<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; hemoglobin</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/hemoglobin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Anemia</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/08/anemia-2.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/08/anemia-2.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 11:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuhan Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[anemia]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[kurang]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi penyakit kp]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[skema anemia gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[1. PENGERTIAN Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( Hematokrit per 100 ml darah ). Anemia dapat diklasifikasikan menurut : 1. Morfologi sel darah merah dan indeks-indeksnya 2. Etiologi Klasifikasi Anemia Menurut morfologi Mikro dan Makro menunjukkan ukuran sel darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya.Ada tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. PENGERTIAN</p>
<p>Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( Hematokrit per 100 ml darah ).</p>
<p>Anemia dapat diklasifikasikan menurut :</p>
<p>1. Morfologi sel darah merah dan indeks-indeksnya<br />
2. Etiologi<br />
<span id="more-9"></span><br />
Klasifikasi Anemia Menurut morfologi Mikro dan Makro menunjukkan ukuran sel darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya.Ada tiga klasifikasi besar yaitu :</p>
<p>1.</p>
<p>Anemia Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV dan MCHC normal atau rendah .<br />
2.</p>
<p>Anemia Makrositik normokrom adalah Ukuran sel-sel darah merah lebih besar dari normal tetapi konsentrasi hemoglobin normal ( MCV Meningkat,MCHC normal)<br />
3.</p>
<p>Anemia Mikrositik HipokromUkuran sel-sel darah merah kecil mengandung Hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal ( MCV maupun MCHC kurang ).</p>
<p>Yang termasuk dalam kategori Anemia Mikrositik Hipokrom adalah Anemia defisiensi bisa terjadi akibat kekurangan besi, pirodoksin atau tembaga.</p>
<p>Anemia Defisiensi Besi adalah keadaan dimana kandungan besi tubuh total turun dibawah tingkat normal yang terjadi akibat tidak adanya besi yang memadai untuk mensintesis Hemoglobin .</p>
<p>1.</p>
<p>PATOFISIOLOGI</p>
<p>Anemia defisiensi zat besi adalah anemia yang paling sering menyerang anak-anak. Bayi cukup builan yang lahir dari ibu nonanemik dan bergizi baik, memiliki cukup persediaan zat besi sampai berat badan lahirnya menjadi dua kali lipat umumnya saat berusia 4-6 bulan. Sesudah itu zat besi harus tersedia dalam makanan untuk memenuhi kebutuhan anak. Jika asupan zat besi dari makanan tidak mencukupi terjadi anemia defisiensi zat besi . Hal ini paling sering terjadi karena pengenalan makanan padat yang terlalu dini ( sebelum usia 4-6 bulan) dihentikannya susu formula bayi yang mengandung zat besi atau ASI sebelum usia 1 tahun dan minum susu sapi berlebihan tanpa tambahan makanan padat kaya besi. Bayi yang tidak cukup bulan, bayi dengan perdarahan perinatal berlebihan atau bayi dari ibu yang kurang gizi dan kurang zat besi juga tidak memiliki cadangan zat besi yang adekuat. Bayi ini berisiko lebih tinggi menderita anemia defisiensi besi sebelum berusia 6 bulan.</p>
<p>Anemia defisiensi zat besi dapat juga terjadi karena kehilangan darah yang kronik. Pada Bayi hal ini terjadi karena perdarahan usus kronik yang disebabkan oleh accelerator dalam susu sapi yang tidak tahan panas. Pada anak sembarang umur kehilangan darah sebanyak 1-7 ml dari saluran cerna setiap hari dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Pada remaja putri anemia defisiensi zat besi juga dapat terjadi karena menstruasi yang berlebihan.</p>
<p>1.</p>
<p>CLINICAL PATHWAY</p>
<p>Kurangnya Asupan Zat Besi</p>
<p>Cadangan Zat besi tidak mencukupi</p>
<p>Anemia Def. Zat Besi</p>
<p>Lemah Pucat Demam</p>
<p>1.</p>
<p>TANDA DAN GEJALA</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Konjungtiva pucat ( Hemoglobin ( Hb) 6 sampai10 g/dl ).<br />
2.</p>
<p>Telapak tangan pucat ( Hb dibawah 8 g/dl )<br />
3.</p>
<p>Iritabilitas dan Anoreksia ( Hb 5 g/dl atau lebih rendah<br />
