<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; penyebab</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/penyebab/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Skizofrenia</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/01/skizofrenia.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/01/skizofrenia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 06:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[askep skizofrenia]]></category>
		<category><![CDATA[delusi]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[gejala awal herpes zoster]]></category>
		<category><![CDATA[gejala awal schizophrenia]]></category>
		<category><![CDATA[genetik]]></category>
		<category><![CDATA[halusinasi]]></category>
		<category><![CDATA[keturunan]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[obat skizofrenia]]></category>
		<category><![CDATA[obat-obat skizofrenia]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan herpes zoster dan syaraf]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan schizophrenia]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit herpes genetis]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[penyembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penyembuhan schizophrenia]]></category>
		<category><![CDATA[penyembuhan skizofrenia]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[schizophrenia obat]]></category>
		<category><![CDATA[skizofrenia]]></category>
		<category><![CDATA[skizofrenia pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[terapi skizofrenia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Skizofrenia adalah penyakit yang diakibatkan gangguan susunan sel-sel syaraf pada otak manusia. Penyebabnya sampai kini belum diketahui secara pasti, namun disebutkan faktor keturunan bisa menjadi salah satu penyebab. Faktor genetik tampaknya sangat dominan. Menurut penelitian, apabila saudara ayah-ibu menderita skizofrenia, maka anak memiliki potensi sebesar 3% untuk mengidap skizofrenia. Apabila ada salah satu saudara sekandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Skizofrenia adalah penyakit yang diakibatkan gangguan susunan sel-sel syaraf pada otak manusia. Penyebabnya sampai kini belum diketahui secara pasti, namun disebutkan faktor keturunan bisa menjadi salah satu penyebab. Faktor genetik tampaknya sangat dominan. Menurut penelitian, apabila saudara ayah-ibu menderita skizofrenia, maka anak memiliki potensi sebesar 3% untuk mengidap skizofrenia. Apabila ada salah satu saudara sekandung yang menderita, maka anak berpotensi menderita skizofrenia sebesar 5%-10%. Pada anak kembar Apabila tidak kembar identik, maka potensinya 5%-10%, sementara untuk anak kembar identik potensi menderita skizofrenia sebesar 25%-45%. Sedangkan jika penderita skizofrenia adalah salah satu dari kedua orang tua, maka anak berpotensi sebesar 15%-20%. Skizofrenia bisa menyerang laki-laki dan perempuan. <span id="more-134"></span>Kebanyakan perempuan yang mengidap penyakit ini adalah mereka yang berusia 20 hingga awal 30-an tahun. Sementara pada kelompok jenis kelamin laki-laki lebih dini, yakni akhir usia remaja hingga awal 20-an tahun.</p>
<p>Gejala penderita skizofrenia antara lain :<br />
Delusi<br />
<a href="http://www.lenterabiru.com/2010/02/persepsi-ilusi-dan-halusinasi.htm">Halusinasi</a><br />
Cara bicara / berpikir yang tidak teratur<br />
Perilaku negatif</p>
<p>Penanganan :<br />
Sikap menerima adalah awal penyembuhan<br />
Penderita perlu tahu penyakit apa yang diderita dan bagaimana melawannya.<br />
Dukungan keluarga akan sangat berpengaruh<br />
Perawatan yang dilakukan para ahli bertujuan mengurangi gejala skizofrenik dan kemungkinan gejala psychotic<br />
Penderita skizofrenia biasanya menjalani pemakaian obat-obatan selama waktu tertentu, bahkan mungkin harus seumur hidup</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/01/skizofrenia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Listeriosis</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/listeriosis.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/listeriosis.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[cara pencegahan listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[cara pencegahan penyakit infeksi pada janin dan bayi baru lahir oleh bakteri listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[listeria monocytogenes]]></category>
