bokong. - menghadap ke kepala pasien gunakan ujung jari kedua tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu pemeriksaan yang dilakukan saat <a href="http://www.lenterabiru.com/2010/01/antenatal-care.htm">Ante Natal Care</a> adalah pemeriksaan Leopold. Pemeriksaan ini terdiri dari 4 tindakan yang masing-masing dilakukan untuk mengetahui presentasi bayi dalam rahim. Berikut dijelaskan gerakan-gerakan yang dilakukan saat pemeriksaan Leopold :</p>
<p>A. Leopold I<br />
Mengetahui letak presentasi kepala dan bokong.<br />
- menghadap ke kepala pasien gunakan ujung jari kedua tangan untuk mempalpasi fundus uteri.<br />
- apabila kepala janin teraba di bagian fundus, yang akan teraba adalah keras, <span id="more-208"></span>bulat dan mudah digerakkan dan &#8220;ballotable&#8221;.<br />
- apabila bokong janin teraba di bagian fundus, yang akan terasa adalah lembut, tidak beraturan, tidak rata, melingkar dan sulit digerakkan.<br />
B. Leopold II<br />
Maneuver ini untuk mengidentifikasi hubungan bagian tubuh janin ke depan, belakang atau sisi pelvis ibu.<br />
- menghadap ke kepala pasien, letakkan kedua tangan pada kedua sisi abdomen, pertahankan uterus dengan tangan yang satu dan palpasi sisi lain untuk menentukan lokasi punggung janin.<br />
- bagian punggung akan teraba jelas, rata, cembung, kaku/tidak dapat digerakkan. bagian-bagian kecil (tangan dan kaki) akan teraba kecil, bentuk / posisi tidak jelas dan menonjol, dan mungkin bisa bergerak pasif atau aktif.<br />
C. Leopold III<br />
Maneuver ini mengidentifikasikan bagian janin yang paling dekat dengan serviks. Bagian janin inilah yang pertama kali kontak dengan jari pada saat pemriksaan vagina, umumnya adalah kepala atau bokong. Langkah pemeriksaan :<br />
- letakkan tiga ujung jari kedua tangan pada kedua sisi abdomen pasien tepat diantara simphisis dan minta pasien untuk menarik nafas dan menghembuskannya. Pada saat pasien menghembuskan nafas, tekan jari tangan ke bawah secara perlahan dan dalam di sekitar bagian presentasi.<br />
D. Leopold IV<br />
Maneuver ini mengidentifikasi bagian terbesar dari ujung kepala janin yang dipalpasi di bagian sisi pelvis. Apabila posisi kepala fleksi ujung kepala adalah bagian depan kepala. Apabila posisi kepala ekstensi, ujung kepala adalah bagian oksiput. Langkah Pemriksaan :<br />
- menghadap ke longlegs pasien. Secara perlahan gerakkan jari tangan ke sisi bawah abdomen ke arah pelvis hingga ujung jari salah satu tangan menyentuh tulang terakhir. Inilah ujung kepala. Jika bagian ujung terletak di bagian yang berlawanan dengan punggung, ini adalah pundak bayi dan kepala pada posisi fleksi. Jika kepala pada posisi ekstensi, ujung kepala akan terletak pada bagian yang sama dengan punggung dan bagian oksiput menjadi ujung kepala.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/02/pemeriksaan-leopold.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleks-Refleks Bayi</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/02/refleks-refleks-bayi.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/02/refleks-refleks-bayi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 05:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[babinski]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[breathing]]></category>
		<category><![CDATA[eyeblink]]></category>
		<category><![CDATA[grasping]]></category>
		<category><![CDATA[jenis refleks pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam refleks pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian babinski reflek]]></category>
		<category><![CDATA[puppilary]]></category>
		<category><![CDATA[reflek bayi]]></category>
		<category><![CDATA[reflek pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[reflek primitif dan reflek perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[reflek-reflek pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Refleks]]></category>
		<category><![CDATA[refleks primitif pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[refleks-refleks pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[rooting]]></category>
		<category><![CDATA[sucking]]></category>
		<category><![CDATA[swallowing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[A. Refleks Mempertahankan Diri Breathing Reflex - menghirup dan menghembuskan nafas secara berulang-ulang - fungsi : menyediakan O2 dan membuang CO2 - permanen dalam kehidupan Eyeblink Reflex - menutup dan mengejapkan mata - fungsi : melingdungi mata dari cahaya dan benda-benda asing - permanen dalam kehidupan Puppilary Reflex - menyempitkan pupil mata terhadap cahaya terang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. 	Refleks Mempertahankan Diri<br />
Breathing Reflex<br />
- menghirup dan menghembuskan nafas secara berulang-ulang<br />
- fungsi : menyediakan O2 dan membuang CO2<br />
- permanen dalam kehidupan</p>
<p>Eyeblink Reflex<br />
- menutup dan mengejapkan mata<br />
- fungsi : melingdungi mata dari cahaya dan benda-benda asing<br />
- permanen dalam kehidupan</p>
<p>Puppilary Reflex<br />
- menyempitkan pupil mata terhadap cahaya terang, membesarkan pupil mata <span id="more-150"></span>terhadap lingkungan gelap.<br />
- fungsi : melindungi dari cahaya terang, menyesuaikan terhadap suasana gelap</p>
<p>Rooting Reflex<br />
- memalingkan pipi ke arah rangsangan sentuhan, pappa ibu, atau botol minuman<br />
- melemah perlahan-lahan setelah 6 bulan pertama kehidupan</p>
<p>Sucking Reflex<br />
- menghisap benda-benda yang didekatkan ke mulut, memungkinkan bayi memasukkan makanan<br />
- berubah perlahan-lahan setelah bulan-bulan pertama melalui pengalaman</p>
<p>Swallowing Reflex<br />
- menelan benda-benda yang didekatkan ke mulut, memungkinkan bayi memasukkan makanan<br />
- ada secara permainan tapi berubah sesuai pengalaman</p>
<p>B. 	Refleks Primitif / Subkortikal<br />
Babinski Reflex<br />
- jari-jari mencengkram ketika bagan bawah longlegs diusap, indikasi syaraf berkembang dengan normal<br />
- hilang setelah 8-12 bulan</p>
<p>Grasping Reflex<br />
- jari-jari tangan mencengkram benda-benda yang disentuhkan ke bayi, indikasi syafar berkembang normal<br />
- hilang setelah 3-4 bulan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/02/refleks-refleks-bayi.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antenatal Care</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/01/antenatal-care.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/01/antenatal-care.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 05:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[7 t bidan]]></category>
		<category><![CDATA[ANC]]></category>
		<category><![CDATA[anc adalah]]></category>
		<category><![CDATA[anc antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[anc bumil]]></category>
		<category><![CDATA[anc dan anemia]]></category>
		<category><![CDATA[anc hamil 7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[anc trimester 1]]></category>
		<category><![CDATA[anemia ibu hamil trisemester 1]]></category>
		<category><![CDATA[ante natal care]]></category>
		<category><![CDATA[antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[antenatal apa]]></category>
		<category><![CDATA[antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[antenatal care adalah]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu anc]]></category>
		<category><![CDATA[apa saja pemeriksaan penunjang dan bagaimana caranya pada pemeriksaan tumbuh kembang anak]]></category>
		<category><![CDATA[arti fundus]]></category>
		<category><![CDATA[askep anc]]></category>
		<category><![CDATA[askep antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[askep antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[askep dan trimester dan kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[askep ibu hamil fisiologis]]></category>
		<category><![CDATA[askep kehamilan pada trimester 1]]></category>
		<category><![CDATA[askep kehamilan trimester 3]]></category>
		<category><![CDATA[askep kehamilan trimester iii]]></category>
		<category><![CDATA[askep kehamilan trimester iii dan anemia]]></category>
		<category><![CDATA[askep pada ibu hamil normal trimester iii]]></category>
		<category><![CDATA[askep pada ibu hamil trimester 1 dengan penyakit anemia]]></category>
		<category><![CDATA[askep tentang prilaku kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[askep trimester 2 kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[askep trimester kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan kebidanan dan kehamilan trimester 1]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan ibu hamil trimester 3 dengan anemia]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan trimester 3]]></category>
		<category><![CDATA[cairan keluar bumil trimester 3]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri bayi intrauterine]]></category>
		<category><![CDATA[defenisi fundus]]></category>
		<category><![CDATA[definasi anemia semasa mengandung]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[definisi fundus]]></category>
		<category><![CDATA[definisi fundus uteri]]></category>
		<category><![CDATA[etiologi anc]]></category>
		<category><![CDATA[etiologi intranatal]]></category>
		<category><![CDATA[fisiologi fundus]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi anc]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 32minggu ibu dan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil 3 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi TT]]></category>
		<category><![CDATA[issue dan trend keperawatan maternity]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan normal pada trimester 2]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan antenatal care kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan anemia ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan anemia pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan ante natal care]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan askep persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan asuhan kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[macam fundus]]></category>
		<category><![CDATA[makalah pemeriksaan kehamilan dini]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan antenatal 7t]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan ibu hamil menurut 7t]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kesehatan ibu dan anak antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan 7 t dalam anc]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan anc]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan fisik antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan hmil normal]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kehamilan anc]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kehamilan menurut who]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kunjungan antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjang anemia]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjang delirium]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjang demensia]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjang kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjang pada kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjanganemia]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian anc]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian antenatal care]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian fundus]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian fundus uteri]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian imunisasi pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian pemeriksaan kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian pemeriksaan penunjang]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian trimester kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan anemia trimester 3 kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[periksa]]></category>
		<category><![CDATA[standar pelayanan 5t pada anc]]></category>
		<category><![CDATA[standar pelayanan antenatal]]></category>
		<category><![CDATA[start]]></category>
		<category><![CDATA[Tablet Fe]]></category>
		<category><![CDATA[Tekanan Darah]]></category>
		<category><![CDATA[TFU]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi fundus uteri dan umur kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan anc]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan asuhan kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan khusus anc]]></category>
		<category><![CDATA[umur kehamilan dari tinggi fundus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Definisi ANC adalah pemeriksaan/pengawasan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar. Tujuan ANC 1. Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. 2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi<br />
ANC adalah pemeriksaan/pengawasan antenatal adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan ASI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar.</p>
<p>Tujuan ANC<br />
1. 	Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.<br />
2. 	Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu.<br />
3. 	Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan, komplikasi <span id="more-148"></span>yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.<br />
4. 	Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengans elamat ibu dan bayinya dengan trauma seminimal mungkin.<br />
5. 	Mempersiapkan Ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.<br />
6. 	Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.</p>
<p>Kebijaksaan Program<br />
Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :<br />
1 kali pada trimester I<br />
1 kali pada trimester II<br />
2 kali pada trimester III<br />
Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid.<br />
Kunjungan ANC yang saint adalah :<br />
- setiap bulan sampai umur kehamilan 28 minggu<br />
- setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 32 minggu<br />
- setiap 1 minggu sejak kehamilan 32 minggu sampai terjadi kelahiran.<br />
Pemeriksaan khusus jika ada keluhan tertentu.</p>
<p>Pelayanan Asuhan Standar Minimal &#8220;7T&#8221;<br />
1. 	Timbang berat badan<br />
2. 	Tekanan Darah<br />
3. 	Tinggi Fundus Uteri (TFU)<br />
4. 	TT lengkap (imunisasi)<br />
5. 	Tablet Fe minimal 90 paper selama kehamilan<br />
6. 	Tengok / periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai ujung kaki<br />
7. 	Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan</p>
<p>Konsep Pemeriksaan Kehamilan<br />
1. 	Anamnesa<br />
2. 	Pemeriksaan<br />
- Pemeriksaan Umum<br />
- Pemeriksaan khusus obstetri<br />
- Pemeriksaan penunjang<br />
3. 	Diagnosis / kesimpulan<br />
4. 	Diagnosis banding<br />
5. 	Prognosis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/01/antenatal-care.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penderita Gangguan Jiwa juga Manusia</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/01/penderita-gangguan-jiwa-juga-manusia.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/01/penderita-gangguan-jiwa-juga-manusia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 06:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[ansietas]]></category>
		<category><![CDATA[berapa data gangguan jiwa menurut who tahun 2010]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyembuhkan penyakit jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[data jumlah orang gangguan jiwa diindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[data jumlah penderita gangguan jiwa di indonesia 2010]]></category>
		<category><![CDATA[data penderita gangguan jiwa 2010]]></category>
		<category><![CDATA[defensif]]></category>
		<category><![CDATA[definisi gangguan jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[depresif]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan jiwa di indonesia 2010]]></category>
		<category><![CDATA[gila]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah penderita penyakit jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[maniak]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan masyarakat tentang perawat]]></category>
		<category><![CDATA[penderita gangguan jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[skizofrenia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kita mudah sekali mengklaim seseorang menderita gangguan jiwa. Padahal, definisi gangguan jiwa cukup rumit. Dalam klasifikasi yang dipakai di Indonesia, Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa, terdapat lebih dari seratus penyakit akibat gangguan jiwa. Penggolongan ini penting karena tiap jenis gangguan mempunyai cara pengobatan tersendiri. Contoh gangguan jiwa adalah gangguan jiwa serius seperti skizofrenia dan maniak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita mudah sekali mengklaim seseorang menderita gangguan jiwa. Padahal, definisi gangguan jiwa cukup rumit. Dalam klasifikasi yang dipakai di Indonesia, Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa, terdapat lebih dari seratus penyakit akibat gangguan jiwa.</p>
<p>Penggolongan ini penting karena tiap jenis gangguan mempunyai cara pengobatan tersendiri. Contoh gangguan jiwa adalah gangguan jiwa serius <span id="more-131"></span>seperti skizofrenia dan maniak depresif serta ansietas (kecemasan) dan depresi. Sebenarnya dalam tiap jenis gangguan terdapat variasi yang luas, dari yang ringan hingga yang berat, sehingga penyebutan untuk semua jenis gangguan jiwa dapat membuat salah pengertian dan menyesatkan.</p>
<p>Gangguan jiwa dapat memengaruhi fungsi kehidupan seseorang. Aktivitas penderita, kehidupan sosial, ritme pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga jadi terganggu karena gejala ansietas, depresi, dan psikosis. Seseorang dengan gangguan jiwa apa pun harus segera mendapatkan pengobatan. Keterlambatan pengobatan akan semakin merugikan penderita, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>Gangguan jiwa dalam berbagai bentuk adalah penyakit yang sering dijumpai pada semua lapisan masyarakat. Penyakit ini dialami oleh siapa saja, bukan hanya mereka yang mapan. Prevalensi gangguan jiwa di negara sedang berkembang dan negara maju relatif sama.</p>
<p>Munculnya beragam pandangan keliru atau stereotip di masyarakat. Penderita gangguan jiwa sering digambarkan sebagai individu yang bodoh, aneh, berbahaya, dan terbelakang. Hal ini tentu akan melahirkan sikap keliru. Padahal, sebagai orang sakit, tentu penderita mengharapkan perhatian, kasih sayang, dan lainnya. Sayangnya, karena pandangan yang salah ini masyarakat akhirnya lebih mengolok-olok penderita, menjauhinya, bahkan sampai memasung karena menganggapnya berbahaya.<br />
Meski upaya ini tidaklah mudah, kepedulian tetap harus digalang. Sebab, mereka juga manusia yang memiliki hati dan perasaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/01/penderita-gangguan-jiwa-juga-manusia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suara Paru Normal dan Abnormal</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/01/suara-paru-normal-dan-abnormal.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/01/suara-paru-normal-dan-abnormal.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 11:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[abnormal]]></category>
		<category><![CDATA[apa vesikuler ronchi]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang dimaksud wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[arti vesikuler]]></category>
		<category><![CDATA[broncho-vesikuler]]></category>
		<category><![CDATA[bronkhial]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi dan ciri nafas paru]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi nafas paru]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi nafas ronchi]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi nafas vesikuler]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi nafas wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi napas paru]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi paru normal]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi paru paru]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi paru wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi paru-paru itu]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi suara wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[bunyi/suara paru2]]></category>
		<category><![CDATA[ciri - ciri suara paru - paru]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri dan bunyi nafas paru pada manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ciri suara paru]]></category>
		<category><![CDATA[ciri suara paru normal]]></category>
		<category><![CDATA[ciri suara paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri bunyi napas paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri dan macam bunyi napas paru]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri suara paru normal dan abnormal]]></category>
		<category><![CDATA[crecles]]></category>
		<category><![CDATA[definisi hemodinamika keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[definisi vesikuler]]></category>
		<category><![CDATA[ekspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis bunyi paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[jenis bunyi wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[jenis jenis suara paru]]></category>
		<category><![CDATA[jenis nafas abnormal]]></category>
		<category><![CDATA[jenis suara nafas tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[jenis suara napas abnormal]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam suara paru paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam bunyi paru_paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam dan ciri bunyi nafas paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam dan ciri bunyi paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam dan ciri suara paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam dan ciri suara paru paru manusia normal]]></category>
		<category><![CDATA[macam dan ciri suara paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam suara paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam suara paru-paru abnormal]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam bunyi jantung dan paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam bunyi paru]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam suara jantung]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam suara nafas normal]]></category>
		<category><![CDATA[manusia abnormal dan normal]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian dari suara wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian hemodinamika]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian ronchi]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian ronchi kering]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian suara nafas ronchi]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian suara paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian trachea]]></category>
		<category><![CDATA[pengetian dari suara weezing]]></category>
		<category><![CDATA[pengetrian vesikuler]]></category>
		<category><![CDATA[pleura friction rub]]></category>
		<category><![CDATA[pleural friction rub]]></category>
		<category><![CDATA[rales]]></category>
		<category><![CDATA[ronchi]]></category>
		<category><![CDATA[ronchi adalah]]></category>
		<category><![CDATA[ronchi terjadi pada pasien]]></category>
		<category><![CDATA[suara nafas]]></category>
		<category><![CDATA[suara nafas bronkial-inspirasi>ekspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[suara paru]]></category>
		<category><![CDATA[suara paru normal]]></category>
		<category><![CDATA[suara paru-paru]]></category>
		<category><![CDATA[suara tambahan paru paru]]></category>
		<category><![CDATA[tracheal]]></category>
		<category><![CDATA[versikuler]]></category>
		<category><![CDATA[vesikuler]]></category>
		<category><![CDATA[wheezing]]></category>
		<category><![CDATA[wheezing adalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/2010/01/suara-paru-normal-dan-abnormal.htm</guid>
		<description><![CDATA[A. Suara Paru Normal - Tracheal adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati glottis, lokasi di atas trachea. Inspirasi = ekspirasi. - Bronkial adalah udara yang melewati bronkus, lokasi diatas manubrium. Inspirasi > ekspirasi. - Bronkhio-vesikuler adalah suara yang dihasilkan udara saat melewati bronkhi kecil dan bronkheoli, suara lebih rendah daripada suara bronchial dan suara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Suara Paru Normal<br />
- Tracheal adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati glottis, lokasi di atas trachea. Inspirasi = ekspirasi.<br />
- Bronkial adalah udara yang melewati bronkus, lokasi diatas manubrium. Inspirasi > ekspirasi.<br />
- Bronkhio-vesikuler adalah suara <span id="more-113"></span> yang dihasilkan udara saat melewati bronkhi kecil dan bronkheoli, suara lebih rendah daripada suara bronchial dan suara lebih kasar dari vesikuler. Terdengar jelas pada : anterior (daerah percabangan bronkus, trachea ICS 2), posterior (diantara scapula), inspirasi = ekspirasi.<br />
- Vesikuler adalah udara saat melewati ductus alveolar dan alveoli, suara terdengar diseluruh lapang paru, suaranya halus, rendah, inspirasi lebih panjang dari ekspirasi 3 : 1, terdengar paling jelas di perifer paru-paru, inspirasi > ekspirasi.<br />
B. Suara Paru Tambahan / Abnormal<br />
- Rales (crekles) adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati jalan nafas yang penuh eksudat, biasanya terdengar saat inspirasi, tidak hilang saat dibatukkan, terjadi pada pneumonia, TBC.<br />
- Ronchi adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati jalan nafas yang penuh cairan / mukus, terdengar saat inspirasi maupun ekspirasi.<br />
- Wheezing adalah bunyi &#8220;ngiik. . .&#8221; terdengar saat inspirasi maupun ekspirasi karena penyempitan bronkus eksudat yang lengket pada pasien asma dan bronkitis.<br />
- Pleara Friction Rub adalah suara kering yang terdengar saat inspirasi maupun ekspirasi pada peradangan pleura.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/01/suara-paru-normal-dan-abnormal.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangguan Jiwa Bipolar</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/12/gangguan-jiwa-bipolar.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/12/gangguan-jiwa-bipolar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[11.1.1 menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Bipolar]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan kekerasan anak]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit jiwa bipolar]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab bipolar]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitas mental]]></category>
		<category><![CDATA[tempat penanganan depresi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Menurut dr Japanese Mustopo B SpKJ dari Rumah Sakit Mayapada, Tangerang, perasaan senang dan sedih muncul secara tidak menentu dan berlangsung tiba-tiba termasuk dalam kategori gangguan penyakit jiwa bipolar. Bipolar itu sendiri adalah gangguan afektif bipolar. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini. Bipolar, memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut dr Japanese Mustopo B SpKJ dari Rumah Sakit Mayapada, Tangerang, perasaan senang dan sedih muncul secara tidak menentu dan berlangsung tiba-tiba termasuk dalam kategori gangguan penyakit jiwa bipolar. Bipolar itu sendiri adalah gangguan afektif bipolar. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.</p>