4.</p>
<p>Takikardia , murmur sistolik<br />
5.</p>
<p>Pika<br />
6.</p>
<p>Letargi, kebutuhan tidur meningkat<br />
7.</p>
<p>Kehilangan minat terhadap mainan atau aktifitas bermain.</p>
<p>1.</p>
<p>KOMPLIKASI</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Perkembangan otot buruk ( jangka panjang )<br />
2.</p>
<p>Daya konsentrasi menurun<br />
3.</p>
<p>Hasil uji perkembangan menurun<br />
4.</p>
<p>Kemampuan mengolah informasi yang didengar menurun</p>
<p>1.</p>
<p>PEMERIKSAAN KHUSUS DAN PENUNJANG</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Kadar porfirin eritrosit bebas &#8212;- meningkat<br />
2.</p>
<p>Konsentrasi besi serum &#8212;&#8212;- menurun<br />
3.</p>
<p>Saturasi transferin &#8212;&#8212; menurun<br />
4.</p>
<p>Konsentrasi feritin serum &#8212;- menurun<br />
5.</p>
<p>Hemoglobin menurun<br />
6.</p>
<p>Rasio hemoglobin porfirin eritrosit &#8212;- lebih dari 2,8 ug/g adalah diagnostic untuk defisiensi besi<br />
7.</p>
<p>Mean cospuscle volume ( MCV) dan mean cospuscle hemoglobin concentration ( MCHC ) &#8212;- menurun menyebabkan anemia hipokrom mikrositik atau sel-sel darah merah yang kecil-kecil dan pucat.<br />
8.</p>
<p>Selama pengobatan jumlah retikulosit &#8212;- meningkat dalam 3 sampai 5 hari sesuadh dimulainya terapi besi mengindikasikan respons terapeutik yang positif.<br />
9.</p>
<p>Dengan pengobatan, hemoglobin&#8212;&#8212;- kembali normal dalam 4 sampai 8 minggu mengindikasikan tambahan besi dan nutrisi yang adekuat.</p>
<p>1.</p>
<p>THERAPI</p>
<p>Usaha pengobatan ditujukan pada pencegahan dan intervensi. Pencegahan tersebut mencakup ; Menganjurkan Ibu-Ibu untuk memberikan ASI, Makan makanan kaya zat besi dan minum vitamin pranatal yang mengandung besi.</p>
<p>Terapi untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi terdiri dari program pengobatan berikut ;</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Zat besi diberikan per oral dalam dosis 2 – 3 mg/kg unsur besi semua bentuk zat besi sama efektifnya ( fero sulfat, fero fumarat, fero suksinat, fero glukonat.<br />
2.</p>
<p>Vitamin C harus diberikan bersama dengan besi ( Vitamin C meningkatkan absorpsi besi ).</p>
<p>Terapi besi hendaknya diberikan sekurang-kurangnya selama 6 minggu setelah anemia dikoreksi untuk mengisi kembali cadangan besi. Zat besi yang disuntikkan jarang dipakai lagi kecuali terdapat penyakit malabsorpsi usus halus.</p>
<p>1.</p>
<p>MASALAH KEPERAWATAN</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Intoleransi Aktifitas yang berhubungan dengan kerusakan transpor oksigen sekunder terhadap penurunan sel darah merah<br />
2.</p>
<p>Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh<br />
3.</p>
<p>Keletihan<br />
4.</p>
<p>Risiko terhadap infeksi yang berhubungan dengan penurunan resistensi sekunder akibat hipoksia jaringan dan atau sel-sel darah putih abnormal ( neutropenia, leukopenia )<br />
5.</p>
<p>Risiko terhadap cedera : Kecendrungan perdarahan yang berhubungan dengan trombositopenia dan splenomegali<br />
6.</p>
<p>Risiko tinggi perubahan pertumbuhan dan perkembangan</p>
<p>1.</p>
<p>MASALAH KOLABORASI</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>KP : Perdarahan<br />
2.</p>
<p>KP : Gagal Jantung<br />
3.</p>
<p>KP : Kelebihan zat besi ( Transfusi berulang ).</p>
<p>1.</p>
<p>PERENCANAAN KEPERAWATAN</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>TUJUAN</p>
<p>Tujuan Utama meliputi Toleransi terhadap aktifitas, pencapaian dan pemeliharaan nutrisi yang adekuat dan tidak adanya komplikasi.</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>KRITERIA HASIL<br />
1.</p>
<p>Warna kulit anak membaik<br />
2.</p>
<p>Pola tumbuih anak membaik ( seperti terlihat pada peta pertumbuhan )<br />
3.</p>
<p>Tingkat aktifitas anak sesuai dengan usianya<br />
4.</p>
<p>Orang tua menunjukkan pemahamannya terhadap aturan pengobatan di rumah ( Misalnya : Pemberian obat, makanan kaya zat besi yang sesuai).</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>INTERVENSI<br />
1.</p>
<p>Pantau efek therapheutik dan efek yang tidak diinginkan dari terapi zat besi pada anak :</p>
<p>*</p>
<p>Efek samping dari terapi oral ( misal : perubahan warna gigi )<br />
*</p>
<p>Ajarkan tentang cara-cara mencegah perubahan warna gigi:<br />