		<category><![CDATA[listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[listeriosis pada bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[pancegahan listeriosis pada janin]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan infeksi oleh listeriosis pada bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan penyakit listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian tentang bakteri listeria monocytogenes]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[radang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Infeksi Listeria disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Infeksi ini jarang terjadi, tetapi ketika hal itu terjadi paling sering menyerang ibu hamil pada trimester terakhir, bayi yang baru lahir, dan anak-anak dan orang dewasa yang kekebalan dilemahkan oleh penyakit seperti kanker atau HIV. Orang-orang yang telah memiliki berbagai jenis transplantasi juga lebih berisiko untuk terinfeksi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi<br />
Infeksi Listeria disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Infeksi ini jarang terjadi, tetapi ketika hal itu terjadi paling sering menyerang ibu hamil pada trimester terakhir, bayi yang baru lahir, dan anak-anak dan orang dewasa yang kekebalan dilemahkan oleh penyakit seperti kanker atau HIV. Orang-orang yang telah memiliki berbagai jenis transplantasi juga lebih berisiko untuk terinfeksi.</p>
<p>Bakteri Listeria dapat ditularkan melalui tanah dan air. Sayuran dapat terkontaminasi dari tanah atau dari pupuk kandang yang digunakan sebagai pupuk. Hewan dapat juga membawa bakteri ini <span id="more-98"></span> meskipun tanpa terlihat sakit dan dapat mengkontaminasi makanan dari hewan seperti daging dan susu. Seseorang dapat terinfeksi listeria akibat makan makanan tertentu, seperti daging, keju, susu, ayam matang, hot dog mentah, kerang, dan kubis yang terkontaminasi. Namun banyak kasus infeksi, tidak diidentifikasi sumbernya.</p>
<p>Gejala<br />
Listeria dapat membuat gejala infeksi seperti demam, muntah, diare, kemalasan, kesulitan bernapas, dan tidak nafsu makan. Wanita hamil yang mengalami listeriosis mengalami gejala mirip flu, meskipun mereka berisiko terjadi kelahiran prematur, keguguran, atau bayi mati setelah dilahirkan. Orang yang mempunyai sistem kekebalan yang lemah beresiko lebih tinggi untuk terserang penyakit lain yang lebih serius dari listeria, termasuk pneumonia, meningitis, dan sepsis.</p>
<p>Pengobatan<br />
Ketika bakteri menginfeksi ibu hamil maka pemberian antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi pada janin atau bayi yang dilahirkan. Antibiotik juga dapat diberikan kepada penderita dewasa atau anak-anak yang terinfeksi bakteri ini.</p>
<p>Pencegahan<br />
Pencegahan utama dapat dilakukan dengan memasak makanan secara higienis atau minimal memasak makanan sampai benar-benar matang. Pencegahan lain dapat dilakukan dengan cara mencuci sayuran mentah hingga bersih sebelum dimasak atau dikonsumsi langsung. ba</p>
<p>Sumber: medlineplus dan CDC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/listeriosis.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batuk Malam Pemicu Asma</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/batuk-malam-pemicu-asma.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/batuk-malam-pemicu-asma.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 04:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[asma]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[batuk hebat tengah malam]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa bayi batuk malam hari saja??]]></category>
		<category><![CDATA[nokturnal]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Delapan puluh persen pasien batuk alergi pada anak bisa menjadi asma. Sayang, kita tidak bisa menduga kapan akan terjadi asma itu. dr.Hadi Moeliawan Sp.P dari Klinik Asma &#038; Alergi Dr.Indrajana di Mitra International Hospital menyebutkan, sekitar sembilan puluh persen kasus asma anak penyebabnya alergi. Hal yang sama juga terjadi pada anak yang menderita pilek alergi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Delapan puluh persen pasien batuk alergi pada anak bisa menjadi asma. Sayang, kita tidak bisa menduga kapan akan terjadi asma itu.</p>
<p>dr.Hadi Moeliawan Sp.P dari Klinik Asma &#038; Alergi Dr.Indrajana di Mitra International Hospital menyebutkan, sekitar sembilan puluh persen kasus asma anak penyebabnya alergi.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi pada anak <span id="more-96"></span> yang menderita pilek alergi. Sekitar 30-40 persen anak penderita pilek alergi berpotensi menderita asma.</p>