<p>Bipolar, memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.</p>
<p>Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. &#8220;Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik,&#8221; katanya.</p>
<p>Penyebab Bipolar</p>
<p>Mereka yang mengalami gangguan bipolar<span id="more-109"></span> ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya. Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian. Di antara episode peralihan mood ini bisa saja orang megalami mood yang normal. Bisa dikatakan bahwa insiden gangguan bipolar tidak tinggi antara 0,3-1,5 persen. Tapi angka tersebut belum termasuk yang misdiagnosis. Risiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.</p>
<p>Penyebab gangguan ini, tidak diketahui secara pasti. Faktor genetika, dan faktor psikososial. Para peneliti pun mengatakan bahwa terjadi disregulasi heterogen dari neurotransmitter atau zat kimia di otak.</p>
<p>Faktor genetika dinilai melalui suatu mekanisme gen yang kompleks, sedangkan peristiwa-peristiwa kehidupan dan stres lingkungan merupakan faktor psikososial yang sering mendahului episode pertama dari gangguan bipolar tersebut.</p>
<p>Episode pertama bisa timbul mulai dari mata kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi.</p>
<p>Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap penyakit bipolar. Gejala manik biasanya ditandai dengan perasaan gembira yang berlebihan, seperti perubahan mendadak dari perasaan gembira menjadi tiba-tiba marah, keresahan, tutur kata cepat dan konsentrasi kurang, energi yang meningkat dan keinginan tidur kurang, dorongan seksualitas tinggi, cenderung membuat rencana besar dan sulit dicapai, cenderung kurang dalam memberikan penilaian terhadap sesuatu, penyalahgunaan obat dan alkohol, dan impulsivitas meningkat.</p>
<p>Sedangkan gejala depresi biasanya ditunjukkan dengan kesedihan, kehilangan energi, perasaan putus asa atau tak berarti, hilangnya kegembiraan terhadap hal yang belum dirasa menyenangkan, sulit berkonsentrasi, menangis tak terkendali, sulit mengambil keputusan, lekas marah, insomnia, perubahan nafsu makan, berfikir dan mencoba untuk melakukan bunuh diri. Gangguan bipolar ini juga bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Perempuan dengan gangguan bipolar mengalami peralihan mood yangn lebih cepat.</p>
<p>Penanganan Bipolar</p>
<p>Sebelum melakukan penanganan terhadap gangguan bipolar, biasanya terlebih dahulu dilakukan diagnosa dengan memperhatikan secara seksama gejala, tingkat ketakutan, angka waktu, dan frekuensi. Dan gejala yang paling mudah untuk dikenali adalah gejala peralihan mood yang tinggi (dari yang tinggi ke rendah) yang tidak berpola.</p>
<p>Gangguan bipolar ini merupakan gangguan jangka panjang yang membutuhkan penanganan komprehensif. Mereka yang memiliki empat atau lebih perubahan mood dalam setahun lebih sulit untuk ditangani. Menurut dr Jap, seorang pasien yang mengalami gangguan bipolar bisa sembuh. Dalam empat fase itu pasien bisa menjalankan terapi. Tapi jika tak berhasil atau mebahayakan, diperlukan penanganan khusus di rumah sakit khusus atau tempat rehabilitasi mental. &#8220;Biasanya psikoterapi berupa terapi perilaku-kognitif menjadi pilihan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sudah lebih dari 50 tahun lithium digunakan sebagai terapi gangguan bipolar. Efektivitasnya telah terbukti pada 60-80 persen pasien. Terapi ini bisa menekan angka kematian karena bunuh diri dan ongkos perawatan.</p>
<p>Farmakoterapi adalah pemberian obat-obatan jenis mood stabilizer ditambah obat-obatan gol antipsikotik sesuai dengan gambaran klinis yang ditunjukkan oleh penderita tersebut. Antipsikotik lebih baik daripada lithium pada sebagian penderita gangguan bipolar.</p>
<p>Perhatian ekstra harus dilakukan bila hendak merencanakan pemberian antipsikotik jangka panjang terutama generasi pertama atau golongan tipikal karena dapat menimbulkan beberapa efek samping. Bila sudah terkena gangguan bipolar ini, kontrol secara teratur, minum obat secara teratur, dan kemampuan mengenali gejala-gejala merupakan kunci utama pencegahannya. okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/12/gangguan-jiwa-bipolar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuci Tangan Cegah Penyakit</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/cuci-tangan-cegah-penyakit.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/cuci-tangan-cegah-penyakit.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 03:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[cara mencegah infeksi pada balita]]></category>
		<category><![CDATA[cegah]]></category>
		<category><![CDATA[cuci]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan diri anak balita]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan tentang mencuci tangan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan infeksi pada bayi dan balita]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh mencuci tangan dengan sabun di air mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh penyakit menular terhadap perawat di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit ispa pada balita]]></category>
		<category><![CDATA[sabun herpes]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<category><![CDATA[usia rentan terkena herpes]]></category>
		<category><![CDATA[www penyakit menular dan penyebabnya serta pencegahanya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Jangan anggap remeh mencuci tangan. Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dapat mengurangi risiko terinfeksi berbagai penyakit. &#8220;Cuci tangan kerap terlupakan karena dianggap remeh. Padahal, mencuci tangan dapat mencegah penularan virus dan bakteri penyebab penyakit infeksi terutama diare, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), influenza A H1N1, dan hepatitis yang banyak ditularkan lewat kontak manusia,&#8221; ujar Direktur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan anggap remeh mencuci tangan. Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dapat mengurangi risiko terinfeksi berbagai penyakit.</p>
<p>&#8220;Cuci tangan kerap terlupakan karena dianggap remeh. Padahal, mencuci tangan dapat mencegah penularan virus dan bakteri penyebab penyakit infeksi terutama diare, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), influenza A H1N1, dan hepatitis <span id="more-94"></span> yang banyak ditularkan lewat kontak manusia,&#8221; ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga usai menghadiri peringatan acara Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (15/10).</p>
<p>Dalam kegiatan itu sekitar 500 anak sekolah dasar dan 150 guru di bawah naungan Muhammadiyah melaksanakna rally promo untuk ikut mensosialisasikan kebiasaan cuci tangan di tempat-tempa yang diperkirakan menjadi tempat penyebaran flu maupun penyakit menular langsung seperti di warung makan pinggir jalan, restoran, kafe , dan tempat pelayanan kesehatan.</p>
<p>Senada dengan Tjandra, menurut dokter Handrawan Nadesul, puluhan penyakit yang ditularkan lewat tangan yang kotor bisa dicegah dengan cuci tangan. Diare sendiri telah membunuh dua juta anak balita setiap tahun dan menjadi penyebab kematian balita nomor dua. Angka ini sebenarnya bisa diturunkan hingga separuh jika kita mengajarkan kebersihan diri sejak dini dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun.</p>
<p>&#8220;Cuci tangan efektif mencegah diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), cacingan, flu burung, infeksi mata, hingga virus A-H1N1,&#8221; papar dokter Handrawan dalam perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia yang diadakan oleh Unilever di SD Bendungan Hilir 12 Pagi, Djakarta (15/10).</p>
<p>Penelitian Cochrane Library Journal 2007 menyebutkan cuci tangan dengan sabun merupakan cara sederhana dan murah untuk menahan virus ISPA dan pandemi flu. Kajian terhadap 51 riset di Inggris  yang dipublikasikan dalam British Medical Journal 2007 menguatkan hal tersebut. Disebutkan bahwa cuci tangan lebih efektif dibanding obat dan vaksin untuk menghentikan flu.</p>
<p>Namun, mencuci tangan yang sangat mudah itu masih sulit dilakukan. &#8220;Mencuci tangan tidak hanya pada waktu-waktu kritis sebelum makan, menyiapkan makanan, atau sehabis membersihkan kotoran bayi, tetapi juga setelah berada di keramaian, berjabat tangan, dan sehabis bersin,&#8221; ujar Tjandra Yoga.</p>
<p>Hal yang sama diungkapkan Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia, Angela Kearney. &#8220;Mencuci tangan dengan air dan sabun terutama pada saat-saat penting, yaitu setelah buang air dan sebelum memegang makanan membantu mengurangi risiko terkena diare lebih dari 40 persen dan infeksi saluran pernapasan hampir 25 persen,” ujarnya .</p>
<p>Menurut laporan Situasi Anak-anak Dunia tahun 2009 UNICEF, hanya separuh penduduk Indonesia memiliki akses kepada sanitasi yang memadai di pedesaan bahkan hanya sekitar sepertiganya – sehingga mereka rentan terhadap diare dan penyakit yang ditularkan melalui air. Berbagai survei juga menemukan bahwa kebiasaan cuci tangan pakai sabun masyarakat Indonesia masih rendah.</p>
<p>PBB menetapkan tahun 2008 sebagai tahun Sanitasi Internasional dan tanggal 15 Oktober ditetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Indonesia merupakan salah satu dari 85 negara di dunia yang melakukan cuci tangan pakai sabun secara serentak hari ini.</p>
<p>Dengan tema &#8220;Tangan Bersih Selamatkan Kehidupan&#8221;, hari ini digelar berbagai acara kampanye peringatan HCTPS dengan memobilisasi ribuan anak di seluruh Indonesia. Anak-anak dinilai sebagai agen perubahan yang sangat penting. Selain lebih terbuka pada ide-ide baru, anak-anak juga dapat menjadi pembawa pesan yang efektif kepada keluarga serta lingkungan di sekitarnya.</p>
<p>Visi utama dari kampanye HCTPS ini adalah terbentuknya budaya mencuci tangan dengan sabun baik di tingkat lokal, nasional, bahkan global. Semakin luas budaya mencuci tangan dengan sabun, diharapkan bisa mengurangi tingkat kematian balita pada tahun 2015 hingga 70 persen.</p>
<p>Ketua Perlindungan Anak Indonesia, Hadi Supeno, berpendapat kampanye cuci tangan pakai sabun seharusnya juga dibarengi dengan pengadaan fasilitas mencuci tangan di sekolah-sekolah. &#8220;Harusnya di tiap sekolah ada wastafel dengan air mengalir, toilet yang bersih, serta tisu sekali pakai untuk mengeringkan tangan,&#8221; katanya.</p>
<p> Sumber : Kompas.Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/cuci-tangan-cegah-penyakit.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pemberian obat</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/07/pemberian-obat-nama-ruteklasifikas.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/07/pemberian-obat-nama-ruteklasifikas.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 06:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[10 benar cara pemberian obat dan penjelasannya]]></category>
		<category><![CDATA[10 benar pemberian obat]]></category>
		<category><![CDATA[10 benar pemberian obat dan penjelasannya]]></category>
		<category><![CDATA[10 cara benar pemberian obat]]></category>
		<category><![CDATA[5 prinsip benar dalam pemberian obat im]]></category>
		<category><![CDATA[apakah arti rute]]></category>
		<category><![CDATA[arti dari intra-arteri]]></category>
		<category><![CDATA[asal kata sublingual]]></category>
		<category><![CDATA[askep cara 10 benar pemberian obat]]></category>
		<category><![CDATA[askep obat oral]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawata obat oral]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung cairan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung dosis obat injeksi]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung dosis obat pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[cara pemberian obat dari berbagai sumber.com]]></category>
		<category><![CDATA[cara pemberian obat melalui suntikan]]></category>
		<category><![CDATA[cara pemberian obat salep pada kulit]]></category>
		<category><![CDATA[cara pemberian obat secara oral]]></category>
		<category><![CDATA[cara penggunaan obat injeksi yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[definisi obat parenteral]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pemberian obat secara peroral]]></category>
		<category><![CDATA[dosis analgesik pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[efek buruk dari selongsong gigi]]></category>
		<category><![CDATA[efek terapetik]]></category>
		<category><![CDATA[fisiologi cairan intraperitoneal]]></category>
		<category><![CDATA[indikasi pemberian makanan secara parenteral]]></category>
		<category><![CDATA[jalur pemakaian obat]]></category>
		<category><![CDATA[jenis obat parenteral]]></category>
		<category><![CDATA[kelebihan pemberian obat oral]]></category>
		<category><![CDATA[keperwatan.net pemberian obat yg benar]]></category>
		<category><![CDATA[lama larut obat bentuk kapsul]]></category>
		<category><![CDATA[makna sublingual]]></category>
		<category><![CDATA[maksud pemberian dosis obat peroral]]></category>
		<category><![CDATA[metode pemberian obat secara oral]]></category>
		<category><![CDATA[nama obat generik suspensi topikal]]></category>
		<category><![CDATA[nama obat untuk suspensi injeksi]]></category>
