<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; radang</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/radang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Osteoartritis</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2011/12/osteoartritis.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2011/12/osteoartritis.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 05:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA["gangguan jaringan otot"]]></category>
		<category><![CDATA["manifestasi klinik kanker lidah"]]></category>
		<category><![CDATA["regenerasi sendi"]]></category>
		<category><![CDATA[arti dari manifestasi klinis]]></category>
		<category><![CDATA[arti dari terapi konservatif]]></category>
		<category><![CDATA[arti spur formation]]></category>
		<category><![CDATA[askep nyeri lutut]]></category>
		<category><![CDATA[askep nyeri pada pinggul]]></category>
		<category><![CDATA[askep oa]]></category>
		<category><![CDATA[askep obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[askep osteoartritis]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan displasia kongenital paha]]></category>
		<category><![CDATA[cara pemeriksaan fisik osteoartritis]]></category>
		<category><![CDATA[cara terapi latihan osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[daftar pustaka buku panas dingin]]></category>
		<category><![CDATA[daftar pustaka penyakit yang dialami oleh ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[definisi foto rontgen]]></category>
		<category><![CDATA[definisi osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[definisi penyakit osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[definisi terapi konservatif]]></category>
		<category><![CDATA[dingin pada tulang lutut]]></category>
		<category><![CDATA[fisioterapi pada cedera dan trauma]]></category>
		<category><![CDATA[fisioterapi untuk cedera dan trauma]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi fisioterapi pada ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan tubuh yang disebabkan karena kelainan ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[gejala khas pada osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[inflamasi sinova adalah]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis patologi panggul]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan pada tulang yang disebabkan karena gangguan mekanik adalah ?]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan pada tulang yg disebabkan gangguan mekanik adalah]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan penyakit lutut sendi]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan sendi]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan sendi lutut]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan kartilago sendi]]></category>
		<category><![CDATA[klasifikasi displasia kongenital paha]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium osteoartritis]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen keperawatan gangguan degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[manifestasi klinik osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[manifestasi klinis displacia kongenital paha]]></category>
		<category><![CDATA[manifestasi klinis osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[menopause]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri sendi karena stress]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas dan nyeri sendi]]></category>
		<category><![CDATA[operasi lutut]]></category>
		<category><![CDATA[operasi lutut pada osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[operasi radang sendi]]></category>
		<category><![CDATA[osteo arthritis pada tangan]]></category>
		<category><![CDATA[osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[osteoartritis]]></category>
		<category><![CDATA[osteoartritis adalah]]></category>
		<category><![CDATA[osteofit pada nyeri sendi]]></category>
		<category><![CDATA[osteofit terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[patofis arthritis osteo]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi nyeri sendi]]></category>
		<category><![CDATA[patofisiologi osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[patologi penyakit degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan fisik lutut osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan fisik osteoartritis]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan penunjang pada pasien halusinasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan spesifik fisioterapi lutut]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian artheritis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian atau artikel lordosis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kartilago]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian osteoartritis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sendi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kartilago osteoarthritis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kelainan pada tulang dan otot]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit serta penyebab pada tulang]]></category>