<p>Ini terjadi karena respon tubuh terhadap reaksi alergi berbeda. Misalnya, pada anak usia satu tahun dia mempunyai pilek alergi. Jangan heran bila respon alergi ini berubah tak hanya sekedar pilek melainkan juga asma.</p>
<p>Tapi jangan khawatir. Sebenarnya situasi ini bisa dicegah, Caranya dengan mewaspadai gejala timbulnya asma pada anak &#8211; anak yang memiliki pilek atau batuk alergi ini.</p>
<p>Menurut Dr. Hadi, tak jarang tanda awal timbulnya asma adalah batuk malam hari di waktu tertentu. Biasanya muncul setelah maghrib, menjelang malam, tengah malam, utamanya dini hari. Anak bisa saja terbangun karena batuk hebat yang biasanya mereda dengan sendirinya di pagi hari.</p>
<p>&#8220;Pada anak &#8211; anak yang mengalami hal seperti itu, sebaiknya diajak untuk mengontrol batuk alerginya, karena seringkali pada anak yang mengalami hal tersebut akan timbul asma setelah mengalami batuk malam hari yang berulang &#8211; ulang&#8221;ujar dr. Hadi.</p>
<p>Sementara untuk anak yang menderita pilek alergi, orangtua perlu mencermati perubahan yang terjadi. Bisa jadi pilek berubah menjadi batuk di malam hari yang berlangsung berulang, karena sebentar lagi asma bakal muncul.</p>
<p>dr. Intan Airlina Febiliawanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/batuk-malam-pemicu-asma.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keputihan atau Fluor Albus</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/keputihan-fluor-albus.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/keputihan-fluor-albus.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 04:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[apakah keluar cairan putih kuning tanda kehamilan?]]></category>
		<category><![CDATA[bau cairan kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[cairan berwarna kuning pada saat keputihan]]></category>
		<category><![CDATA[cairan dan perawat]]></category>
		<category><![CDATA[cairan encer kuning kehijauan berbau dari vagina]]></category>
		<category><![CDATA[cairan kental kuning dari vagina]]></category>
		<category><![CDATA[cairan putih kental di vagina]]></category>
		<category><![CDATA[cara membersihkan keputihan pada bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[flour albus]]></category>
		<category><![CDATA[fluor]]></category>
		<category><![CDATA[fluor adalah]]></category>
		<category><![CDATA[fluor albus]]></category>
		<category><![CDATA[fluor albus adalah]]></category>
		<category><![CDATA[fluor albus penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[gatal]]></category>
		<category><![CDATA[gejala penyakit keputihan (fluor albus)]]></category>
		<category><![CDATA[jenis keputihan berwarna putih susu]]></category>
		<category><![CDATA[kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[keluar cairan kencing dr vagina]]></category>
		<category><![CDATA[keluar cairan kental berwarna kehijauan dari vagina]]></category>
		<category><![CDATA[keluar cairan putih susu di kemaluan]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan (eluor albus)]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan bau dan berwarna kuning]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan berwarna kuning bau]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan fluor albus]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan kental dan putih]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan saat kehamilan putih susu]]></category>
		<category><![CDATA[macam keputihan dan gatal pada kemaluan]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi keputihan yg sangat gatal]]></category>
		<category><![CDATA[obat antibiotika kutil kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan keputihan (fluor albus)]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian flour albus]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian keputihan menurut]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit fluor albus]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit keputihan (fluour albus)]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit keputihan fluor albus]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab dan pengobatan fluor albus]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kekuningan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab vagina bau]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab vagina bau busuk]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>
		<category><![CDATA[vagina bau amis dengan cairan kental berwarna kekuningan]]></category>