o</p>
<p>Minum preparat besi dengan air, sebaiknya dengan jus jeruk<br />
o</p>
<p>Berkumur setelah minum obat.</p>
<p>*</p>
<p>Anjurkan untuk meningkatkan makanan berserat dan air untuk mengurangi efek konstipasi dari zat besi<br />
*</p>
<p>Untuk mengatasi konstipasi berat akibat zat besi cobalah untuk menurunkan dosis zat besi tetapi memperpanjang lama pengobatan.</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Ajarkan pada orang tua tentang asupan nutrisi yang adekuat .<br />
*</p>
<p>Kurangi asupan susu pada anak<br />
*</p>
<p>Tingkatkan asupan daging dan pengganti accelerator yang sesuai<br />
*</p>
<p>Tambahkan padi-padian utuh dan sayur-sayuran hijau dalam diet.<br />
2.</p>
<p>Dapatkan informasi tentang riwayat diet dan perilaku makan</p>
<p>*</p>
<p>Kaji faktor-faktor yang menyebabkan defisiensi nutrisi,-psikososial,perilaku dan nutrisional<br />
*</p>
<p>Buat rencana bersama orang tua tentang pendekatan pendekatan kebiasaan makan yang dapat diterima<br />
*</p>
<p>Rujuk ke Ahli Gisi untuk evaluasi dan terapi intensif.</p>
<p>1.<br />
1.<br />
1.</p>
<p>Anjurkan Ibu untuk menyusui bayinya karena zat besi dari ASI mudah diserap.</p>
<p>1.<br />
1.</p>
<p>RASIONAL</p>
<p>*</p>
<p>Dengan memantau efek therapheutik dapat diketahui keuntungan dan kerugian dari pemberian therapheutik tsb sehingga memudahkan i untuk tindakan lebih lanjut.<br />
*</p>
<p>Dengan mengajarkan pada orang tua tentang asupan nutrisi yang adekuat kebutuhan zat besi anak bisa terpenuhi sesuai dengan usianya disamping orang tua lebih memahami akan pentingnya kebutuhan zat besi bagi anak.<br />
*</p>
<p>Dengan memberikan informasi tentang riwayat diet dan perilaku makan dapat diketahui kebiasaan yang menguntungkan/merugikan bagi kesehatan klien.<br />
*</p>
<p>Dengan menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya defisiensi zat besi pada bayi dan anak dapat dicegah karena pada ASI mengandung zat besi yang mudah diserap oleh tubuh.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>1.</p>
<p>Cecily L. Betz, dkk, 2002, Buku Saku Keperawatan Pediatri, EGC Jakarta.<br />
2.</p>
<p>Suriadi,dkk, 2001, Asuhan Keperawatan Anak, cetakan I , penerbit C.V. Agung Seto, Jakarta<br />
3.</p>
<p>FKUI, 1998, Ilmu Kesehatan Anak, Percetakan infomedika, Jakarta.<br />
4.</p>
<p>Richard,R.,dkk, 1992, Ilmu Kesehatan Anak Bagian II.<br />
5.</p>
<p>Sylvia A.Price, dkk, 1995, Patofisiologi Konsep Klinis proses-proses penyakit, Edisi 4, EGC , Jakarta.<br />
6.</p>
<p>Lynda Jual Carpenito, 2001, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/08/anemia-2.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anemia</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2008/12/anemia.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2008/12/anemia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 05:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[akibat kelebihan zat besi pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anemia]]></category>
		<category><![CDATA[anemia defisiensi]]></category>
		<category><![CDATA[anemia mchc rendah]]></category>
		<category><![CDATA[anemia mikrositik]]></category>
		<category><![CDATA[anemia mikrositik hipokrom]]></category>
		<category><![CDATA[anemia mikrositis]]></category>
		<category><![CDATA[anemia normal]]></category>
		<category><![CDATA[anemia normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[anemia normositik]]></category>
		<category><![CDATA[anemia normositik bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anemia normositik normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[anemia normositik normokrom adalah]]></category>
		<category><![CDATA[anemian normositik normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[anemisa normositik]]></category>
		<category><![CDATA[apakah anemia makrositik]]></category>
		<category><![CDATA[asi yang kurang karena ibu anemia]]></category>
		<category><![CDATA[cara pengobatan anemia]]></category>
		<category><![CDATA[daftar pustaka buku pemberian obat]]></category>
		<category><![CDATA[dampak kekurangan hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[definisi anemia normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[definisi anemia normositik normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[eritrosit mikrositik hipokrom]]></category>