		<category><![CDATA[obat analgetik,dosis dan nama dagang]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat dan dosis obat]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat injeksi]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat intramuskular]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat melalui oral]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat parenteral]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat pareteral]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat secara epidural]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat secara intraperitoneal]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat secara irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat untuk anak yang tepat]]></category>
		<category><![CDATA[pemberian obat yang benar yang terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian 3 x 1 dalam pemberian obat oral]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian intraperitoneal]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian jalur pemakaian obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian jalur pemanfaatan obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kapsul]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian membran mukosa]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian obat injeksi]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian obat kapsul]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian obat secara khusus]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian obat serbuk]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian salep,kapsul dan serbuk]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian serbuk menurut ilmu pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sitem metrik dalam satuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sub lingual]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sublingual]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan tentang obat padat]]></category>
		<category><![CDATA[rute obat]]></category>
		<category><![CDATA[rute pemberian obat]]></category>
		<category><![CDATA[satuan berat dalam obat]]></category>
		<category><![CDATA[sumber informasi pemberian obat intravena]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pemberian obat secara parenteral]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pemberian obat secara sublingual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[PEMBERIAN OBAT NAMA OBAT • Nama KIMIA = memberi gambaran pasti komposisi obat, ex asetil salisilat dikenal sbg aspirin • Nama GENERIK = diberikan oleh pabrik pertama kali diproduksi sblm mdpt izin dari FDA. Ex Aspirin • Nama dagang, merk, pabrik = nama yg digunakan pabrik utk memasarkan obat. Ex aspirin dikenal dg nama dagang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PEMBERIAN  OBAT</p>
<p>NAMA OBAT<br />
•	Nama KIMIA = memberi gambaran pasti komposisi obat, ex asetil salisilat dikenal sbg aspirin<br />
•	Nama GENERIK = diberikan oleh pabrik pertama kali diproduksi sblm mdpt izin dari FDA. Ex Aspirin<br />
•	Nama dagang, merk, pabrik = nama yg digunakan pabrik utk memasarkan obat. Ex aspirin dikenal dg nama dagang Bufferin.<br />
 <span id="more-43"></span><br />
KLASIFIKASI<br />
•	Analgetik<br />
•	Anti piretik<br />
•	Anti inflamasi<br />
•	Anti biotik<br />
Adakalanya sebuah obat dpt memiliki klasifikasi lebih dari satu, ex aspirin (analgetik, antipiretik, anti inflamasi)<br />
Setiap gol obat memiliki implikasi keperawatan utk pemberian &#038; pemantauan yg tepat. Ex gol diuretik, memberikan implikasi keperawatan :<br />
1.	Memantau input &#038; output cairan<br />
2.	Menimbang BB tiap hari<br />
3.	Mengkaji adanya edema<br />
4.	Memantau kadar elektrolit serum</p>
<p>BENTUK OBAT<br />
•	KAPLET = dosis padat, bentuk spt kapsul &#038; bersalut, shg mudah ditelan<br />
•	KAPSUL = dosis padat, bentuk bubuk, cairan atau minyak, dibungkus selongsong gelatin<br />
•	ELIKSIR = cairan jernih berisi air/alkohol, ditambah pemanis<br />
•	EKSTRAK = bentuk pekat<br />
•	GLISERIT = dikombinasi dg gliserin + 50%, utk penggunaan luar<br />
•	LINIMENT = obat gosok, dioles di kulit<br />
•	SALEP = semisolid (Agak padat)<br />
•	PASTA = semisolid, lebih kental, kaku, diabsorbsi kulit lebih lambat drpd salep<br />
•	LARUTAN = cairan (per oral, parenteral)<br />
•	SUPOSITORIA = dosis padat dicampur gelatin, bentuk peluru, meleleh saat mencapai suhu tubuh<br />
•	SUSPENSI = partikel obat yg dibelah smp halus &#038; larut dlm media cair<br />
•	SYRUP = obat larut dlm gula pekat, mengandung perasa membuat terasa lebih enak<br />
•	TABLET = dosis bubuk dikompresi dlm cakram atau silinder yg keras</p>
<p>SIFAT KERJA OBAT<br />
FARMAKOKINETIK = ilmu ttg cara obat masuk ke dalam tubuh, mencapai tempat kerjanya, dimetabolisme, dan keluar dari tubuh.<br />
RUTE PEMBERIAN OBAT<br />
•	RUTE ORAL<br />
•	RUTE PARENTERAL<br />
•	PEMBERIAN TOPIKAL<br />
•	INHALASI<br />
•	INTRAOKULER</p>
<p>RUTE ORAL<br />
•	Pemberian per oral = paling mudah &#038; paling umum digunakan. Diberikan via mulut &#038; ditelan.<br />
•	Pemberian sub lingual = dibawah lidah, langsung larut (nitrogliserin)<br />
•	Pemberian BUKAL = menempatkan obat padat di memban mukosa pipi sampai obat larut, tdk dikunyah / ditelan<br />
RUTE PARENTERAL<br />
•	SC = sub kutan = injeksi ke dlm jaringan tepat di bawah lapisan dermis kulit<br />
•	ID = intra dermal = injeksi ke dlm dermis tepat di bawah eidermis<br />
•	IM = intra muskular = injeksi ke dlm otot tubuh<br />
•	IV = intra vena = suntikan ke dalam vena<br />
Pemberian obat parenetral lainnya …<br />
•	EPIDURAL<br />
•	INTRATEKAL<br />
•	INTRASEOSA<br />
•	INTRAPERITONEAL<br />
•	INTRAPLEURA<br />
•	INTRAARTERI</p>
<p>EPIDURAL<br />
•	Obat diberikan dlm ruang epidural via kateter yg telah dipasang, ex jalan analgesik post op.<br />
•	Perawat yg telah mendpt pelatihan khusus dpt memberikan obat dlm bentuk bolus<br />
INTRATEKAL<br />
•	Diberikan melalui sebuah kateter yg telah dipasang dlm ruang subaraknoid atau ke dlm salah satu ventrikel otak<br />
•	Biasanya dlm waktu jangka panjang melalui pembedahan<br />
INTRASEOSA<br />
•	Memasukan obat langsung ke sumsum tulang<br />
•	Paling sering pd bayi, anak – anak dimana akses pembuluh darahnya buruk<br />
•	Digunakan pd kondisi darurat<br />
•	Dokter menginsersi jarum intraseosa ke dlm tulang, biasanya ke tibia, shg perawat dpt memberikan obat<br />
INTRAPERITONEAL<br />
•	Obat diberikan dlm rongga peritonium<br />
•	Ex kemoterapi, antibiotik<br />
INTRAPLEURA<br />
•	Obat diberikan melalui dinding dada, ke ruang pleura<br />
•	Ex kemoterapi, pleuradesis (memasukan obat utk mengatasi efusif pleura)<br />
INTRA ARTERI<br />
•	OBAT dimasukkan ke dlm arteri<br />
•	Ex infus arteri pada arteri yg mengalami pembekuan<br />
PEMBERIAN OBAT<br />
•	BENAR OBAT<br />
•	BENAR DOSIS<br />
•	BENAR KLIEN<br />
•	BENAR RUTE<br />
•	BENAR WAKTU</p>
<p>PEDOMAN PEMBERIAN &#038; KONTROL NARKOTIK YG AMAN<br />
1.	Simpan semua narkotik di dlm lemari atau kotak yg aman &#038; terkunci<br />
2.	Perawat bertanggungjwb membawa perangkat kunci<br />
3.	Pada pergantian jdwl dinas, cek jumlah obat bersama perawat yg akan jaga<br />
4.	Bila perhitungan jumlah narkotik tdk sesuai, LAPORKAN !<br />
5.	Gunakan catatan inventarisasi khusus tiap kali narkotik dikeluarkan<br />
6.	Catatan digunakan utk mendokumentasikan nama klien, tgl, waktu pemberian, nama &#038; dosis obat serta ttd perawat yg mengeluarkan obat<br />
7.	Format menjelaskan perhitungan akurat narkotik yg digunakan &#038; sisanya<br />
8.	Jika zat terkontrol yg diberikan hya satu bagian dr dosis yg ditetapkan, perawat kedua hrs menyaksikan pembuangan bagian narkotik yg tdk digunakan &#038; mencatatnya dlm format pencatatan.<br />
•	EFEK TERAPETIK = respon fisiologis obat yg diharapkan atau yg diperkirakan timbul.<br />
•	EFEK SAMPING = sebuah obat diperkirakan akan menimbulkan efek sekunder yg tdk diinginkan<br />
•	EFEK TOKSIK = tjd jika klien meminum obat dosis tinggi dlm jangka waktu lama ex. Morfin (analgesik narkotik) meredakan nyeri dg menekan susunan syaraf pusat. Bgm pun kadar toksik morfin menyebabkan depresi pernafasan yg berat &#038; kematian.</p>
<p>REAKSI ALERGI<br />
= Respon lain yg tdk dpt diperkirakan thd obat. Dari seluruh reaksi obat, 5% &#8211; 10% merupakan reaksi alergi.<br />
Timbul bila obat diberikan scr berulang, dpt bersifat ringan s/d berat<br />
REAKSI ALERGI RINGAN<br />
•	Urtikaria = Erupsi kulit yg bentuknya tdk beraturan, meninggi, ukuran &#038; bentuk bervariasi, erupsi memiliki batas berwarna merah &#038; bagian tengahnya berwarna pucat<br />
•	RUAM = vesikel kecil &#038; meninggi yg biasanya berwarna merah, seringkali tersebar di seluruh tubuh<br />
•	PRURITIS = gatal – gatal pd kulit, kebykn timbul bersama ruam<br />
•	RINITIS = inflamasi lapisan membran mukosa hidung, menimbulkan bengkak &#038; pengeluaran rabas encer &#038; berair<br />
REAKSI BERAT/ REAKSI ANAFILAKSIS<br />
•	Konstriksi otot bronkhiolus<br />
•	Edema faring &#038; laring<br />
•	Mengi berat &#038; sesak nafas<br />
•	Hipotensi berat<br />
Diagnosa keperawatan NANDA utk Terapi Obat<br />
1.	Kurang pengetahuan tg terapi obat b/d =<br />
•	Kurang informasi &#038; pengalaman<br />
•	Keterbatasan kognitif<br />
•	Tidak mengenal sumber informasi<br />
2. Ketidakpatuhan thd terapi obat b/d =<br />
•	Sumber ekonomi yg terbatas<br />
•	Keyakinan ttg kesehatan<br />
•	Pengaruh budaya<br />
3. Hambatan mobilitas fisik b/d =<br />
•	Penurunan kekuatan<br />
•	Nyeri &#038; ketidaknyamanan<br />
4. Perubahan sensori / persepsi b/d =<br />
•	Pandangan kabur<br />
5. Gangguan menelan b/d =<br />
•	Kerusakan neuromuskuler<br />
•	Irigasi rongga mulut<br />
•	Kesadaran yg terbatas<br />
6. Penatalaksanaan program terapetik tdk efektif b/d =<br />
•	Terapi obat yg kompleks<br />
•	Pengetahuan yg kurang</p>
<p>SISTEM PERHITUNGAN OBAT<br />
•	SISTEM METRIK<br />
•	SISTEM APOTHECARY<br />
•	UKURAN RUMAH TANGGA<br />
•	LARUTAN</p>
<p>SISTEM METRIK<br />
•	Paling teratur, mudah dikonversi &#038; dihitung (perkalian, pembagian sderhana)<br />
•	10,0 mg x 10 = 100 mg<br />
•	10,0 mg / 10 = 1,00 mg<br />
•	Pecahan selalu dlm bentuk desimal  (500 mg = 0,5 g)</p>
<p>SISTEM APOTHECARY<br />
•	Dikenal di As, Kanada<br />
•	Standar pengukuran biasanya di rumah (susu dlm botol = pint = 0,568 lt ; quarts = 0,9463 lt)<br />
•	Satuan berat (Inggris) = grain (turunan : dram, ons, pound)<br />
•	Satuan volume = minim (setara 1 grain)<br />
•	Sistem ini tidak akurat</p>
<p>UKURAN RUMAH TANGGA<br />
•	Tetesan, sendok teh, sendok makan<br />
•	Keuntungan = aspek kenyamanan, mudah dikenali</p>
<p>Tabel EKUIVALENSI UKURAN<br />
METRIK	APOTHECARY	RUMAH TANGGA<br />
1 ml<br />
4-5 ml<br />
16 ml<br />
30 ml<br />
240 ml<br />
480 ml (Kira2 500ml)<br />
960 ml (Kira2 1 Ltr)<br />
3840 ml (Kira2 5 Ltr)	15 – 16 minim (m)<br />
fluidram<br />
4 fluidrams<br />
1 fluid ounce<br />
8 fluid ounce<br />
1 pint (pt)<br />
1 quart (qt)<br />
1 galon (gal)	15 tetes (tts)<br />
1 sendok the (sdt)<br />
1 sendok makan (sdm)<br />
2 sendok makan (sdm)<br />
1 cangkir ©<br />
1 pint (pt)<br />
1 quart (qt)<br />
1 galon (gal)</p>
<p>LARUTAN<br />
•	= Suatu massa zat padat yang larut dalam suatu volume cairan lain yang diketahui (g/mL, g/L, mg/mL)<br />
•	Larutan 10% = 10 g zat padat yang dilarutkan dalam 100 mL larutan.<br />
•	Larutan 1 : 1000 = larutan yang mengandung 1 g zat padat dlm 1000 mL cairan / 1 ml cairan dalam 1000 mL cairan lain.<br />
SOAL<br />
Betadine 10% diencerkan menjadi 0,5%.<br />
Berapa perbandingan betadine : aquadest yang dibutuhkan ?<br />
Jawab …</p>
<p>PENGARUH KERJA OBAT PADA LANSIA<br />
•	SALURAN CERNA<br />
–	Elastisitas hilang pd mukosa mulut, shg mjd kering &#038; pecah – pecah<br />
–	Intervensi =<br />
	a. sering kumur dg air hangat<br />
	b. dental fross<br />
	c. sikat gigi &#038; gusi dg lembut<br />
ESOFAGUS<br />
•	Bersihan esofagus lambat krn kontraksi melemah &#038; sfingter esogafus bawah tdk bisa relaksasi<br />
•	Intervensi =<br />
–	Posisi klien tegak<br />
–	Berikan cairan segelas bersama obat<br />
–	Gerus tablet, campur dg air<br />
GASTER<br />
•	Penurunan keasaman lambung &#038; peristaltik<br />
•	Intervensi = minta klien minum 1 gelas penuh air &#038; meminum obat dg kudapan tdk berlemak utk mengurangi ggn lambung<br />
USUS BESAR<br />
•	Tonus otot kolon menurun, refleks defekasi menghilang, aliran darah di usus menurun<br />
•	Intervensi =<br />
–	Beri asupan cairan dlm jml normal<br />
–	Anjurkan klien makan pembentuk feses<br />
INTEGUMEN &#038; VASKULARISASI<br />
•	Penurunan ketebalan lipatan kulit<br />
•	Elastisitas kulit &#038; vaskularisasi menurun<br />
•	Intervensi =<br />
	 &#8211; hindari penggunaan vena di tangan sbg t4 suntikan IV<br />
	- tekan t4 injeksi stlh penyuntikan<br />
	- observasi perdarahan di t4 injeksi<br />
HEPAR<br />
•	Penurunan ukuran hati<br />
•	Menurunnya aliran darah hati<br />
•	Intervensi =<br />
–	Pantau tanda kerusakan hati (ikterus, pruritis, urine gelap)<br />
–	Tanyakan dosis utk klien yg menderita penyakit hati</p>
<p>GINJAL<br />
•	Filtrasi glomerolus menurun, fungsi tubulus &#038; aliran ginjal menurun<br />
•	Intervensi =<br />
	- cegah retensi urine, pantau kateter<br />
	- pantau tanda kerusakan ginjal (keluaran menurun, sulit berkemih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/07/pemberian-obat-nama-ruteklasifikas.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Janin</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/01/perkembangan-janin.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/01/perkembangan-janin.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 06:11:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[14 minggu- bayi]]></category>
