<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; alkohol</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/alkohol/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Delirium</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2011/09/delirium.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2011/09/delirium.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 03:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol dan delirium]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol menyebabkan subdural hematome]]></category>
		<category><![CDATA[arti delirium]]></category>
		<category><![CDATA[askep keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[askep keracunan makanan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[askep menarik diri pada lansia]]></category>
		<category><![CDATA[askep pada klien subdural hematoma]]></category>
		<category><![CDATA[askep pasien dengan keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[askep pasien menarikdiri]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan pada klien dengan dehidrasi berat disertai delirium]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan pasien dengan alkoholisme]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri fisik kanker otak]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri penderi penyakit hidrosevalus]]></category>
		<category><![CDATA[definisi delirium akut]]></category>
		<category><![CDATA[delirium]]></category>
		<category><![CDATA[delusi]]></category>
		<category><![CDATA[demam dan delirium]]></category>
		<category><![CDATA[disorientasi]]></category>
		<category><![CDATA[fatofisiologi keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[fatofisiologi waham]]></category>
		<category><![CDATA[halusinasi]]></category>
		<category><![CDATA[hidrosefalus]]></category>
		<category><![CDATA[issue and trend keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[issue dan trend keperawatan maternity]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan makanan definisi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan klien dengan kanker otak]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan psikosa]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisme amfetamin]]></category>
		<category><![CDATA[mekanismenya keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati infeksi otak]]></category>
		<category><![CDATA[meningitis]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan keracunan amfetamin]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan penyakit hidrosefalus]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh obat demam terhadap gangguan delirium]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[psikosa]]></category>
		<category><![CDATA[skizofrenia pada lansia]]></category>
		<category><![CDATA[subdural hemtome pada orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[subdural otak]]></category>
		<category><![CDATA[terapi obat obatan keperawatan jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tumor otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih. Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium. Penyebab delirium: # Alkohol, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.</p>
<p>Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.</p>
<p>Penyebab delirium:<br />
# Alkohol, obat-obatan dan bahan beracun<br />
# Efek toksik dari pengobatan<br />
# Kadar elektrolit, garam dan mineral <span id="more-188"></span>(misalnya kalsium, natrium atau magnesium) yang tidak normal akibat pengobatan, dehidrasi atau penyakit tertentu<br />
# Infeksi akut disertai demam<br />
# Hidrosefalus bertekanan normal, yaitu suatu keadaan dimana cairan yang membantali otak tidak diserap sebagaimana mestinya dan menekan otak<br />
# Hematoma subdural, yaitu pengumpulan darah di bawah tengkorak yang dapat menekan otak.<br />
# Meningitis, ensefalitis, sifilis (penyakit infeksi yang menyerang otak)<br />
# Kekurangan tiamin dan vitamin B12<br />
# Hipotiroidisme maupun hipotiroidisme<br />
# Tumor otak (beberapa diantaranya kadang menyebabkan linglung dan gangguan ingatan)<br />
# Patah tulang panggul dan tulang-tulang panjang<br />
# Fungsi jantung atau paru-paru yang buruk dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida di dalam darah<br />
# Stroke.</p>
<p>Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian.<br />
Penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.</p>
<p>Hampir semua penderita mengalami disorientasi waktu dan bingung dengan tempat dimana mereka berada.<br />
Fikiran mereka kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia.</p>
<p>Pada kasus yang berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri.<br />
Beberapa penderita mengalami paranoia dan <a href="http://www.lenterabiru.com/2010/02/delusi.htm" class="broken_link">delusi</a> (percaya bahwa sedang terjadi hal-hal yang aneh).</p>
<p>Respon penderita terhadap kesulitan yang dihadapinya berbeda-beda; ada yang sangat tenang dan menarik diri, sedangkan yang lainnya menjadi hiperaktif dan mencoba melawan <a href="http://www.lenterabiru.com/2010/02/persepsi-ilusi-dan-halusinasi.htm">halusinasi</a> maupun delusi yang dialaminya.</p>
<p>Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka sering terjadi perubahan perilaku. Keracunan obat tidur menyebabkan penderita sangat pendiam dan menarik diri, sedangkan keracunan amfetamin menyebabkan penderita menjadi agresif dan hiperaktif.</p>
<p>Delirium bisa berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari atau bahkan lebih lama lagi, tergantung kepada beratnya gejala dan lingkungan medis penderita.</p>
<p>Delirium sering bertambah parah pada malam hari (suatu fenomena yang dikenal sebagai matahari terbenam). Pada akhirnya, penderita akan tidur gelisah dan bisa berkembang menjadi koma (tergantung kepada penyebabnya).</p>