		<category><![CDATA[eritrosit mikrositik hipokrom pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[eritrosit normal pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[faktor-faktor yg menyebabkan hemoglobin turun]]></category>
		<category><![CDATA[gejala tanda tanda anemia normositik]]></category>
		<category><![CDATA[hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[klasifikasi anemia]]></category>
		<category><![CDATA[klasifikasi anemia mch mchc]]></category>
		<category><![CDATA[kurang darah]]></category>
		<category><![CDATA[makanan yang dapat meningkatkan hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[makrositik normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[mcv tinggi untuk ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa konjungtiva pucat pada anemia]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan cadangan besi darah]]></category>
		<category><![CDATA[mikrositik]]></category>
		<category><![CDATA[normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[nutrisi untuk hemoglobin]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi anemia]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan diagnostik anemia]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan mcv]]></category>
		<category><![CDATA[penatalaksanaan anemia]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh riwayat minum obat yg dapat menimbulkan perdarahan pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh usia terhadap anemia]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian anemia normositik normokrom]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian murmur sistolik]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan eritrosit]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab badan pucat]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab hemoglobin menurun]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan pemeriksaan hb dalam kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[www.makanan untuk tingkatkan hemoglobin darah]]></category>
		<category><![CDATA[zat besi]]></category>
		<category><![CDATA[zat besi dalam kehamilan. pdf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( Hematokrit per 100 ml darah ). Anemia dapat diklasifikasikan menurut : Morfologi sel darah merah dan indeks-indeksnya Etiologi Klasifikasi Anemia Menurut morfologi Mikro dan Makro menunjukkan ukuran sel darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya.Ada tiga klasifikasi besar yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0in;">PENGERTIAN</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify">Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah ( Hematokrit per 100 ml darah ).</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify">Anemia dapat diklasifikasikan menurut :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Morfologi 	sel darah merah dan indeks-indeksnya</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Etiologi</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Klasifikasi Anemia Menurut morfologi  Mikro dan Makro menunjukkan ukuran sel  darah merah sedangkan kromik menunjukkan warnanya.Ada tiga klasifikasi besar yaitu :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anemia 	Normositik Normokrom adalah Ukuran dan bentuk sel-sel darah merah 	normal serta mengandung hemoglobin dalam jumlah yang normal ( MCV 	dan MCHC normal atau rendah .</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anemia 	Makrositik normokrom adalah Ukuran sel-sel darah merah lebih besar 	dari normal tetapi konsentrasi hemoglobin normal ( MCV 	Meningkat,MCHC normal)</p>
