<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; darah</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/darah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Gangguan Pertukaran Gas</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2011/04/gangguan-pertukaran-gas.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2011/04/gangguan-pertukaran-gas.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 10:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nanda NOC NIC]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[etiologi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan pertukaran gas]]></category>
		<category><![CDATA[implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[sesak napas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Definisi : Kelebihan atau kekurangan dalam oksigenasi dan atau pengeluaran karbondioksida di dalam membran kapiler alveoli Batasan karakteristik : - Gangguan penglihatan - Penurunan CO2 - Takikardi - Hiperkapnia - Keletihan - Somnolen - Iritabilitas - Hypoxia - Kebingungan - Dyspnoe - Nasal faring - AGD Normal - Sianosis - Warna kulit abnormal (pucat, kehitaman) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Definisi :</strong> Kelebihan atau kekurangan dalam oksigenasi dan atau pengeluaran karbondioksida di dalam membran kapiler alveoli</p>
<p><strong>Batasan karakteristik : </strong></p>
<p>- Gangguan penglihatan</p>
<p>- Penurunan CO2</p>
<p>- Takikardi</p>
<p>- Hiperkapnia</p>
<p>- Keletihan</p>
<p>- Somnolen</p>
<p>- Iritabilitas</p>
<p>- Hypoxia</p>
<p>- Kebingungan</p>
<p>- Dyspnoe</p>
<p>- Nasal faring</p>
<p>- AGD Normal</p>
<p>- Sianosis</p>
<p>- Warna kulit abnormal (pucat, kehitaman)</p>
<p>- Hipoksemia</p>
<p>- Hiperkarbia</p>
<p>- Sakit kepala ketika bangun</p>
<p>- Frekuensi dan kedalaman nafas abnormal</p>
<p><strong>Faktor faktor yang berhubungan :</strong></p>
<p>- ketidakseimbangan perfusi ventilasi</p>
<p>- perubahan membran kapiler-alveolar</p>
<p><strong>NOC Label:</strong></p>
<p>-  Respiratory Status : Gas exchange</p>
<p>-  Respiratory Status : ventilation</p>
<p>-  Vital Sign Status<span id="more-367"></span></p>
<p><strong>Kriteria Hasil : </strong></p>
<p>-  Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat</p>
<p>-  Memelihara kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda distress pernafasan</p>
<p>-   Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips)</p>
<p>-  Tanda tanda vital dalam rentang normal</p>
<p><strong>NIC :</strong></p>
<p><strong>Airway Management<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau utter thrust bila perlu</li>
<li>Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi</li>
<li>Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan</li>
<li>Pasang mayo bila perlu</li>
<li>Lakukan fisioterapi pappa jika perlu</li>
<li>Keluarkan sekret dengan batuk atau suction</li>
<li>Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan</li>
<li>Lakukan suction pada mayo</li>
<li>Berika bronkodilator bial perlu</li>
<li>Barikan pelembab udara</li>
<li>Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.</li>
<li>Monitor respirasi dan position O2</li>
</ul>
<p><strong>Respiratory Monitoring</strong></p>
<ul>
<li>Monitor rata – rata, kedalaman, irama dan usaha respirasi</li>
<li>Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supraclavicular dan intercostal</li>
<li>Monitor suara nafas, seperti dengkur</li>
<li>Monitor pola nafas : bradipena, takipenia, kussmaul, hiperventilasi, cheyne stokes, biot</li>
<li>Catat lokasi trakea</li>
<li>Monitor kelelahan otot diagfragma (gerakan paradoksis)</li>
<li>Auskultasi suara nafas, catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan</li>
<li>Tentukan kebutuhan suction dengan mengauskultasi crakles dan ronkhi pada jalan napas utama</li>
<li>auskultasi suara paru setelah tindakan untuk mengetahui hasilnya</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2011/04/gangguan-pertukaran-gas.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pare dan Gula Darah</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/pare-dan-gula-darah.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/pare-dan-gula-darah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[definisi patella]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[kadar]]></category>
		<category><![CDATA[pare]]></category>
		<category><![CDATA[penurun]]></category>