		<category><![CDATA[vagina keluar keputihan nanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.</p>
<p>gejala keputihan<br />
- Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.<br />
- Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.</p>
<p>Biasanya keputihan yang normal <span id="more-74"></span>tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.<br />
* Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.<br />
* Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.</p>
<p>penyebab keputihan<br />
Dengan memperhatikan cairan yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab keputihan.<br />
* Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.<br />
* Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.<br />
* Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.<br />
* Kelelahan yang sangat berat.</p>
<p>Infeksi akibat kuman (bakteri), misalnya akibat;<br />
* Gonococcus, atau lebih dikenal dengan nama GO. Warnanya kekuningan, yang sebetulnya merupakan nanah yang terdiri dari sel darah putih yang mengandung kuman Neisseria gonorrhoea. Kuman ini mudah mati setelah terkena sabun, alkohol, deterjen, dan sinar matahari. Cara penularannya melalui senggama.<br />
* Chlamydia trachomatis, kuman ini sering menyebabkan penyakit mata trakhoma. Ditemukan di cairan vagina dengan pewarnaan Diemsa.<br />
* Gardenerella, menyebabkan peradangan vagina tak spesifik. Biasanya mengisi penuh sel-sel epitel vagina berbentuk khas clue cell. Menghasilkan asam amino yang akan diubah menjadi senyawa amin bau amis, berwarna keabu-abuan.<br />
* Treponema pallidium, adalah penyebab penyakit kelamin sifilis. Penyakit ini dapat terlihat sebagai kutil-kutil kecil di liang senggama dan bibir kemaluan.<br />
* Infeksi akibat jamur biasanya disebabkan spesies candida. Cairannya kental, putih susu (sering berbentuk kepala susu), dan gatal. Vagina menjadi kemerahan akibat radang. Predisposisinya adalah kehamilan, Diabetes melitus, akseptor pil KB.</p>
<p>Parasit penyebab keputihan terbanyak adalah Trichomonas vaginalis. Cairannya banyak, berbuih seperti air sabun, bau, gatal, vulva kemerahan, nyeri bila ditekan atau perih saat buang air kecil. Sementara keputihan akibat virus disebabkan Human Papiloma Virus (HPV) dan Herpes simpleks.</p>
<p>Penanggulangan Keputihan</p>
<p>Pemeriksaan dokter baiknya segera dilakukan bila keputihan mulai menyerang Anda. Tujuannya: Menentukan letak dari bagian yang sakit, dalam hal ini mencari darimana keputihan itu berasal.</p>
<p>* Melakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat tertentu untuk mendapatkan gambaran alat kelamin yang lebih baik, seperti melakukan pemeriksaan kolposkopi yang berupa alat optik untuk memperbesar gambaran leher rahim, liang senggama dan bibir kemaluan.<br />
* Merencanakan pengobatan setelah melihat kelainan yang ditemukan.</p>
<p>Lalu, bagaimana pengobatan yang rasional untuk mengatasi keputihan? Beberapa cara dapat dilakukan, yaitu sebagai penawar saja, obat pemusnah atau pemungkas, dan melakukan penghancuran lokal pada kutil leher rahim, liang senggama, bibir kemaluan, atau melakukan pembedahan.</p>
<p>Obat-obat penawar misalnya Betadine vaginal kit, Intima, Dettol, yang sekadar membersihkan cairan keputihan dari liang senggama, tapi tidak membunuh kuman penyebabnya. Selain itu dapat dilakukan penyinaran dengan radioaktif atau penyuntikan sitostatika. Sedangkan obat pemunah misalnya vaksinasi, tetrasiklin, penisilin, thiamfenikol, doksisiklin, eritromisin, dsb.</p>
<p>Sementara penghancuran lokal dan pembedahan berupa pengangkatan sebagian jaringan leher rahim, dengan menggunakan kawat berlubang yang dialiri listrik atau dipancung berbentuk kerucut ke bawah menggunakan pisau bedah yang disebut konisasi.</p>
<p>Atau bisa dilakukan pengangkatan seluruh badan kandungan yang disebut histerektomia (jika ada prakanker leher rahim, atau kanker leher rahim).</p>
<p>Nah, banyak juga keputihan yang membandel. Karena itu, lebih baik mencegah ketimbang mengobati. Dalam kasus keputihan, pencegahan bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan alat pelindung (kondom), pemakaian obat atau cara profilaksis (pemakaian obat antibiotika disertai dengan pengobatan terhadap jasad renik penyebab penyakit), dan melakukan pemeriksaan dini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/keputihan-fluor-albus.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 9/23 queries in 0.044 seconds using disk: basic
Object Caching 797/835 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-09 23:07:00 -->