<p><span id="more-5"></span></li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anemia 	Mikrositik HipokromUkuran sel-sel darah merah kecil mengandung 	Hemoglobin dalam jumlah yang kurang dari normal ( MCV maupun MCHC 	kurang ).</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Yang termasuk dalam kategori Anemia Mikrositik Hipokrom adalah Anemia defisiensi bisa terjadi akibat kekurangan besi, pirodoksin atau tembaga.</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify"><em><strong>Anemia Defisiensi Besi adalah keadaan dimana kandungan besi tubuh total turun dibawah tingkat normal  yang terjadi akibat tidak adanya besi yang memadai untuk mensintesis Hemoglobin . </strong></em></p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">PATOFISIOLOGI</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anemia defisiensi  zat besi adalah anemia yang paling sering menyerang anak-anak. Bayi cukup builan yang lahir dari ibu nonanemik dan bergizi baik, memiliki cukup persediaan zat besi sampai berat badan lahirnya  menjadi dua kali lipat umumnya saat berusia 4-6 bulan. Sesudah itu zat besi harus tersedia dalam makanan untuk memenuhi kebutuhan anak. Jika asupan zat besi dari makanan tidak mencukupi terjadi anemia defisiensi zat besi . Hal ini paling sering terjadi karena pengenalan makanan padat yang terlalu dini ( sebelum usia 4-6 bulan) dihentikannya susu formula bayi yang mengandung zat besi atau ASI sebelum usia 1 tahun dan minum susu sapi berlebihan tanpa tambahan makanan padat kaya besi. Bayi yang tidak cukup bulan, bayi dengan perdarahan perinatal berlebihan atau bayi dari ibu yang kurang gizi dan kurang zat besi juga tidak memiliki cadangan zat besi yang adekuat. Bayi ini berisiko lebih tinggi menderita anemia defisiensi besi sebelum berusia 6 bulan.</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anemia defisiensi zat besi dapat juga terjadi karena kehilangan darah yang kronik. Pada Bayi hal ini terjadi karena perdarahan usus kronik yang disebabkan oleh accelerator dalam susu sapi yang tidak tahan panas. Pada anak sembarang umur kehilangan darah sebanyak 1-7 ml dari saluran cerna setiap hari dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Pada remaja putri anemia defisiensi zat besi juga dapat terjadi karena menstruasi yang berlebihan.</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">CLINICAL PATHWAY</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">Kurangnya Asupan Zat Besi</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center">Cadangan Zat besi tidak mencukupi</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center">Anemia Def. Zat Besi</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">Lemah                                      Pucat                             Demam</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">TANDA 	DAN GEJALA</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Konjungtiva pucat ( Hemoglobin ( Hb) 6 sampai10 g/dl ).</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Telapak tangan pucat ( Hb dibawah 8 g/dl )</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Iritabilitas dan Anoreksia ( Hb 5 g/dl atau lebih rendah</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Takikardia , murmur sistolik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Pika</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Letargi, kebutuhan tidur meningkat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Kehilangan minat terhadap mainan atau aktifitas bermain.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">KOMPLIKASI</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Perkembangan 			otot buruk ( jangka panjang )</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Daya 			konsentrasi menurun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Hasil 			uji perkembangan menurun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Kemampuan 			mengolah informasi yang didengar menurun</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 1.38in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">PEMERIKSAAN 	KHUSUS DAN PENUNJANG</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Kadar 			porfirin eritrosit bebas &#8212;- meningkat</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Konsentrasi 			besi serum &#8212;&#8212;- menurun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Saturasi 			transferin &#8212;&#8212; menurun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Konsentrasi 			feritin serum &#8212;- menurun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Hemoglobin 			menurun</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Rasio 			hemoglobin porfirin eritrosit &#8212;- lebih dari 2,8 ug/g adalah 			diagnostic untuk defisiensi besi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Mean 			cospuscle volume ( MCV) dan mean cospuscle hemoglobin 			concentration ( MCHC ) &#8212;- menurun menyebabkan anemia hipokrom 			mikrositik atau sel-sel darah merah yang kecil-kecil dan pucat.