		<category><![CDATA[sayur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda? Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons &#8211; 3 ons bisa membuat kadar gula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda?</p>
<p>Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons &#8211; 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah <span id="more-104"></span> puasa pada diabetesi. Memang ini sangat baik untuk para diabetesi akan tetapi hati &#8211; hati dalam menggunakannya jika kadar gula darah Anda normal.</p>
<p>Komposisi pare sangatlah beragam, rasa pahit pare yang merupakan karakter khasnya disebabkan karena kandungan cucurbitacins. Diantara komposisi ini terdapatlah Charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi gula darah. Charantin membuat suatu reaksi penurunan gula darah (hipoglikemik). Pare juga mengandung suatu peptida yang menyerupai sifat insulin, salah satunya adalah polipeptida P dan alkaloid. Kandungan lain dalam pare pun turut serta dalam efek perubahan gula darah. Pada penelitian percobaan yang dilakukan ke manusia, pare menunjukkan perubahan signifikan dalam pengontrolan gula darah setelah mengkonsumsinya dan menghasilkan efek penurunan gula darah.</p>
<p>Salah satu metode untuk menggunakan pare adalah dengan membuat jus pare segar ukuran kecil dan buatlah sebanyak 50ml pare (1,5 ons) sampai 100 ml (sekitar 3 ons) lalu dibagi menjadi 2 atau 3 dosis sehari. Perlu diingat jus pare ini sangatlah pahit.</p>
<p>Meskipun pare sangat baik untuk menurunkan gula darah, akan tetapi harus diperhatikan penggunaannya apalagi jika Anda seorang diabetesi yang menggunakan obat &#8211; obatan untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Jangan lupa untuk memonitor kadar gula darah Anda jika Anda memutuskan untuk memakai pare sebagai tambahan pengontrol kadar gula darah. Jika Anda sedang dalam pengobatan bersama obat gula sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter Anda sebelum Anda menggunakan pare bersama obat Anda karena pare bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun drastis bila memakai terlalu berlebihan. Sedangkan untuk riwayat alergi terhadap pare belum pernah ada penelitiannya.</p>
<p>dr.Intan Airlina Febiliawanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/pare-dan-gula-darah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anemia</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/08/anemia-2.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/08/anemia-2.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 11:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuhan Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[anemia]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi penyakit kp]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[skema anemia gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[1. PENGERTIAN Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( Hematokrit per 100 ml darah ). Anemia dapat diklasifikasikan menurut : 1. Morfologi sel darah merah dan indeks-indeksnya 2. Etiologi Klasifikasi Anemia Menurut morfologi Mikro dan Makro menunjukkan ukuran sel darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya.Ada tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. PENGERTIAN</p>
<p>Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( Hematokrit per 100 ml darah ).</p>
<p>Anemia dapat diklasifikasikan menurut :</p>
<p>1. Morfologi sel darah merah dan indeks-indeksnya<br />
2. Etiologi<br />
<span id="more-9"></span><br />
Klasifikasi Anemia Menurut morfologi Mikro dan Makro menunjukkan ukuran sel darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya.Ada tiga klasifikasi besar yaitu :</p>
<p>1.</p>
<p>Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah .<br />
2.</p>
<p>Anemia Makrositik normokrom adalah Ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari normal tetapi konsentrasi hemoglobin normal ( MCV Meningkat,MCHC normal)<br />
3.</p>
<p>Anemia Mikrositik HipokromUkuran sel-sel darah merah kecil mengandung Hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal ( MCV maupun MCHC kurang ).</p>
<p>Yang termasuk dalam kategori Anemia Mikrositik Hipokrom adalah Anemia defisiensi bisa terjadi akibat kekurangan besi, pirodoksin atau tembaga.</p>
<p>Anemia Defisiensi Besi adalah keadaan dimana kandungan besi tubuh total turun dibawah tingkat normal yang terjadi akibat tidak adanya besi yang memadai untuk mensintesis Hemoglobin .</p>
<p>1.</p>
<p>PATOFISIOLOGI</p>