		<category><![CDATA[15minggu kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[32 minggu kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[34 minggu mengandung sakit bawah perut]]></category>
		<category><![CDATA[4 bulan berat janin 150 gram]]></category>
		<category><![CDATA[4 bulan denyutan]]></category>
		<category><![CDATA[9 bulan hamil- berat bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ada denyutan bagian ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[air degan dan ibu hamil 6 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[air susu ibu telah ada setalah berapa lama umur kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas janin di minggu ke 27 kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[apa aaayg dirasakan tubuh saat terjad proses pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[apa bisa ibu merasakan denyut jantung janin]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang dilakukan oleh janin 7 bulan dalam kandungan?]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang dirasakan setelah pembuahan terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang dirasakan tubuh saat terjadi proses pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil berumur 5 minggu?]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang terjadi saat usia kandungan 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[apa yg dirasakan ibu hamil usia 4 bln]]></category>
		<category><![CDATA[apa yg dirasakan si ibu saat kandungan berusia 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[apa yg trjadi usia kehamilan 8 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[apakah detak jantung janin 14 minggu dapat di rasakan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[apakah detak jantung janin dapat dirasakan?]]></category>
		<category><![CDATA[apakah ibu hamil bisa merasakan detak jantung bayi dalam rahim]]></category>
		<category><![CDATA[apakah janin berusia 2 bulan sudah kelihatan?]]></category>
		<category><![CDATA[apakah kondisi tidak hamil ada getaran di perut ?]]></category>
		<category><![CDATA[apakah usia kehamilan 8 minggu perut dah kelihatan besar]]></category>
		<category><![CDATA[apakah wanita hamil detak jantungnya dua]]></category>
		<category><![CDATA[apakah yg terbentuk dalam 6 minggu kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan rubella pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana bentuk janin dalam usia 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana cara menjaga kandungan diusia 5 bulan dengan baik]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana cara merasakan denyut jantung janin?]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana pergerakan janin ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana rupa janin 2 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bagian dibawah pusar nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[bayi berapa minggu bisa terdengar detak jantungnya]]></category>
		<category><![CDATA[bayi bergerak kuat di akhir kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi berusia 2 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dalam kandungan 34minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dalam kandungan 7 sampe 8]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dalam kandungan gerak diperut bawah]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dalam kandungan mulai bergerak di usia kandungan berapa bulan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dalam kandungan usia 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bayi kandungan 20 minggu di usg]]></category>
		<category><![CDATA[bayi kecil dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi mulai bergerak di perut saat kehamilan nerapa bulan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi mulai dapat mendengar bunyi pada usia]]></category>
		<category><![CDATA[bayi umur 21 minggu dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[benarkah denyut nadi wanita hamil lebih cepat?]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk dan ukuran janin 19 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk embrio usia 8 - 12 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin 27 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin dari minggu ke minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin di dalam tubuh wanita]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin didalam kandungan ketika berumur 18 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin minggu ke 17]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin pada kehamilan 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin saat umur 12 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin sesuai dengan minggu kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin umur 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin usia 12 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk janin yang berusia 7 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk kantung akibat keguguran]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk kehamilan minggu ke 15]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk perut wanita hamil]]></category>
		<category><![CDATA[berapa blan janin dlam kdungan membentuk manusia]]></category>
		<category><![CDATA[berapa bulan kandungan baru ada air susu?]]></category>
		<category><![CDATA[berapa hari bayi bisa mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[berapa hari proses pembuahan pada manusia]]></category>
		<category><![CDATA[berapa hari setelah pembuahan kantong rahim akan terlihat jelas]]></category>
		<category><![CDATA[berapa jarak normal kepala janin ke panggul usia 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berapa kali gerakan janin 5 bulan dalam sehari]]></category>
		<category><![CDATA[berapa minggu bayi dilahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[berapakah berat badan janin normal 31 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat & panjang janin 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat badah janin usia 12 minggu sampai 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan janin 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan janin 27 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan janin pada minggu ke 27]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan janin sesuai usia kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[berat badan janin usia 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat bayi dalam kandungan 8 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[berat bayi dalam kandungan tiap minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat dan panjang janin 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin 15 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin 19 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin berdasarkan umur kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin berdasarkan umur kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin dari minggu ke minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin diusia 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin kehamilan 35 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin menurut usia kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin normal usia kehamilan 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin sesui usia]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin usia 15 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin usia 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin usia 35 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat janin usia kehamilan 25 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat kandungan 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[berat normal janin 28 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[besar kehamilan 8 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[besar perut ketika hamil 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[besar perut saat hamil 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[besar ukuran janin usia 10 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bilakah perut kelihatan saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[bobot normal janin usia 28 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[bumil bisa merasakan denyut jantung]]></category>
		<category><![CDATA[bumil bisa merasakan denyut jantung janin 4 bln]]></category>
		<category><![CDATA[cara mendengar detak jantung janin]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatasi sakit rusuk pada wanita hamil]]></category>
		<category><![CDATA[cara menggerakkan janin agar bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[cara merasakan denyut bayi dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[cara supaya bayi dalam kandungan tidak besar]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri janin usia 1 sampai 9 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri manusia dari kepala sampai kaki]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri perkembangan janin 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri rubella pada wanita hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri terjadi pembuahan dalam rahim]]></category>
		<category><![CDATA[ciri gerakan janin]]></category>
		<category><![CDATA[ciri gerakan janin dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri hamil per minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ciri janin mulai bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[ciri janin umur 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ciri kehamilan setelah 3 mggu pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri usus lipat]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri bayi intrauterin]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri bayi yg sudah berumur 7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri gerakan janin]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri janin yang berkembang saat di kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri jenis kelamin bayi pada kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri keguguran pd hamil 6 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri kehamilan usia 6 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri kelamin anak dari ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri perkembangan fertilisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri perkembangan neonatus]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri perkembangan pada embrio sampai bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri tentang bayi lanugo]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri wanita hamil usia 5 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 ibu hamil 6 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[dalam perut ada yg bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[dampak dari janin bila ibu sering sakit saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[dampak yang dirasakan ibu saat usia kehamilan 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[dengan usg dapat terlihat bentuk bayi kehamilan umur berapa]]></category>
		<category><![CDATA[denyut janin dalam rahim]]></category>
		<category><![CDATA[denyut jantung bayi hamil 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[denyut jantung janin menurut para ahli]]></category>
		<category><![CDATA[denyut jantung janin usia 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[denyutan yang ada di daerah tengah perut]]></category>
		<category><![CDATA[detak jantung bayi bisa di rasa pada umur berapa]]></category>
		<category><![CDATA[detak jantung bayi pada usia kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[detak jantung ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[detak jantung janin dua kali ibu]]></category>
		<category><![CDATA[detak jantung janin pada usia bulan]]></category>
		<category><![CDATA[diusia berapa janin cukup bulan untuk lahir]]></category>
		<category><![CDATA[embrio dan janin]]></category>
		<category><![CDATA[embrio yang sudah menyerupai bentuk manusia dan disebut janin terjadi pada usia kehamilan ?]]></category>
		<category><![CDATA[fase kehamilan manusia bayi]]></category>
		<category><![CDATA[fertilisasi dan perkembangan embrio manusia]]></category>
		<category><![CDATA[fisiologi neonatus]]></category>
		<category><![CDATA[foto janin 26minggu dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan pada perkembangan embrio]]></category>
		<category><![CDATA[gejala awal terjadinya pembuahan janin]]></category>
		<category><![CDATA[gejala wanita hamil pada bulan ke 4 sampai ke 6]]></category>
		<category><![CDATA[gerak janin pada usia kandungan 26 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan bayi dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan bayi di kehamilan minggu ke 12]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan bayi pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan janin 18 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan janin 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan janin pada kehamilan 7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan janin usia 5 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan janin yang berusia 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan janin,nyeri pada pusar]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan pertama janin yang dirasakan ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[hal yang tidak di anjurkan selama proses pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 10 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 15 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 2 bulan kandungan sudah kuat?]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 22 minggu jarang merasakan gerakkan janin]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 31 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 34 minggu ukuran berat janinnya normalnya berapa?]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 34 minggu ulu hati nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 4 bulan perut sebesar apa]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 7 minggu perut sudah mulai membesar]]></category>
