<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; diabetes</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/diabetes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Pare dan Gula Darah</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/pare-dan-gula-darah.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/pare-dan-gula-darah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[definisi patella]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[kadar]]></category>
		<category><![CDATA[pare]]></category>
		<category><![CDATA[penurun]]></category>
		<category><![CDATA[sayur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda? Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons &#8211; 3 ons bisa membuat kadar gula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda?</p>
<p>Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons &#8211; 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah <span id="more-104"></span> puasa pada diabetesi. Memang ini sangat baik untuk para diabetesi akan tetapi hati &#8211; hati dalam menggunakannya jika kadar gula darah Anda normal.</p>
<p>Komposisi pare sangatlah beragam, rasa pahit pare yang merupakan karakter khasnya disebabkan karena kandungan cucurbitacins. Diantara komposisi ini terdapatlah Charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi gula darah. Charantin membuat suatu reaksi penurunan gula darah (hipoglikemik). Pare juga mengandung suatu peptida yang menyerupai sifat insulin, salah satunya adalah polipeptida P dan alkaloid. Kandungan lain dalam pare pun turut serta dalam efek perubahan gula darah. Pada penelitian percobaan yang dilakukan ke manusia, pare menunjukkan perubahan signifikan dalam pengontrolan gula darah setelah mengkonsumsinya dan menghasilkan efek penurunan gula darah.</p>
<p>Salah satu metode untuk menggunakan pare adalah dengan membuat jus pare segar ukuran kecil dan buatlah sebanyak 50ml pare (1,5 ons) sampai 100 ml (sekitar 3 ons) lalu dibagi menjadi 2 atau 3 dosis sehari. Perlu diingat jus pare ini sangatlah pahit.</p>
<p>Meskipun pare sangat baik untuk menurunkan gula darah, akan tetapi harus diperhatikan penggunaannya apalagi jika Anda seorang diabetesi yang menggunakan obat &#8211; obatan untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Jangan lupa untuk memonitor kadar gula darah Anda jika Anda memutuskan untuk memakai pare sebagai tambahan pengontrol kadar gula darah. Jika Anda sedang dalam pengobatan bersama obat gula sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter Anda sebelum Anda menggunakan pare bersama obat Anda karena pare bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun drastis bila memakai terlalu berlebihan. Sedangkan untuk riwayat alergi terhadap pare belum pernah ada penelitiannya.</p>
<p>dr.Intan Airlina Febiliawanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/pare-dan-gula-darah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diabetes Mellitus (DM)</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/01/diabetes-mellitus-dm.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/01/diabetes-mellitus-dm.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 07:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[askep pada klien dm kad]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana terjadinya dm tipe 2?]]></category>
		<category><![CDATA[cara penanganan dm]]></category>
		<category><![CDATA[dampak terkena herpes pada kehamilan trimester 1]]></category>
		<category><![CDATA[definisi penyakit diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi perawat pada pasien dm 2]]></category>