<p>Anemia defisiensi zat besi adalah anemia yang paling sering menyerang anak-anak. Bayi cukup builan yang lahir dari ibu nonanemik dan bergizi baik, memiliki cukup persediaan zat besi sampai berat badan lahirnya menjadi dua kali lipat umumnya saat berusia 4-6 bulan. Sesudah itu zat besi harus tersedia dalam makanan untuk memenuhi kebutuhan anak. Jika asupan zat besi dari makanan tidak mencukupi terjadi anemia defisiensi zat besi . Hal ini paling sering terjadi karena pengenalan makanan padat yang terlalu dini ( sebelum usia 4-6 bulan) dihentikannya susu formula bayi yang mengandung zat besi atau ASI sebelum usia 1 tahun dan minum susu sapi berlebihan tanpa tambahan makanan padat kaya besi. Bayi yang tidak cukup bulan, bayi dengan perdarahan perinatal berlebihan atau bayi dari ibu yang kurang gizi dan kurang zat besi juga tidak memiliki cadangan zat besi yang adekuat. Bayi ini berisiko lebih tinggi menderita anemia defisiensi besi sebelum berusia 6 bulan.</p>
<p>Anemia defisiensi zat besi dapat juga terjadi karena kehilangan darah yang kronik. Pada Bayi hal ini terjadi karena perdarahan usus kronik yang disebabkan oleh accelerator dalam susu sapi yang tidak tahan panas. Pada anak sembarang umur kehilangan darah sebanyak 1-7 ml dari saluran cerna setiap hari dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Pada remaja putri anemia defisiensi zat besi juga dapat terjadi karena menstruasi yang berlebihan.</p>
<p>1.</p>
<p>CLINICAL PATHWAY</p>
<p>Kurangnya Asupan Zat Besi</p>
<p>Cadangan Zat besi tidak mencukupi</p>
<p>Anemia Def. Zat Besi</p>
<p>Lemah Pucat Demam</p>
<p>1.</p>
<p>TANDA DAN GEJALA</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Konjungtiva pucat ( Hemoglobin ( Hb) 6 sampai10 g/dl ).<br />
2.</p>
<p>Telapak tangan pucat ( Hb dibawah 8 g/dl )<br />
3.</p>
<p>Iritabilitas dan Anoreksia ( Hb 5 g/dl atau lebih rendah<br />
4.</p>
<p>Takikardia , murmur sistolik<br />
5.</p>
<p>Pika<br />
6.</p>
<p>Letargi, kebutuhan tidur meningkat<br />
7.</p>
<p>Kehilangan minat terhadap mainan atau aktifitas bermain.</p>
<p>1.</p>
<p>KOMPLIKASI</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Perkembangan otot buruk ( jangka panjang )<br />
2.</p>
<p>Daya konsentrasi menurun<br />
3.</p>
<p>Hasil uji perkembangan menurun<br />
4.</p>
<p>Kemampuan mengolah informasi yang didengar menurun</p>
<p>1.</p>
<p>PEMERIKSAAN KHUSUS DAN PENUNJANG</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Kadar porfirin eritrosit bebas &#8212;- meningkat<br />
2.</p>
<p>Konsentrasi besi serum &#8212;&#8212;- menurun<br />
3.</p>
<p>Saturasi transferin &#8212;&#8212; menurun<br />
4.</p>
<p>Konsentrasi feritin serum &#8212;- menurun<br />
5.</p>
<p>Hemoglobin menurun<br />
6.</p>
<p>Rasio hemoglobin porfirin eritrosit &#8212;- lebih dari 2,8 ug/g adalah diagnostic untuk defisiensi besi<br />
7.</p>
<p>Mean cospuscle volume ( MCV) dan mean cospuscle hemoglobin concentration ( MCHC ) &#8212;- menurun menyebabkan anemia hipokrom mikrositik atau sel-sel darah merah yang kecil-kecil dan pucat.<br />
8.</p>
<p>Selama pengobatan jumlah retikulosit &#8212;- meningkat dalam 3 sampai 5 hari sesuadh dimulainya terapi besi mengindikasikan respons terapeutik yang positif.<br />
9.</p>
<p>Dengan pengobatan, hemoglobin&#8212;&#8212;- kembali normal dalam 4 sampai 8 minggu mengindikasikan tambahan besi dan nutrisi yang adekuat.</p>
<p>1.</p>
<p>THERAPI</p>
<p>Usaha pengobatan ditujukan pada pencegahan dan intervensi. Pencegahan tersebut mencakup ; Menganjurkan Ibu-Ibu untuk memberikan ASI, Makan makanan kaya zat besi dan minum vitamin pranatal yang mengandung besi.</p>
<p>Terapi untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi terdiri dari program pengobatan berikut ;</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Zat besi diberikan per oral dalam dosis 2 – 3 mg/kg unsur besi semua bentuk zat besi sama efektifnya ( fero sulfat, fero fumarat, fero suksinat, fero glukonat.<br />
2.</p>
<p>Vitamin C harus diberikan bersama dengan besi ( Vitamin C meningkatkan absorpsi besi ).</p>
<p>Terapi besi hendaknya diberikan sekurang-kurangnya selama 6 minggu setelah anemia dikoreksi untuk mengisi kembali cadangan besi. Zat besi yang disuntikkan jarang dipakai lagi kecuali terdapat penyakit malabsorpsi usus halus.</p>
<p>1.</p>
<p>MASALAH KEPERAWATAN</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Intoleransi Aktifitas yang berhubungan dengan kerusakan transpor oksigen sekunder terhadap penurunan sel darah merah<br />
2.</p>