		<category><![CDATA[hamil 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil berapa minggu baru sakit payudara]]></category>
		<category><![CDATA[hamil minggu 14 perut sering]]></category>
		<category><![CDATA[hamil perut besar dari ukuran]]></category>
		<category><![CDATA[hamil perut kram saat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[hamil perut membuncit setelah berapa minggu]]></category>
		<category><![CDATA[hamil seminggu apakah janin dapat terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[harus berapa kali usg hamil]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan keluhan ibu hamil berdasarkan usia kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan perkembangan embrio dari fertilisasi sampai lahir]]></category>
		<category><![CDATA[ibu bisa merasakan jantung janin]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil gejala gatal atau nyeri tulang]]></category>
		<category><![CDATA[janin]]></category>
		<category><![CDATA[janin 10 minggu detak jantung]]></category>
		<category><![CDATA[janin 19 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin 4 minggu jadi berapa hari setelah konsepsi]]></category>
		<category><![CDATA[janin 8 minggu - denyut jantung]]></category>
		<category><![CDATA[janin bergerak pada masa kehamilan berapa?]]></category>
		<category><![CDATA[janin bergerak saat mendengar musik]]></category>
		<category><![CDATA[janin bergerak setelah berapa bulan?]]></category>
		<category><![CDATA[janin bergerak usia berapa minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin dalam perut ibu]]></category>
		<category><![CDATA[janin diluar rahim]]></category>
		<category><![CDATA[janin mulai bergerak dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[janin mulai gerak di dlm kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[janin saat usia 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin sering bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[janin umur 27minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 15 minggu itu seperti apa]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 20 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 23 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 23 minggu di rahim]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 25 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 4bulan]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 6 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[janin usia 9 bulan pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[janin yang berusia 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kelamin bayi bisa dilihat usg umur berapa]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kelamin bayi terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[jenis kelamin bayi usia kandungan minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan 29 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan 36 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan 9 bulan sama dengan berapa minggu?]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan besar di bawah]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan usia 7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[kantong janin 3 bulan tapi janin terlihat kecil]]></category>
		<category><![CDATA[kantung hamil tidak ada janinnya]]></category>
		<category><![CDATA[kapan detak jantung bayi terasa ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kapan janin berada di dalam intra uterin]]></category>
		<category><![CDATA[kapan janin mulai terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[kapan kantung bayi terlihat]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 17 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 21 minggu 4 hari]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 31 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 35 minggu dan makanannya]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan minggu ke15]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan pertama bayi bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan usia 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran janin usia 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan di usia kehamilan 7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan hamil 5 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan ibu hamil janin usia 15 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan ibu hamil pada usia kehamilan 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan kehamilan 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan pada kehamilan 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan yang terjadi pada kehamilan 8 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa bisa terjadi nyeri pinggang pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa di usia kandungan 4 bulan tidak ada tanda getaran di bagian perut]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa ibu hamil 17 minggu selalu kencing]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa pantat bayi waktu lahir biru]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa perut diusia 7 bulan sudah berada dibawah,apa akan terjadi kelahiran prematur]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa wanita hamil sering merasa lapar]]></category>
		<category><![CDATA[kepala janin ke bawah pada usia kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[kepala janin mulai di bawah]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan berlebih datang saat usia kehamilan berapa?]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan saat hamil 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ketika masa kandungan melewati minggu ke 40,tidak ada tanda melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kisaran berat janin usia 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kisaran usia bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi ibu hamil dan janin dlm 17 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi janin pada saat umur 29 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[kontraksi pada kandungan 32 minggu apa sama dengan pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[lahir]]></category>
		<category><![CDATA[lama pembentukan janin]]></category>
		<category><![CDATA[lanugo]]></category>
		<category><![CDATA[lapisan sel yang tumbuh menjadi kulit dan sistem saraf disebut ?]]></category>
		<category><![CDATA[lapisan sel yg tumbuh menjadi kulit dan sistem syaraf]]></category>
		<category><![CDATA[latar belakang munculnya penyakit jantung pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[latar belakang tentang perkembangan manusia di dalam rahim]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[masa pembentukan jantung]]></category>
		<category><![CDATA[masalah ibu diusia kandungan 26 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[meliat kelamin bayi dari bentuk perut ibu hamil.]]></category>
		<category><![CDATA[melihat detak jantung bayi]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar denyut janin]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan musik pada masa kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[mendengarkan musik untuk janin]]></category>
		<category><![CDATA[mengandung 36 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa bulan kehamilan bagian kiri rahim ibu sakit?]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi nyeri tulang bokong pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi skit rusuk saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi tulang rusuk sakit saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga kehamilan usia 5 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga masa pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[merawat bayi dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[minggu]]></category>
		<category><![CDATA[minggu 19 kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[normal berat dan panjang badan janin kehamilan umur 24 minggu.com]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri di bagian bawah perut saat hamil 8 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri di dekat pusar saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri pada daerah pusar pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri perut bagian atas saat kehamilan 36 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri perut bagian bawah saat kehamilan 19 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri perut bawah hamil 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri perut pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri punggung hamil 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri saat janin bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri setelah pembuahan terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri usia kehamilan minggu ke 27]]></category>
		<category><![CDATA[organ pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[pada ibu hamil usia berapa perutnya tidak membesar lagi]]></category>
		<category><![CDATA[pada minggu keberapa wanita hamil mulai merasakan kontraksi]]></category>
		<category><![CDATA[pada usia berapa detak jantung janin dapat dirasakan]]></category>
		<category><![CDATA[pada usia kandungan 4 bulan apakah normalnya perut sudah terlihat membesar]]></category>
		<category><![CDATA[pada usia kandungan berapakah janin mulai tampak]]></category>
		<category><![CDATA[panjang badan janin usia 19 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[panjang badan normal janin usia 18 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[panjang dan berat janin di dalam kandungan saat umur 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[panjang janin 7 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[panjang janin minggu ke 16]]></category>
		<category><![CDATA[panjang janin usia 10 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[panjang ukuran kandungan 10 minggu normalnya]]></category>
		<category><![CDATA[pegerakan bayi hamil minggu 16]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan alat kelamin pada masa embrio]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan kelamin bayi]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan organ apa saja pada janin di minggu ke 8]]></category>
		<category><![CDATA[pembentukan organ janin dalam kehamilan 8 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pembuahan dan perkembangan embrio]]></category>
		<category><![CDATA[pembuahan janin]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab nyeri perut bawah pada kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab nyeri punggung pada kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab sakit pinggang diusia hamil 3 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab tidak munculnya kontraksi pada kehamilan 40 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan hamil setelah berapa hari?]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan bayi 10 minggu dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan janin di kehamilan 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan janin umur 27 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pergerkan bayi dalam kandungan di usia 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembagan janin 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan bayi dalam kandungan minggu ke15]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan bayi dalam kandungan trimester 2]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan bayi di minggu ke 29]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan bayi hamil 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan bayi usia 20 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan berat bayi dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan berat janin setiap bulan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan dan bentuk janin usia 8 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan dan pertumbuhan manusia dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan dan pertumbuhan pada manusia dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan embrio]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan embrio 10 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan embrio pada janin]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan embrio sampai manusia lahir]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan hamil minggu ke 15]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan hamil usia 8 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan hidung dan mulut pada masa embrio]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 14minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 18 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin 9 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin berumur 7 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin blogspot]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin dalam bentuk usg]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin dalam kandungan 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin dalam kandungan usia 35 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin dalam rahim]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin dari minggu 1 sampai 40]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin di minggu ke 19]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin hamil]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin kehamilan berusia 20 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin minggu ke 11 sampai 20]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin minggu ke 15]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin minggu ke 15 - janin bergerak saat mendengar musik - perkembangan janin | lentera biru | blog perawat]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin tiap minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin trimester 3]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 15 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 16 minggu,pada kehamilan pertama.]