<p>Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan sesegera mungkin ditentukan penyebabnya. Dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan dititikberatkan pada respon neurologis penderita. Pemeriksan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan darah, rontgen dan pungsi lumbal.</p>
<p>Pengobatan tergantung kepada penyebabnya;<br />
- infeksi diatasi dengan antibiotik<br />
- demam diatasi dengan obat penurun panas<br />
- kelainan kadar garam dan mineral dalam darah diatasi dengan pengaturan kadar cairan dan garam dalam darah.</p>
<p>Untuk meringankan agitasi diberikan obat-obat benzodiazepin (misalnya diazepam, triazolam dan temazepam).</p>
<p>Obat anti-psikosa (misalnya haloperidol, tioridazin dan klorpromazin) biasanya diberikan hanya kepada penderita yang mengalami paranoid atau sangat ketakutan atau penderita yang tidak dapat ditenangkan dengan benzodiazepin.</p>
<p>Jika penyebabnya adalah alkohol, diberikan benzodiazepin sampai masa agitasi penderita hilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2011/09/delirium.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alzheimer</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/02/alzheimer.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/02/alzheimer.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 01:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[al zaimer]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan dengan lansia]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan lansia]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan penyakit alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[demensia]]></category>
		<category><![CDATA[diagnosa keperawatan pasien lansia]]></category>
		<category><![CDATA[etiologi alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[ingatan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan pendahuluan alzheimer]]></category>
		<category><![CDATA[penuaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit al zaimer]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit penurunan fungsi saraf otak]]></category>
		<category><![CDATA[peran perawat lansia]]></category>
		<category><![CDATA[pikun]]></category>
		<category><![CDATA[saraf otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya &#8216;kekanak-kanakan karena usia tua&#8217; yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya &#8216;kekanak-kanakan karena usia tua&#8217; yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.</p>
<p>Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (<a href="http://www.lenterabiru.com/2010/02/demensia-bagian-i.htm">dementia</a>) <span id="more-203"></span>yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.</p>
<p>Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.</p>
<p>Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/02/alzheimer.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Leukoplakia</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/leukoplakia.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/leukoplakia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[etiologi leukoplakia]]></category>
		<category><![CDATA[gejala leukoplakia]]></category>
		<category><![CDATA[gusi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kanker lidah]]></category>
		<category><![CDATA[leukoplakia]]></category>
		<category><![CDATA[leukoplakia patofisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[lidah]]></category>
		<category><![CDATA[mulut]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi leukoplakia]]></category>
		<category><![CDATA[patogenesis leukoplakia]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kanker lidah]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian leukoplakia]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit etiologi]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Leukoplakia adalah suatu kondisi di mana ada gangguan pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah mulut dan lidah. Gangguan itu berupa penebalan atau adanya bercak putih. Penyebab leukoplakia tidak diketahui, tetapi tembakau, baik merokok atau mengunyah, dianggap sebagai penyebab utama gangguan ini. Leukoplakia biasanya tidak berbahaya, tetapi kadang-kadang bisa serius. Meskipun kebanyakan leukoplakia jinak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi<br />
Leukoplakia adalah suatu kondisi di mana ada gangguan pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah mulut dan lidah. Gangguan itu berupa penebalan atau adanya bercak putih. Penyebab leukoplakia tidak diketahui, tetapi tembakau, baik merokok atau mengunyah, dianggap sebagai penyebab utama gangguan ini.</p>
<p>Leukoplakia biasanya tidak berbahaya, tetapi <span id="more-100"></span> kadang-kadang bisa serius. Meskipun kebanyakan leukoplakia jinak, persentasenya sangat kecil untuk menunjukkan tanda-tanda awal kanker mulut.</p>
<p>Gejala<br />
Leukoplakia dapat terlihat dalam beberapa bentuk. Perubahan biasanya terjadi pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah mulut dan kadang-kadang di lidah, dan mungkin muncul bercak putih atau keabu-abuan, serta ada daerah yang menebal atau mengeras. Jika ditemukan gejala-gejala leukoplakia disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.???</p>
<p>Pengobatan<br />
Bagi kebanyakan orang, berhenti merokok atau konsumsi alkohol membantu memulihkan gangguan ini. Ketika ini cara itu sudah ditempuh dan tidak efektif atau menunjukkan tanda-tanda awal kanker, kemungkinan untuk mneyembuhkannya dengan operasi atau laser untuk menghancurkan sel-sel kanker (cryoprobe).</p>
<p>Sumber: medlineplus dan emedicine.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/leukoplakia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 5/20 queries in 0.057 seconds using disk: basic
Object Caching 623/694 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-09 23:01:16 -->