		<category><![CDATA[penyempitan tulang]]></category>
		<category><![CDATA[penyempitan tulang disertai rasa nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[peradangan sendi disertai anemia]]></category>
		<category><![CDATA[presentase operasi lumbal]]></category>
		<category><![CDATA[proses regenerasi sendi]]></category>
		<category><![CDATA[radang]]></category>
		<category><![CDATA[sendi]]></category>
		<category><![CDATA[sendi degeneratif adalah]]></category>
		<category><![CDATA[sendi tulang lutut nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[sex tangan cewek ikat ke belakang]]></category>
		<category><![CDATA[start]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>
		<category><![CDATA[terapi penyempitan tulang belakang]]></category>
		<category><![CDATA[terapi sendi]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>
		<category><![CDATA[www.penyempitan tulang yg mengakibatkan paha spasme]]></category>
		<category><![CDATA[www.spasme otot paha belakang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[A. DEFINISI Penyakit Sendi Degeneratif ( osteoartritis) adalah penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan penyebabnya belum diketahui (Kalim, IPD,1997).Atau gangguan pada sendi yang bergerak ( Price &#038; Wilson,1995). Osteoarthritis yang juga dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau osteoarthritis (sekalipun terdapat inflamasi) merupakan kelainan sendi yang paling sering ditemukan dan kerapkali menimbulkan ketidakmampuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. DEFINISI</p>
<p>	Penyakit Sendi Degeneratif ( osteoartritis) adalah penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan penyebabnya belum diketahui (Kalim, IPD,1997).Atau gangguan pada sendi yang bergerak ( Price &#038; Wilson,1995).<br />
	Osteoarthritis yang juga dikenal sebagai penyakit sendi degeneratif atau osteoarthritis (sekalipun terdapat inflamasi) merupakan kelainan sendi yang paling sering ditemukan dan kerapkali menimbulkan ketidakmampuan (disabilitas).</p>
<p>B. KLASIFIKASI</p>
<p>1.	TIPE PRIMER (IDIOPATIK)<br />
Adalah tanpa kejadian atau penyakit sebelumnya yang berhubungan dengan osteoarthritis.<br />
2.	TIPE SEKUNDER</p>
<p>C.  FAKTOR RESIKO<br />
a)	Umur : proses penuaan<br />
b)	Sex, menopause (>50 tahun)<br />
c)	Genetic<br />
d)	Obesitas dan penyakit metabolic<br />
e)	Cedera sendi, pekerjaan dan olah raga<br />
f)	Kelainan pertumbuhan</p>
<p><span id="more-14"></span><br />
D. PATOFISIOLOGI<br />
Osteoarthritis dapat dianggap sebagai hasil akhir banyak proses patologi yang menyatu menjadisuatu predisposisi penyakit yangmenyeluruh. Osteoarthritis mengenai kartiloago artikuler, tulang subkondrium ( lempeng tulang yang menyangga kartilago artikuler) serta sinovium dan menyebabkan keadaan campuran dari proses degenerasi, inflamasi, serta perbaikan. Proses degeneratif dasar dalam sendi telah berkembang luas hingga sudah berada diluar pandangan bahwa penyakit tersebut hanya semata-mata proses “aus akibat pemakaian” yang berhubungan dengan penuaaan.<br />
Factor resiko bagi osteoarthritis mencakup usia, jenis kelamin wanita, predisposisi genetic, obesitas, stress mekanik sendi,trauma sendi, kelainan sendi atau tulang yang dialami sebelumnya, dan riwayat penyakit inflamasi, endokrin serta metabolic. Unsure herediter osteoarthritis yang dikenal sebagai nodal generalized osteoarthritis ( yang mengenal tiga atau lebih kelompoksendi) telah dikomfirmasikan. Tipe osteoarthritis ini meliputi proses inflamasi primer. Wanita pascamenopause dalam keluarga yang sama ternyata memiliki tipe osteoarthritis pada tangan yang ditandai dengan timbulnya nodus pada sendi interfalang distal dan proksimal tangan.<br />
Gangguan congenital dan perkembangan pada koksa sudah diketahui benar sebagai predisposisi dalam diri seseorang untuk mengalami osteartritis koksa. Gangguan ini mencakup sublokasi-dislokasi congenital sendi koksa,displasia, asetabulum, penyakit Legg-Calve-Perthes dan pergeseran epifise destroyed femoris. Obesitas memiliki kaitan dengan osteoarthritis sendi lutut pada wanita. Meskipun keadaan ini mungkin terjadi akibat stress mekanik tambahan, dan ketidaksejajaran sendi lulut terhadap bagian tubuh lainnya karena diameter paha, namun obesitas dapat memberikan efek metabolic langsung pada kartilalago. Secara mekanis,obesitas dianggap meningkatkan gaya sendi wet arena itu menyebabkan generasi kartilago. Teori bourgeois metabolic yang berkaitan dengan danmenyebabkan osteoarthritis. Obesitas akan disertai dengan peningkatan masa tulang subkondrium yang dapat menimbulkan kekakuan pada tulang sehingga menjadi kurang lentur terhadap dampak beban muatan yang akan mentrasmisikan lebih besar gaya pada kartilago artikuler yang melapisi atasnya dan dengan demikian memuat tulang tersebut lebih rentan terhadap cidera.<br />