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Selama 			pengobatan  jumlah retikulosit &#8212;- meningkat dalam 3 sampai 5 			hari sesuadh dimulainya terapi besi mengindikasikan respons 			terapeutik yang positif.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Dengan 			pengobatan, hemoglobin&#8212;&#8212;- kembali normal dalam 4 sampai 8 			minggu mengindikasikan tambahan besi dan nutrisi yang adekuat.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">THERAPI</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Usaha pengobatan ditujukan pada pencegahan dan intervensi. Pencegahan tersebut mencakup ; Menganjurkan Ibu-Ibu untuk memberikan ASI, Makan makanan kaya zat besi dan minum vitamin pranatal yang mengandung besi.</p>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Terapi untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi terdiri dari program pengobatan berikut ;</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Zat 			besi diberikan per oral dalam dosis 2 – 3 mg/kg unsur besi semua 			bentuk zat besi sama efektifnya ( fero sulfat, fero fumarat, fero 			suksinat, fero glukonat.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Vitamin 			C harus diberikan bersama dengan besi ( Vitamin C meningkatkan 			absorpsi besi ).</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Terapi besi hendaknya diberikan sekurang-kurangnya selama 6 minggu setelah anemia dikoreksi untuk mengisi kembali cadangan besi. Zat besi yang disuntikkan jarang dipakai lagi kecuali terdapat penyakit malabsorpsi usus halus.</p>
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">MASALAH KEPERAWATAN</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Intoleransi 			Aktifitas yang berhubungan dengan kerusakan transpor oksigen 			sekunder terhadap penurunan sel darah merah</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Perubahan 			nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Keletihan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Risiko 			terhadap infeksi yang berhubungan dengan penurunan resistensi 			sekunder akibat hipoksia jaringan dan atau sel-sel darah putih 			abnormal ( neutropenia, leukopenia )</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Risiko 			terhadap cedera : Kecendrungan perdarahan yang berhubungan dengan 			trombositopenia dan splenomegali</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Risiko 			tinggi perubahan pertumbuhan dan perkembangan</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 1.38in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">MASALAH KOLABORASI</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">KP : Perdarahan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">KP : Gagal Jantung</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">KP : Kelebihan zat 			besi ( Transfusi berulang ).</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">PERENCANAAN 	KEPERAWATAN</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">TUJUAN</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 1in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Tujuan Utama meliputi Toleransi terhadap aktifitas, pencapaian dan pemeliharaan nutrisi yang adekuat dan tidak adanya komplikasi.</p>
<p style="margin-left: 0.75in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">KRITERIA 		HASIL</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Warna 			kulit anak membaik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Pola tumbuih anak 			membaik ( seperti terlihat pada peta pertumbuhan )</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Tingkat aktifitas 			anak sesuai dengan usianya</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Orang tua 			menunjukkan pemahamannya terhadap aturan pengobatan di rumah ( 			Misalnya : Pemberian obat, makanan kaya zat besi yang sesuai).</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 1.