		<category><![CDATA[gejala honk]]></category>
		<category><![CDATA[glukosa darah sewaktu]]></category>
		<category><![CDATA[gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[honk and kad]]></category>
		<category><![CDATA[kalori normal untuk diabet]]></category>
		<category><![CDATA[klasifikasi kadar gula darah normal]]></category>
		<category><![CDATA[klinik diabet]]></category>
		<category><![CDATA[klinis hipoglikemia]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi akut diabetes melitus]]></category>
		<category><![CDATA[nilai normal diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tekanan darah normalpria]]></category>
		<category><![CDATA[osmolaritas]]></category>
		<category><![CDATA[penaganan hipoglikemia]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan bumil dengan diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan koma hiperglikemia]]></category>
		<category><![CDATA[pencetus dm tipe 2]]></category>
		<category><![CDATA[pendahuluan askep diabetes melitus]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit herpes genetis]]></category>
		<category><![CDATA[rumus hitung osmolaritas]]></category>
		<category><![CDATA[rumus kalori anak]]></category>
		<category><![CDATA[rumus osmolaritas]]></category>
		<category><![CDATA[rumus pemberian insulin]]></category>
		<category><![CDATA[rumusan penyakit anemia]]></category>
		<category><![CDATA[tanda2 keringat dingin.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Gejala khas DM : Poliuria Polidipsi Polifagia BB menurun cepat tanpa penyebab yang jelas Gejala tidak khas : Kesemutan Gatal di daerah genital Infeksi yang sulit sembuh Bisul yang hilang timbul Penglihatan kabur Cepat lelah Mudah mengantuk, dll Faktor resiko DM : Kegemukan (BB > BB idaman atau IMT > 25 kg/m2) Hipertensi (TD > [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gejala khas DM :<br />
Poliuria<br />
Polidipsi<br />
Polifagia<br />
BB menurun cepat tanpa penyebab yang jelas</p>
<p>Gejala tidak khas :<br />
<span id="more-30"></span><br />
Kesemutan<br />
Gatal di daerah genital<br />
Infeksi yang sulit sembuh<br />
Bisul yang hilang timbul<br />
Penglihatan kabur<br />
Cepat lelah<br />
Mudah mengantuk, dll</p>
<p>Faktor resiko DM :<br />
Kegemukan  (BB > BB idaman atau IMT > 25 kg/m2)<br />
Hipertensi (TD > 140/90 mmHg)<br />
Riwayat keluarga DM<br />
Riwayat melahirka bayi dgn BB > 4000 gram<br />
Riwayat DM pada kehamilan (DM gestasional)<br />
Riwayat TGT atau GDPT<br />
Penderita PJK, TBC,hipertiroidisme<br />
Kadar lipid abnormal (Cholesterol HDL < 35 mg/dl dan atau trigliserida >   250 mg/dl)</p>
<p>KLASIFIKASI DIABETES MELITUS<br />
1.  DM Tipe 1 :<br />
Defisiensi Insulin absolud akibat dekstruksi sel beta<br />
Penyebab autoimmun, idiopatik<br />
2.  DM Tipe 2 :<br />
Defisiensi insulin relatif<br />
Disebabkan karena defek sekresi insulin lebih dominan daripada resistensi insulin dan resistensi insulin lebih dominan daripada defek sekresi insulin<br />
Dibedakan menjadi tipe gemuk dan tidak gemuk<br />
3.  DM Tipe lain :<br />
a.  Defek genetik fungsi sel beta :<br />
Maturity onset diabetes of young<br />
Mutasi mitokrondria DNA 3243 dll<br />
b.  Penyakit eksokrin pankreas :<br />
Pankreatitis<br />
Pankreatektomi<br />
c.  Endokrinopati :<br />
Cusing<br />
Hipertiroidisme<br />
Akromegali<br />
d.  Akibat obat :<br />
Glukokortikoid<br />
Hormon tiroid<br />
e.  Infeksi :<br />
CMV<br />
Rubella<br />
f.  Immunologi :<br />
Antibodi anti insulin<br />
g.  Sindrom genetik lain :<br />
Sindroma down, Kinefelter, Turner<br />
4.DM Gestasional</p>
<p>KARAKTERISTIK DIABETES MELITUS<br />
DM TIPE 1 :<br />
