Penderita Gangguan Jiwa juga Manusia

Ditulis pada tanggal 24 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: fisiologi, info penyakit, kuliah

Kita mudah sekali mengklaim seseorang menderita gangguan jiwa. Padahal, definisi gangguan jiwa cukup rumit. Dalam klasifikasi yang dipakai di Indonesia, Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa, terdapat lebih dari seratus penyakit akibat gangguan jiwa.

Penggolongan ini penting karena tiap jenis gangguan mempunyai cara pengobatan tersendiri. Contoh gangguan jiwa adalah gangguan jiwa serius [lanjutannya...]


Masalah Kesehatan Jiwa pada Lanjut Usia

Ditulis pada tanggal 23 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: info penyakit

Masalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi, yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia, meliputi aspek fisiologis, psikologis, sosial, kultural, ekonomi dan lain-lain (Depkes.RI, 1992:6)

Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi  menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia.

Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan [lanjutannya...]


Kesehatan Jiwa, Bagian Integral dari Kesehatan

Ditulis pada tanggal 22 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: kuliah

Kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Kesehatan jiwa bukan sekedar terbebas dari gangguan jiwa, akan tetapi merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya, serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok.

Proses globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi antar kawasan di dunia memberikan dampak terhadap nilai-nilai sosial dan budaya pada masyarakat. Krisis ekonomi [lanjutannya...]


Refleks, Cara Pemeriksaan, dan Responnya

Ditulis pada tanggal 21 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: kuliah

a. Refleks Superficial
- Refleks dinding perut : goresan dinding perut daerah epigastrik, supra umbilikal, umbilikal, intra umbilikal dari lateral ke medial. Respon : kontraksi dinding perut.
- Refleks Cremaster : goresan pada kulit paha sebelah medial dari atas ke bawah. Respon : elevasi testes ipsilateral.
- Refleks Gluteal : goresan atau tusukan pada daerah gluteal. Respon : gerakan reflektorik otot gluteal ipsilateral.
b. Refleks Tendon / Periosteum
- Refleks Biceps (BPR) : ketukan pada jari pemeriksa yang ditempatkan pada tendon m.biceps brachii, posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku. Respon : fleksi lengan pada sendi siku.
- Refleks Triceps (TPR) : ketukan pada tendon otot triceps, [lanjutannya...]


Pemeriksaan Neurologis : Fungsi Nervus Cranialis

Ditulis pada tanggal 20 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: kuliah

Cara pemeriksaan nervus cranialis :
a. N.I : olfaktorius (daya penciuman) : pasien memejamkan mata, disuruh membedakan yang dirasakan (kopi, tembakau,alkohol, dll)
b. N.II : optikus (tajam penglihatan) : dengan snellen card, funduscope, dan periksa lapang pandang.
c. N.III : okulomorius (gerakan kelopak mata ke atas, kontriksi pupil, gerakan otot mata) : tes putaran bola mata, [lanjutannya...]


Pemeriksaan Neurologis Fungsi Cerebral

Ditulis pada tanggal 19 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: kuliah

Glasgow Coma Scale.Penilaian :
* Refleks Membuka Mata (E)
4 : membuka secara spontan
3 : membuka dengan rangsangan suara
2 : membuka dengan rangsangan nyeri
1 : tidak ada respon
* Refleks Verbal (V)
5 : orientasi baik
4 : kata baik, kalimat baik, tapi isi percakapan membingungkan
3 : kata-kata baik tapi kalimat tidak baik
2 : kata-kata tidak dapat dimengerti, hanya mengerang
1 : tidak ada respon
* Refleks Motorik (M)
6 : melakukan perintah dengan benar
5 : mengenali nyeri lokal tapi tidak melakukan perintah dengan benar
4 : dapat menghindari rangsangan dengan tangan fleksi.
3 : hanya dapat melakukan fleksi
2 : hanya dapat melakukan ekstensi
1 : tidak ada respon

cara penulisannya berurutan E-V-M sesuai nilai yang didapatkan. Penderita yang sadar = compos mentis pasti GCSnya 15 (4-5-6), sedang penderita koma dalam, GCSnya 3 (1-1-1). Bila salah satu reaksi tidak bisa dinilai, misal kedua mata bengkak sedang V dan M normal, penulisannya X-5-6.Bila ada trakheostomi sedang E dan M normal, penulisannya 4-X-6.Atau bila tetra parese sedang E dan V normal, penulisannya 4-5-X. GCS tidak bisa dipakai untuk menilai tingkat kesadaran pada anak berumur kurang dari 5 tahun. Atau jika ditotal skor GCS dapat diklasifikasikan :
a. Skor 14-15 : compos mentis
b. Skor 12-13 : apatis
c. Skor 11-12 : somnolent
d. Skor 8-10 : stupor
e. Skor < 5 : koma

Derajat Kesadaran
- Sadar : dapat berorientasi dan komunikasi
- Somnolens [lanjutannya...]


Suara Paru Normal dan Abnormal

Ditulis pada tanggal 18 January 2010 | oleh Nenk | dalam kategori: fisiologi

A. Suara Paru Normal
- Tracheal adalah suara yang dihasilkan saat udara melewati glottis, lokasi di atas trachea. Inspirasi = ekspirasi.
- Bronkial adalah udara yang melewati bronkus, lokasi diatas manubrium. Inspirasi > ekspirasi.
- Bronkhio-vesikuler adalah suara [lanjutannya...]


Gangguan Jiwa Bipolar

Ditulis pada tanggal 16 December 2009 | oleh Nenk | dalam kategori: fisiologi

Menurut dr Jap Mustopo B SpKJ dari Rumah Sakit Mayapada, Tangerang, perasaan senang dan sedih muncul secara tidak menentu dan berlangsung tiba-tiba termasuk dalam kategori gangguan penyakit jiwa bipolar. Bipolar itu sendiri adalah gangguan afektif bipolar. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.

Bipolar, memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.

Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. “Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik,” katanya.

Penyebab Bipolar

Mereka yang mengalami gangguan bipolar [lanjutannya...]


Pare dan Gula Darah

Ditulis pada tanggal 21 October 2009 | oleh Nenk | dalam kategori: info penyakit

Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda?

Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons – 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah [lanjutannya...]


Menangani Cacar Air pada Anak

Ditulis pada tanggal 19 October 2009 | oleh Nenk | dalam kategori: info penyakit

Anak yang terkena penyakit cacar air pasti merasa tersiksa karena seluruh tubuh terasa gatal dan biasanya dilarang bermain dengan teman-temannya. Lalu bagaimana menangani anak yang terkena cacar air agar tidak menulari yang lain?

Penyakit cacar air adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus Varicella zoster. Biasanya anak yang terkena cacar air harus beristirahat total setidaknya 7 sampai 10 hari. Jika sedang sakit cacar air tubuh akan merasa panas [lanjutannya...]