<p>Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh<br />
3.</p>
<p>Keletihan<br />
4.</p>
<p>Risiko terhadap infeksi yang berhubungan dengan penurunan resistensi sekunder akibat hipoksia jaringan dan atau sel-sel darah putih abnormal ( neutropenia, leukopenia )<br />
5.</p>
<p>Risiko terhadap cedera : Kecendrungan perdarahan yang berhubungan dengan trombositopenia dan splenomegali<br />
6.</p>
<p>Risiko tinggi perubahan pertumbuhan dan perkembangan</p>
<p>1.</p>
<p>MASALAH KOLABORASI</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>KP : Perdarahan<br />
2.</p>
<p>KP : Gagal Jantung<br />
3.</p>
<p>KP : Kelebihan zat besi ( Transfusi berulang ).</p>
<p>1.</p>
<p>PERENCANAAN KEPERAWATAN</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>TUJUAN</p>
<p>Tujuan Utama meliputi Toleransi terhadap aktifitas, pencapaian dan pemeliharaan nutrisi yang adekuat dan tidak adanya komplikasi.</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>KRITERIA HASIL<br />
1.</p>
<p>Warna kulit anak membaik<br />
2.</p>
<p>Pola tumbuih anak membaik ( seperti terlihat pada peta pertumbuhan )<br />
3.</p>
<p>Tingkat aktifitas anak sesuai dengan usianya<br />
4.</p>
<p>Orang tua menunjukkan pemahamannya terhadap aturan pengobatan di rumah ( Misalnya : Pemberian obat, makanan kaya zat besi yang sesuai).</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>INTERVENSI<br />
1.</p>
<p>Pantau efek therapheutik dan efek yang tidak diinginkan dari terapi zat besi pada anak :</p>
<p>*</p>
<p>Efek samping dari terapi oral ( misal : perubahan warna gigi )<br />
*</p>
<p>Ajarkan tentang cara-cara mencegah perubahan warna gigi:<br />
o</p>
<p>Minum preparat besi dengan air, sebaiknya dengan jus jeruk<br />
o</p>
<p>Berkumur setelah minum obat.</p>
<p>*</p>
<p>Anjurkan untuk meningkatkan makanan berserat dan air untuk mengurangi efek konstipasi dari zat besi<br />
*</p>
<p>Untuk mengatasi konstipasi berat akibat zat besi cobalah untuk menurunkan dosis zat besi tetapi memperpanjang lama pengobatan.</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Ajarkan pada orang tua tentang asupan nutrisi yang adekuat .<br />
*</p>
<p>Kurangi asupan susu pada anak<br />
*</p>
<p>Tingkatkan asupan daging dan pengganti accelerator yang sesuai<br />
*</p>
<p>Tambahkan padi-padian utuh dan sayur-sayuran hijau dalam diet.<br />
2.</p>
<p>Dapatkan informasi tentang riwayat diet dan perilaku makan</p>
<p>*</p>
<p>Kaji faktor-faktor yang menyebabkan defisiensi nutrisi,-psikososial,perilaku dan nutrisional<br />
*</p>
<p>Buat rencana bersama orang tua tentang pendekatan pendekatan kebiasaan makan yang dapat diterima<br />
*</p>
<p>Rujuk ke Ahli Gisi untuk evaluasi dan terapi intensif.</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Anjurkan Ibu untuk menyusui bayinya karena zat besi dari ASI mudah diserap.</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>RASIONAL</p>
<p>*</p>
<p>Dengan memantau efek therapheutik dapat diketahui keuntungan dan kerugian dari pemberian therapheutik tsb sehingga memudahkan i untuk tindakan lebih lanjut.<br />
*</p>
<p>Dengan mengajarkan pada orang tua tentang asupan nutrisi yang adekuat kebutuhan zat besi anak bisa terpenuhi sesuai dengan usianya disamping orang tua lebih memahami akan pentingnya kebutuhan zat besi bagi anak.<br />
*</p>
<p>Dengan memberikan informasi tentang riwayat diet dan perilaku makan dapat diketahui kebiasaan yang menguntungkan/merugikan bagi kesehatan klien.<br />
*</p>
<p>Dengan menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya defisiensi zat besi pada bayi dan anak dapat dicegah karena pada ASI mengandung zat besi yang mudah diserap oleh tubuh.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>1.</p>
<p>Cecily L. Betz, dkk, 2002, Buku Saku Keperawatan Pediatri, EGC Jakarta.<br />
2.</p>
<p>Suriadi,dkk, 2001, Asuhan Keperawatan Anak, cetakan I , penerbit C.V. Agung Seto, Jakarta<br />
3.</p>
<p>FKUI, 1998, Ilmu Kesehatan Anak, Percetakan infomedika, Jakarta.<br />
4.</p>
<p>Richard,R.,dkk, 1992, Ilmu Kesehatan Anak Bagian II.<br />
5.</p>
<p>Sylvia A.Price, dkk, 1995, Patofisiologi Konsep Klinis proses-proses penyakit, Edisi 4, EGC , Jakarta.<br />
6.</p>
<p>Lynda Jual Carpenito, 2001, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/08/anemia-2.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 6/17 queries in 0.039 seconds using disk: basic
Object Caching 497/516 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-09 22:20:05 -->