a.Mudah terjadi ketoasidosis<br />
b.Pengobatan tergantung insulin<br />
c.Onset akut<br />
d.Biasanya kurus<br />
e.Berhubungan dengan HLA-DR3 dan DR4<br />
f.Didapatkan islet cell antibody (ICA)<br />
g.Riwayat keluarga DM positif 10 %<br />
h.30-50 % kembar identik terkena<br />
i.Biasanya  pada umur muda</p>
<p>DM TIPE 2 :<br />
a.Tidak mudah terjadi ketoasidosis<br />
b.Pengobatan tidak harus tergantung insulin<br />
c.Onset lambat<br />
d.Gemuk atau tidak gemuk<br />
e.Tidak berhubungan dengan HLA<br />
f.Tida ada islet cell antibody (ICA)<br />
g.Riwayat keluarga DM positif 30 %<br />
h.+ 100 % kembar identik terkena<br />
i.Biasanya > 45 tahun</p>
<p>Ketoasidosis Diabetik :<br />
Klinis/riwayat DM sebelumnya, kesadaran menurun, nafas cepat dan dalam (kussmaul) serta tanda-tanda dehidrasi<br />
Faktor pencetus : infeksi akut, infark miokard akut, stroke<br />
Laboratorium :hiperglikemia (GD >250 mg/dl), asidosis metabolik (PH < 7,3, bikarbonat < 15 meq), ketosis (ketonemia dan atau ketonuria)</p>
<p>Hiperosmolar Non Ketotik (HONK) :<br />
Riwayat penyakit sama seperti pada KAD (biasanya berusaha > 40 tahun)<br />
Hiperglikemia disertai osmolaritas darah yang tinggi<br />
Tanpa asidosis dan ketosis</p>
<p>KAD dan HONK<br />
Perbandingan KAD dan HONK :<br />
					KAD			HONK<br />
Umur (tahun)			< 40			> 40<br />
Glukosa darah (mg/dl)	        > 250			> 600<br />
Na serum (meq/dl)		< 140			>140<br />
K serum (meq/dl)		          / N			Sering<br />
Bikarbonat (meq/dl) 					N / Sering<br />
Osmolaritas 			Bervariasi		> 320<br />
Rumus Osm = 2 (Na + K) + Glukosa (mg/dl)  + Urea<br />
				18	              6<br />
Nilai normal : 275 –295 m Osm/L</p>
<p>PENGELOLAAN DIABETES MELITUS<br />
1.Edukasi<br />
2.Perencanaan makan<br />
3.Latihan jasmani<br />
4.Obat (bila diperlukan)</p>
<p>POKOK-POKOK EDUKASI<br />
Sikap yang perlu diambil bila sedang sakit dan prosedur penanganan gawadt darurat<br />
Pra-konsepsi, DM gestasional, kadar GD selama kehamilan dan faktor resiko yang mempengaruhinya<br />
Komplikasi menahun : deteksi, cara pengobatan, pencegahan dan rehabilitasi<br />
Pemeliharaan dan pemeriksaan gigi, kuku, kulitsecara teratur<br />
Fasilitas kesehatan yang tersedia, asuransi kesehatan, instansi, organisasi, dan lembaga yang berhubungan dengan DM, mengenai fungsi, keuntungan dan tanggungjawabnya<br />
Strategi perubahan perilaku, sasaran pengobatan, mengurangi faktor resiko dan membantu mengatasi / menyelesaikan masalah</p>
<p>PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI<br />
Makanan dianjurkan seimbang dengan komposisi karbohidrat 60-70%, accelerator 10-15% dan lemak 20-25%<br />
IMT =  BB (kg)<br />
          TB (m2)<br />
IMT normal wanita 	: 18,5 – 23,5 kg/m2<br />
IMT normal Pria  	        : 22,5 – 25 kg/m2</p>
<p>Status gizi :<br />
BB idaman   : (TB – 100) – 10 %  à Rumus Broca<br />
BB kurang	: < 90 % BB idaman<br />
BB normal	: 90 - 110 % BB idaman<br />
BB lebih	: 110 - 120 % BB idaman<br />
BB gemuk	: > 120 % BB idaman</p>
<p>Kalori basal :<br />
Laki-laki : BB idaman x 30 kalori / kg		: ………… kalori<br />
Wanita   : BB idaman x 25 kalori / kg		: ………… kalori</p>
<p>Koreksi / penyesuaian :<br />
Umur > 40 tahun :  &#8211; 5 % x kalori basal 		: -……….. kalori<br />
Aktivitas ringan    :  + 10 % x kalori basal		: +………. kalori<br />
             sedang  :  + 20 % x kalori basal<br />
	  berat    :  + 30 % x kalori basal<br />
BB         gemuk   :   &#8211; 20 % x kalori basal		: -………… kalori<br />
	 lebih	  :   &#8211; 10 % x kalori basal<br />
	 kurang	  :   + 20 % x kalori basal<br />
Stres metabolik 	  :   + (10-30%) x kalori basal	: +………. kalori<br />