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 20 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 21 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 27 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 28 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 30 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 35 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 6 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan janin usia 7minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan kandungan 28 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan kandungan umur 15 hari]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan kehamilan 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan manusia mulai dari janin sampai dengan usia 9 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan minggu janin]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan perut ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan ukuran berat janin tiap trimester]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan usia kandungan 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan yang terjadi pada janin usia 28 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan/ pertumbuhan pada wanita hamil]]></category>
		<category><![CDATA[pertanda ada janin di perut kita]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan manusia pada fase embrionik]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada usia 19 sampai usia 25]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan intrauterin mulai dari proses pembuahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin dari minggu 1 sampai minggu 40]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin di 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin pada usia 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin selama dalam kandungan tiap minggu dari minggu pertama]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin usia 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan janin usia 4 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan kehamilan umur 18 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan masa pembuahan sampai kelahiran manusia]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan ibu saat hamil minggu ke 19]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan perut ibu apabila perkembangan janin 8 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan perut ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan yang terjadi oleh ibu hamil dan janin di usia kandungan 7 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir sietem imunologi]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan yg terjadi di usia kandungan 18 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[perut gatal saat usia kehamilan 7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[perut ibu hamil tidak membesar lagi pada usia berapa]]></category>
		<category><![CDATA[perut nyeri pinggang sakit pertanda hamil]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku janin 27 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[proses dan perkembangan janin]]></category>
		<category><![CDATA[proses fertilisasi]]></category>
		<category><![CDATA[proses janin bayi]]></category>
		<category><![CDATA[proses kandungan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembentukan janin]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembentukan lapisan lemak janin]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembentukan massa pada paru]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembuahan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembuahan bayi hingga menjadi janin]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembuahan di rahim]]></category>
		<category><![CDATA[proses perkembangan janin mulai dari embrio sampai lahirnya bayi]]></category>
		<category><![CDATA[proses pertumbuhan anak dalam kandungan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[proses terjadinya fertilisasi sampai terbentuknya janin]]></category>
		<category><![CDATA[proses terjadinya janin sampai lahir]]></category>
		<category><![CDATA[proses terjadinya manusia dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[proses terjadinya pembuahan pada wanita]]></category>
		<category><![CDATA[rahim tumbuh janin baru ketika rahim dalam keadaan hamil]]></category>
		<category><![CDATA[rasa sakit yang dirasakan ketika diluar kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[rubella pada kehamilan 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[rupa bentuk janin 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[rupa usia kandungan ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[saat bayi lahir terjadi biru]]></category>
		<category><![CDATA[saat ibu hamil merasakan lapar,apa bayi yg didalam perut ikut merasakan lapar?]]></category>
		<category><![CDATA[saat usia berapa bulan perut ibu hamil akan membesar?]]></category>
		<category><![CDATA[sakit di bawah kulit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit di bawah tulang rusuk saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[sakit di tulang rahim]]></category>
		<category><![CDATA[sakit kepala hamil]]></category>
		<category><![CDATA[sakit kepala saat hamil 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit pada perut bagian bawah saat hamil 9 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit perut bagian bawah saat kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit punggung semasa mengandung minggu ke29]]></category>
		<category><![CDATA[sakit rusuk hamil]]></category>
		<category><![CDATA[sebesar apakah janin saat usia kehamilan 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sebesar apakah janin saat usia kehamilan 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan bulan bayi dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[sering sakit pinggang di usia kehamilan 15 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[suplemen yang baik untuk janin 31 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[taksiran bayi lahir]]></category>
		<category><![CDATA[taksiran berat badan janin usia 28 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[taksiran berat janin]]></category>
		<category><![CDATA[taksiran umur bayi lahir]]></category>
		<category><![CDATA[tanda atau ciri janin masih hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tanda bayi bergerak dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[tanda janin mulai bergerak didalam perut]]></category>
		<category><![CDATA[tanda jenis kelamin janin]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kepala bayi sudah kuat]]></category>
		<category><![CDATA[tanda terjadi pembuahan pada rahim]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda ada denyutan di perut apakah ada janin]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda gerak janin mau lahir]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda jenis kelamin bayi pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda yang dirasakan oleh ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[tanda2 kehamilan usia 4bln]]></category>
		<category><![CDATA[tangan dan kaki dapat bergerak karena]]></category>
		<category><![CDATA[terlalu sering gerak, janin 6 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[tiga lapisan embrionik manusia]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh ibu ketika hamil 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran badan bayi dalam perut ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran dan berat janin sesuai umurnya]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran janin 12 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran janin 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran janin 3 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran janin tiap minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran janin usia 6 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran kantong kehamilan usia 7 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran kepala janin usia trimester dua]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran normal janin]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran normal kepala janin umur 32 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran panjang dan berat badan janin sesuai umurnya]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran panjang janin usia 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran panjang janin usia 4 bulan yang normal]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran perut dalam minggu ke minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran perut mengandung 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran perut saat hamil usia 7 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran perut wanita hamil 9 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran perut yang normal usia kandungan 3 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran usia kehamilan bayi lahir normal]]></category>
		<category><![CDATA[ulu hati sakit saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[umur berapa bayi bisa mendengar dan melihat]]></category>
		<category><![CDATA[umur berapa bayi dalam kandungan bisa mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[umur berapa bulan bayi bergerak d perut ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[umur berapa bulan hamil bayi jadi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[umur berapa kandungan bayi akan terlahir]]></category>
		<category><![CDATA[umur janin 22 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[umur janin yang bisa bergerak di dalam perut ibu]]></category>
		<category><![CDATA[umur kehamilan berapa bulan bayi mulai berbentuk]]></category>
		<category><![CDATA[untuk lahir bayi berapa minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia berapa bulan bisa merasa gerakan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[usia berapa janin dalam kandungan bergerak?]]></category>
		<category><![CDATA[usia berapa kehamilan mulai membesar]]></category>
		<category><![CDATA[usia berapa minggu bayi dapat mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[usia berapa minggu terjadi perut mengecil pd ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[usia berapa pada kehamilan embrio terbentuk]]></category>
		<category><![CDATA[usia brp minggu bayi bs mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[usia janin 16 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia janin 25 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia janin 4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[usia janin mulai dapat mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan 13 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan 14 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan 21 hari]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan 35 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan berapa minggu kantung kelihatan usg]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan bisa dirasakan gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[usia kandungan rambut bayi tumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan 24 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan 8 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan berapa agar terlihat kantung bayi]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan berapa bayi dapat mendengarkan musik]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan berapa bisa merasakan gerakan janin]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan berapa bulan terdengar detak jantung]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan berapa mulai merasakan gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan berapakah ibu bisa merasakan gerakan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[usia kehamilan yang keberapa janin bisa dirasakan ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[uterus ukuran tidak hamil]]></category>
		<category><![CDATA[www.denyut jantung bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[www.janin 34 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[www.pada usia kehamilan keberapa ibu hamil bisa merasakan gerakan janin]]></category>
		<category><![CDATA[yang dirasakan dalam perut ibu selama kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[yang dirasakan ibu umur janin 17 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[yang dirasakan saat ibu hamil 36 minggu]]></category>
		<category><![CDATA[yang dirasakan saat usia kehamilan 34 minggu lebih]]></category>