Factor-faktor mekanis seperti trauma sendi, aktivitas olahraga dan pekerjaan juga turut terlibat. Factor-faktor ini mencakup kerusakan pada ligamentum krusiatum dan robekan menikus, aktivitas fisik yang berat dan kebiasaan ser berlutut.</p>
<p>E. ETIOLOGI<br />
a)	Usia lebih dari 40 tahun<br />
b)	Jenis kelamin, wanita lebih sering<br />
c)	Suku bangsa<br />
d)	Genetic<br />
e)	Kegemukan dan penyakit metabolic<br />
f)	Cedera sendi , pekerjaan, dan olahraga<br />
g)	Kelainan pertumbuhan<br />
h)	Kepadatan tulang</p>
<p>F. MANIFESTASI KLINIS<br />
Manifestasi klinis osteoarthritis yang primer adalah rasa nyeri, kaku, dan gangguan fungsional. Nyeri pada osteoarthritis disebabkan oeh inflamasi sinova,peregangan kapsula dan ligamentum sendi, iritasi ujung-ujung saraf dalam periosteum akibat pertumbuhan osteofit, mikrofraktur, trabekulum, hipertensi intraoseus, bursitis, tendonitis, dan spasme otot. Gangguan fungsional disebabkan oleh rasa nyeri ketika sendi digerakkan dan keterbatasan gerakan yang terjadi akibat perubahan structural dalam sendi. Meskipun osteoarthritis terjadi paling sering pada sendi penyokong berat badan ( panggul, lutut, servikal, dan tulag belakang), sendi tengah dan ujung jari juga sering terkena. Mungkin ada nodus tulanh yang khas, pada inspeksi dan palpasi ini biasanya tidak ada nyeri, kecuali ada inflamasi.</p>
<p>G. PEMERIKSAAN PENUNJANG<br />
Pada pemeriksaan laboratorium darah tepi, imunologi dan cairan sendi umumnya tidak ada kelainan, kecuali osteoarthritis yang disertai paeradangan.pada pemerikasaan tomography didapatkan penyempitan rongga sendi disertai sclerosis tepi persendian. Mungkin terjadi deformitas, osteoarthritis atau pembentukan kista juksta artikular. Kadang-kadang tampak gambaran taji(spur formation), liping pada tepi-tepi tulang, dan adanya tulang-tulang yang lepas.</p>
<p>H. PENATALAKSANAAN<br />
a.	Medikamentosa<br />
Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simpotamatik. Obat anti inflamasi nonsteroid(OAINS) bekerja hanya sebagai analgesic danmengurangi peradangan, tidak mampu menghentikan proses patologis.<br />
a)	Analgesic yang dapatdipakai adalah asetaminofen dosis 2,6-4,9 g/hari atau profoksifen HCL. Asam salisilat juga cukup efektif namun perhatikan efek samping pada saluran cerna dan ginjal<br />
b)	Jika tidak berpengaruh, atau tidak dapat peradangan maka OAINS seperti fenofrofin, piroksikam,ibuprofen dapat digunakan. Dosis untuk osteoarthritis biasanya ½-1/3 dosis penuh untuk arthritis rematoid. Karena pemakaian biasanya untuk jangka panjang, efek samping utama adalahganggauan mukosa lambung dan gangguan faal ginjal.<br />
b.	Perlindungan sendi dengan koreksi posturtubuh yang buruk, penyangga untuk lordosis lumbal, menghindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit , dan pemakaian alat-alat untuk meringankan kerja sendi.<br />
c.	Diet untuk menurunkan berat badan dapat mengurangi timbulnya keluhan<br />
d.	Dukungan psikososial<br />
e.	Persoalaan seksual pada pasien dengan osteoarthritis ditulang belakang<br />
f.	Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin serta program latihan yang tepat<br />
g.	Operasi dipertimbangkan pada pasien dengan kerusakan sendi yang nyata dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi<br />
h.	Terapi konservatif mencakup penggunaan kompres hangat, penurunan berat badan, upaya untuk menhistirahatkan sendi serta menghindari penggunaan sendi yang berlebihan pemakaian alat-alat ortotail. Untuk menyangga sendi yang mengalami inflamasi ( bidai penopang) dan latihan isometric serta postural. Terapi okupasioanl dan fisioterapi da[pat membantu pasien untuk mengadopsi strategi penangan mandiri.</p>
<p>I. 	PROGNOSIS<br />
Umumnya baik, sebaian besar nyeri dapat diatasi dengan obat-obat konservatif. Hanya kasus-kasus berat yang memerlukan operasi.</p>
<p>J. EVALUASI DIAGNOSTIK<br />