Hamil trimester I dan II				: + 300    kalori<br />
Hamil trimester III / laktasi				: + 500    kalori<br />
			Total kebutuhan		:  ………… kalori</p>
<p>PRINSIP PEMBAGIAN PORSI MAKANAN<br />
Disarankan porsi terbagi (3 porsi besar dan 3 porsi<br />
kecil) :<br />
1.Makan pagi    &#8211; Makan selingan pagi<br />
2.Makan siang   &#8211; Makan selingan siang<br />
3.Makan malam – Makan selingan malam<br />
      (terutama bagi yang menggunakan insulin kerja panjang)</p>
<p>LATIHAN JASMANI<br />
Manfaat latihan jasmani :<br />
Menurunkan kadar glukosa darah (mengurangi resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin)<br />
Menurunkan berat badan<br />
Mencegah kegemukan<br />
Mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi aterogenik, gangguan lipid darah, peningkatan tekanan darah, hiperkoagulasi darah</p>
<p>Prinsip : Continuous, Rhytmic, Interval, Progressive, Endurance (CRIPE) :<br />
Continuous : berkesinambungan, terus-menerus tanpa henti, misal 30 menit jogging tanpa henti<br />
Rhytmic : berirama yaitu kontraksi dan relaksasi secara teratur (jalan kaki, jogging, berlari, berenang, bersepeda, mendayung. Main golf, tenis, atau badminton tidak memenuhi syarat karena banyak berhenti))<br />
Interval : selang-seling antara gerak cepat dan lambat (jalan cepat diselingi jalan lambat, jogging diselingi jalan)<br />
Progressive : bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30-60 menit<br />
	Sasaran Heart Rate : 75-85 % dari maksimum Heart Rate<br />
	Maksimum Heart Rate : 220-umur<br />
Endurance : latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, seperti jalan (jalan santai/cepat, sesuai umur), jogging, berenang, dan bersepeda.</p>
<p>PENGELOLAAN DIABETES MELITUS<br />
Jenis-jenis insulin :<br />
Jenis<br />
Awitan kerja (jam)<br />
Puncak kerja (Jam)<br />
Lama kerja (Jam)<br />
Insulin kerja pendek<br />
Insulin kerja menengah<br />
Insulin kerja panjang<br />
Insulin campuran<br />
0,5 – 1<br />
1 – 2<br />
2<br />
0,5 – 1<br />
2 – 4<br />
4 – 12<br />
6 – 20<br />
2 – 4 dan 6 &#8211; 12<br />
5 – 8<br />
8 – 24<br />
18 – 36<br />
8 &#8211; 24</p>
<p>Cara pemakaian Insulin :<br />
Insulin kerja pendek/cepat :diberikan 15-30 menit sebelum makan<br />
Insulin analog : diberikan sesaat sebelum makan<br />
Insulin kerja menengah : 1-2 kali sehari, 15-30 menit sebelum makan</p>
<p>KOMPLIKASI AKUT DIABETES MELITUS<br />
1. Hipoglikemia<br />
    Kadar glukosa darah < 60 mg/dl atau < 80 mg/dl dengan gejala klinis<br />
    Tanda klinis :<br />
Stadium parasimpatik : lapar, mual, tekanan darah turun<br />
Stadium gangguan otak ringan : lemah, lesu, sulit bicara, kesulitan menghitung sementara<br />
Stadium simpatik : keringat dingin pada muka, bibir atau tangan gemetar<br />
Stadium gangguan otak berat : tidak sadar dengan atau tanpa kejan</p>
<p>Pengelolaan hipoglikemia :<br />
1.  Stadium permulaan (sadar)<br />
Gula murni 30 gram (2 sendok) atau sirop / permen gula murni dan makanan yang mengandung hidrat arang.<br />
Stop obat hipoglikemia sementara, periksa glukosa darah sewaktu<br />
2.  Stadium lanjut (koma hipoglikemia)<br />
D 40 % 2 flakon IV tiap 10-20 menit hingga pasien sadar<br />
Infus D 10 % 6 wad per kolf<br />
Bila belum teratasi, beri antagonis insulin seperti : adrenalin, kortison dosis tinggi, atau glukagon 1 mg IV / IM<br />
Pemantauan glukosa darah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/01/diabetes-mellitus-dm.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 3/17 queries in 0.025 seconds using disk: basic
Object Caching 440/494 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-09 23:12:11 -->