		<category><![CDATA[yang disarankan bagi ibu hamil usia 32 minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[setiap pasangan yang baru menikah pasti mendambakan kehadiran seorang anak. Bagaimanakah kelangsungan hidup anak selama dalam kandungan ibunya???benarkah anak yang masih dalam kandungan dapat memahami apa yang sedang terjadi di luar kandungan???apakah dia bisa mendengar suara dari luar??? Minggu ke- Perkembangan janin 1 Setelah 8 hari setelah proses pembuahan, blastokist (mengandung 200 sel) mengeluarkan mucus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setiap pasangan yang baru menikah pasti mendambakan kehadiran seorang anak. Bagaimanakah kelangsungan hidup anak selama dalam kandungan ibunya???benarkah anak yang masih dalam kandungan dapat memahami apa yang sedang terjadi di luar kandungan???apakah dia bisa mendengar suara dari luar???</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<div>
<table class="MsoTableGrid" style="border: medium none; border-collapse: collapse; height: 2985px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="576">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">Minggu   ke-</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">Perkembangan   janin</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Setelah 8 hari setelah proses pembuahan, blastokist (mengandung 200 sel) mengeluarkan mucus untuk menandakan keberadaannya di dalam rahim)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">2</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Blastokist menggelembung dan sel-sel berkembang terbagi kira-kira 2kali sehari sampai hari ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastokist melekat dengankuta pada endometrium</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">3</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Setelah pembuahan ukuran embrio   hanya sepanjang 0,08 inci / 2 mm. gen janin mulai terbentuk dalam 3 lapisan.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">4</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Pada masa ini dudah terlihat pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung yang memompa darah ke paru-paru dan aorta.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">5</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Embrio akan terus membesar. Pada mainggu ini dapat dijumpai lapisan ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan paling atas yang kemudian akan membentuk otak, tulang belakang,kulit serta rambut. Lapisan mesoderm yang berada di lapisan tengah akan membentuk organ penting yaitu jantung, ginjal, tulang dan organ reproduktif. Lapisan endoderm yaitu lapisan paling dalam akan membentuk organ dalam seperti usus, hati pancreas dan kandung kemih.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">6</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Dengan melakukan pemeriksaan ultrasound kita akan melihat janin sudah membentuk kepala dan badan. Getaran jantung juga sudah dapat diperiksa.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">7</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Bentuk bayi semakin jelas terbentuk kepaa bayi seolah-olah tertunduk danberada dalam air ketuban atau amniotic cover yang akan memberikan keperluan pertumbuhan bayi saat dalam kandungan.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">8</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Terjadi pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Mata terlihat berada di bawah membrankulit yang tipis. Pada masa ini terbentuk juga tangan dan longlegs walau tidak begitu jelas.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">9</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Terlihat pembentukan telinga.   Bayi sudah dapat menggerakkan anggota badannya.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">10</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Bayi sudah terlihat seperti manusia yang lengkap. Payudara ibu akan sedikit membengkak karena terdapat hormone estrogen dan progesterone sebagai persediaan ASI.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">11</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Bayi tumbuh dengan pesat dan mulai mengangkat kepala ke atas jauh dari dadanya. Alat kelamin luar mulai terbentuk tetapi masih kecil sehingga masih sulit untukmenentukan jenis kelamin bayi.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">12</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Bayi membesar dengan cepat dan wajahnya semakin jelas. Jari tangan dan longlegs mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">13</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Kepalabayi membesar dengan cepat. Badannya juga semakin membesar menyesuaikan dengan besar kepala. Kuku longlegs dan tangan mulai tumbuh. Terjadi perubahan yang kentara akibat perubahan hormone.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">14</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Detak jantung bayi semakin kuat. Kecepatannya dua kali lipat dari detak jantung kita. Pada masa ini bayi terlihat kurus karena tidak punya lapisan lemak. Kulitnya sangat tipis sehingga kita mampu melihat aliran darahnya. Pada tahap ini ibu akanmengalami masalah sembelit karenapergerakan usus menjadi lambat.karenanya hindarilah memakai pakaian ketat agar ibu dalam keadaan santai.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">15</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Bayi sudah mampu menggenggamtangannya dan emnghisap ibu jari. Kelopak mata masih tertutup sampai minggu ke 26 tapi dapat merasakan perubahan cahaya. Bayi juga dapat menelan.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">16</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan perlu diberikan nutrisi yang cukup oleh plasenta. Kini bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan dapat mendengar suara.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">17</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya, menjadi 13 cm dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di bawah kulit bayi yang semula sedemikian tipis pada minggu ini dan minggu-minggu berikutnya. Lemak ini berperan penting untuk menjaga kestabilan suhu dan metabolisme tubuh. Sementara pada beberapa ibu yang pernah hamil, gerakan bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini. Kendati masih samar dan tak selalu bisa dirasakan setiap saat sepanjang hari. Sedangkan bila kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan pada minggu ke-20</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">18</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan longlegs dengan mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">19</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 200 gram. Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">20</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm dengan berat sekitar 260 gram. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">21</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti basket yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif, semisal golf atau bahkan lomba lari.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">22</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Dengan berat mencapai taksiran 400-500 gram dan panjang sekitar 19 cm, si ibu kian mampu beradaptasi dengan kehamilannya. Kekhawatiran bakal terjadi keguguran juga sudah pupus. Tak heran bila ibu amat menikmatinya karena keluhan mual-muntah sudah berlalu dan kini nafsu makannya justru sedang menggebu, hingga ia mesti berhati-hati agar tak terjadi pertambahan berat badan yang berlebih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Ciri khas usia kehamilan ini adalah substansi putih mirip pasta penutup kulit tubuh janin yang disebut vernix caseosa. Fungsinya melindungi kulit janin terhadap cairan ketuban maupun kelak saat berada di jalan lahir. Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">23</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Tubuh janin tak lagi terlihat kelewat ringkih karena bertambah montok dengan berat hampir mencapai 550 gram dan panjang sekitar 20 cm. Kendati begitu, kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup </span></span><span style="color: black;"><br />
<span class="htmltypewriter2">sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di   usia kehamilan ini.</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">24</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Janin makin terlihat berisi dengan berat yang diperkirakan mencapai 600 gram dan panjang sekitar 21 cm. Rahim terletak sekitar 5 cm di atas pusar atau sekitar 24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata. Pendengarannya berfungsi penuh. Terbukti, janin mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar irama musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">25</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Berat bayi kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. Bila ada indikasi medis, umumnya akan dilakukan USG berseri seminggu 2 kali untuk melihat apakah perkembangan bayi terganggu atau tidak. Yang termasuk indikasi medis di antaranya hipertensi ataupun preeklampsia yang membuat </span></span><span style="color: black;"><br />
<span class="htmltypewriter2">pembuluh darah menguncup, hingga suplai nutrisi jadi terhambat. Akibatnya, terjadi IUGR (Intra Uterin Growth Retardation atau perkembangan janin terhambat). Begitu juga bila semula tidak ada, tiba-tiba muncul gangguan asma selama kehamilan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Jika dari hasil pantauan ternyata tak terjadi perkembangan semestinya, akan dipertimbangkan untuk membesarkan janin di luar rahim dengan mengakhiri kehamilan. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang mengikuti. Di antaranya, rumah sakit yang merawat bayi-bayi prematur haruslah rumah sakit bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli neonatologi (ahli anak yang mengkhususkan diri pada </span></span><span style="color: black;"><br />
<span class="htmltypewriter2">spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai   usia 40 hari). Selain fasilitas NICU (neonatal intensive Care Unit).</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">26</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Di usia ini berat bayi diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit. Ketidaknormalan seputar denyut jantung harus dicermati karena bukan tak mungkin merupakan gejala ada keluhan serius.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Sementara rasa tak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram longlegs dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan si ibu. Begitu juga keluhan nyeri di bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat bayi bergerak. Sebab, rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan pada semua organ tubuh. Termasuk usus kecil, kantung kemih dan rektum. Tak jarang ibu hamil jadi terkena sembelit, namun terpaksa bolak-balik ke kamar mandi karena beser.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">27</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Bayi kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu ini kelopak mata mulai membuka. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Jika terjadi “kesalahan” pembentukan lapisan-lapisan inilah yang kelak memunculkan katarak kongenital/bawaan saat bayi dilahirkan. Lensa jadi berkabut atau keputihan. Walaupun dipicu oleh faktor genetik, katarak bawaan ini ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang rubella pada usia kehamilan di minggu-minggu akhir trimester dua.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">28-29</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Janin dapat membedakan suara yang bernada tinggi atau rendah</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">30</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Gerakan nafas jadi lebih sering dan terjadi 30-40% waktu   pada kebanyakan janin.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">31</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Janin memperlihatkan saat-saat aktifitas yang terkoordinasi dengan adanya waktu istirahat.perengai ini menunjukkan refleks dari susunan saraf tengah.</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">32-34</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Alveoli yang sesungguhnya atau sel ‘kantung’ udara,mulai berkembang dalam paru-paru.mereka akan terus terbentuk hingga 8 tahun setelah lahir. </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">35</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Janin memiliki genggaman yang kuat </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;" width="94" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center">36-lahir</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 336.85pt;" width="449" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Janin memulai tanda-tanda kelahiran dengan mengeluarkan sejumlah besar hormone yang disebut estrogen dan kemudian memulai masa peralihan dari janin menjadi bayi baru lahir</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span class="htmltypewriter2"><span style="color: black;">Kelahiran ditandai dengan kontraksi kuat pada rahim yang   mengakibatkan kelahiran anak. </span></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/01/perkembangan-janin.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 15/55 queries in 0.135 seconds using disk: basic
Object Caching 2869/3712 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-10 18:40:10 -->