Tindakan untuk menentukan siapa yang menderita osteoarthritis diperumit oleh kenyataan bahwa hanya 30% &#8211; 50% pasien dengan perubahan yang terlihat pada foto roentgen yang melaporkan gejala. Pemeriksaan fisik terhadp system musculoskeletal akan memperlihatkan sendi yang nyeri tekan dan membesar, inflamasi kalau terjadi, bukan tipe destruktif sebagaimana terlihat padapenyakit jaringan ikat seperti arthritis rematoid. Penyakit osteoarthritis ditandai oleh penurunan progresif massa kartilago sendi yang akan terlihat pada foto roentgen sebagai penyempitan rongga sendi. Disamping itu perubahan reaktif akan terjadi pada pada tepi sendi dan paha tulang subkondrium dalam bentuk osteofit ketika kartilago berupaya untuk mengadakan regenerasi keberadaan osteofit maupun penyempitan rongga sendi saja bukanlah petunjuk yang spesifik bagi osteoarthritis namun demikian bila terdapat secara bersama-sama, kedua gambaran ini merupakan hasil pemeriksaan yang sensitive dan spesifik. Pada osteoartitis yang dini/ringan, korelasi antara nyeri sendi dan sinovitas sangat lemah. Pemeriksaan serum tidak bermanfaat untuk penegakkan diagnosi kelainan ini.</p>
<p>Daftar Pustaka<br />
Potter, patricia A.2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan . Djakarta : EGC<br />
Mansjoer, Arif. Kapita Selekta Kedokteran.ed. 3. Media Aesculapius: Jakarta.<br />
Brunner &#038; Suddarth.buku ajar keperawatan medical bedah.ed. 8.EGC: Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2011/12/osteoartritis.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Listeriosis</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/listeriosis.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/listeriosis.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[cara pencegahan listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[cara pencegahan penyakit infeksi pada janin dan bayi baru lahir oleh bakteri listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[listeria monocytogenes]]></category>
		<category><![CDATA[listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[listeriosis pada bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[pancegahan listeriosis pada janin]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan infeksi oleh listeriosis pada bayi baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan penyakit listeriosis]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian tentang bakteri listeria monocytogenes]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[radang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Infeksi Listeria disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Infeksi ini jarang terjadi, tetapi ketika hal itu terjadi paling sering menyerang ibu hamil pada trimester terakhir, bayi yang baru lahir, dan anak-anak dan orang dewasa yang kekebalan dilemahkan oleh penyakit seperti kanker atau HIV. Orang-orang yang telah memiliki berbagai jenis transplantasi juga lebih berisiko untuk terinfeksi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi<br />
Infeksi Listeria disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Infeksi ini jarang terjadi, tetapi ketika hal itu terjadi paling sering menyerang ibu hamil pada trimester terakhir, bayi yang baru lahir, dan anak-anak dan orang dewasa yang kekebalan dilemahkan oleh penyakit seperti kanker atau HIV. Orang-orang yang telah memiliki berbagai jenis transplantasi juga lebih berisiko untuk terinfeksi.</p>
<p>Bakteri Listeria dapat ditularkan melalui tanah dan air. Sayuran dapat terkontaminasi dari tanah atau dari pupuk kandang yang digunakan sebagai pupuk. Hewan dapat juga membawa bakteri ini <span id="more-98"></span> meskipun tanpa terlihat sakit dan dapat mengkontaminasi makanan dari hewan seperti daging dan susu. Seseorang dapat terinfeksi listeria akibat makan makanan tertentu, seperti daging, keju, susu, ayam matang, hot dog mentah, kerang, dan kubis yang terkontaminasi. Namun banyak kasus infeksi, tidak diidentifikasi sumbernya.</p>
<p>Gejala<br />
Listeria dapat membuat gejala infeksi seperti demam, muntah, diare, kemalasan, kesulitan bernapas, dan tidak nafsu makan. Wanita hamil yang mengalami listeriosis mengalami gejala mirip flu, meskipun mereka berisiko terjadi kelahiran prematur, keguguran, atau bayi mati setelah dilahirkan. Orang yang mempunyai sistem kekebalan yang lemah beresiko lebih tinggi untuk terserang penyakit lain yang lebih serius dari listeria, termasuk pneumonia, meningitis, dan sepsis.</p>
<p>Pengobatan<br />
Ketika bakteri menginfeksi ibu hamil maka pemberian antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi pada janin atau bayi yang dilahirkan. Antibiotik juga dapat diberikan kepada penderita dewasa atau anak-anak yang terinfeksi bakteri ini.</p>
<p>Pencegahan<br />
Pencegahan utama dapat dilakukan dengan memasak makanan secara higienis atau minimal memasak makanan sampai benar-benar matang. Pencegahan lain dapat dilakukan dengan cara mencuci sayuran mentah hingga bersih sebelum dimasak atau dikonsumsi langsung. ba</p>
<p>Sumber: medlineplus dan CDC.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/listeriosis.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 5/16 queries in 0.233 seconds using disk: basic
Object Caching 668/684 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-09 22:42:36 -->