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">INTERVENSI</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Pantau 			efek therapheutik dan efek yang tidak diinginkan dari terapi zat 			besi pada anak :</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Efek 	samping dari terapi oral ( misal : perubahan warna gigi )</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Ajarkan tentang 	cara-cara mencegah perubahan warna gigi:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Minum preparat besi 		dengan air, sebaiknya dengan jus jeruk</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Berkumur setelah 		minum obat.</p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anjurkan 	untuk meningkatkan makanan berserat dan air untuk mengurangi efek 	konstipasi dari zat besi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Untuk 	mengatasi konstipasi berat akibat zat besi cobalah untuk menurunkan 	dosis zat besi tetapi memperpanjang lama pengobatan.</p>
</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Ajarkan 			pada orang tua tentang asupan nutrisi yang adekuat .</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Kurangi 				asupan susu pada anak</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Tingkatkan 				asupan daging dan pengganti accelerator yang sesuai</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Tambahkan 				padi-padian utuh dan sayur-sayuran hijau dalam diet.</p>
</li>
</ul>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Dapatkan 			informasi tentang riwayat diet dan perilaku makan</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Kaji 	faktor-faktor yang menyebabkan defisiensi 	nutrisi,-psikososial,perilaku dan nutrisional</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Buat 	rencana bersama orang tua tentang pendekatan pendekatan kebiasaan 	makan yang dapat diterima</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Rujuk 	ke Ahli  Gisi untuk evaluasi dan terapi intensif.</p>
</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Anjurkan 			Ibu untuk menyusui bayinya karena zat besi dari ASI mudah diserap.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin-left: 1.38in; margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="nl-NL">RA</span>SIONAL</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Dengan memantau efek 	therapheutik  dapat diketahui keuntungan dan kerugian dari pemberian 	therapheutik  tsb sehingga memudahkan i untuk tindakan lebih lanjut.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify">Dengan mengajarkan 	pada orang tua tentang asupan nutrisi yang adekuat kebutuhan zat 	besi anak bisa terpenuhi sesuai dengan usianya disamping orang tua 	lebih memahami akan pentingnya kebutuhan zat besi bagi anak.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="nl-NL">Dengan 	memberikan informasi tentang riwayat diet dan perilaku makan dapat 	diketahui kebiasaan yang menguntungkan/merugikan bagi kesehatan 	klien.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">Dengan 	menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya defisiensi zat besi pada 	bayi dan anak dapat dicegah karena pada ASI  mengandung zat besi 	yang mudah diserap oleh tubuh.</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="center"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;">Cecily 	L. Betz, dkk, 2002, Buku Saku Keperawatan Pediatri, EGC Jakarta.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;">Suriadi,dkk, 	2001, Asuhan Keperawatan Anak, cetakan I , penerbit C.V. Agung Seto, 	Jakarta</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;">FKUI, 	1998, Ilmu Kesehatan Anak, Percetakan infomedika, Jakarta.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL" align="justify"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;">Richard,R.,dkk, 	1992, Ilmu Kesehatan Anak Bagian II.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;">Sylvia 	A.Price, dkk, 1995, Patofisiologi Konsep Klinis proses-proses 	penyakit, Edisi 4, EGC , Jakarta.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Comic Sans MS,cursive;">Lynda 	Jual Carpenito, 2001, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, 	Jakarta.</span></p>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2008/12/anemia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 3/20 queries in 0.061 seconds using disk: basic
Object Caching 486/570 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-09 23:35:49 -->
