<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lentera Biru &#124; Blog Perawat &#187; varicella zoster</title>
	<atom:link href="http://www.lenterabiru.com/tag/varicella-zoster/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lenterabiru.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Seorang Nurse</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:41:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Herpes Zoster</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2010/02/herpes-zoster.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2010/02/herpes-zoster.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 00:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan herpes zoster]]></category>
		<category><![CDATA[cacar air]]></category>
		<category><![CDATA[faktor pencetus]]></category>
		<category><![CDATA[faktor resiko]]></category>
		<category><![CDATA[herpes zoster]]></category>
		<category><![CDATA[inkubasi herpes]]></category>
		<category><![CDATA[inkubasi herpes simplex]]></category>
		<category><![CDATA[masa inkubasi herpes]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit herpes zoster]]></category>
		<category><![CDATA[terapi saraf herpes]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan keperawatan pada penyakit herpes]]></category>
		<category><![CDATA[varicella zoster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Herpes herpes adalah penyakit setempat yang terjadi terutama pada orang tua yang khas ditandai oleh adanya nyeri radikuler yang unilateral serta adanya erupsi vesikuler yang terbatas pada dermatom yang diinervasi oleh serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensoris dari nervus cranialis. Herpes herpes disebabkan oleh virus varicella herpes . virus varicella herpes terdiri dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Herpes herpes adalah penyakit setempat yang terjadi terutama pada orang tua yang khas ditandai oleh adanya nyeri radikuler yang unilateral serta adanya erupsi vesikuler yang terbatas pada dermatom yang diinervasi oleh serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensoris dari nervus cranialis.</p>
<p>Herpes herpes disebabkan oleh virus varicella herpes . virus varicella herpes terdiri dari kapsid berbentuk ikosahedral dengan diameter 100 nm. <span id="more-227"></span>Kapsid tersusun atas 162 sub unit accelerator – virion yang lengkap dengan diameternya 150 – 200 nm, dan hanya virion yang terselubung yang bersifat infeksius. Infeksiositas virus ini dengan cepat dihancurkan oleh bahan organic , deterjen, enzim proteolitik, panas dan suasana Ph yang tinggi. Masa inkubasinya 14 – 21 hari.</p>
<p>Faktor Resiko<br />
1.	Usia lebih dari 50 tahun, infeksi ini sering terjadi pada usia ini akibat daya tahan tubuhnya melemah. Makin tua usia penderita herpes herpes makin tinggi pula resiko terserang nyeri.<br />
2.	Orang yang mengalami penurunan kekebalan (immunocompromised) seperti HIV dan leukimia. Adanya lesi pada ODHA merupakan manifestasi pertama dari immunocompromised.<br />
3.	Orang dengan terapi radiasi dan kemoterapi.<br />
4.	Orang dengan transplantasi organ mayor seperti transplantasi sumsum tulang.</p>
<p>Factor pencetus kambuhnya herpes :<br />
1. Trauma / luka<br />
2. Demam<br />
3. Gangguan pencernaan<br />
4. Sinar Ultraviolet<br />
5. Stress<br />
6. Kelelahan<br />
7. Alkohol<br />
8. Obat-obatan<br />
9. Haid</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2010/02/herpes-zoster.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menangani Cacar Air pada Anak</title>
		<link>http://www.lenterabiru.com/2009/10/menangani-cacar-air-pada-anak.htm</link>
		<comments>http://www.lenterabiru.com/2009/10/menangani-cacar-air-pada-anak.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[askep cacar air pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan keperawatan pada anak dengan cacar air]]></category>
		<category><![CDATA[bintik bintik merah pd balita sakit panas]]></category>
		<category><![CDATA[bintik merah]]></category>
		<category><![CDATA[bintik merah di seluruh badan dan gatal]]></category>
		<category><![CDATA[cacar air]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengurangi rasa gatal pada cacar air?]]></category>
		<category><![CDATA[cara penanganan cacar]]></category>
		<category><![CDATA[gatal]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[obat, gejala, ciri-ciri cacar air]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan penyakit cacar]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[penularan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit cacar pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[varicella zoster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lenterabiru.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Anak yang terkena penyakit cacar air pasti merasa tersiksa karena seluruh tubuh terasa gatal dan biasanya dilarang bermain dengan teman-temannya. Lalu bagaimana menangani anak yang terkena cacar air agar tidak menulari yang lain? Penyakit cacar air adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus Varicella zoster. Biasanya anak yang terkena cacar air harus beristirahat total setidaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak yang terkena penyakit cacar air pasti merasa tersiksa karena seluruh tubuh terasa gatal dan biasanya dilarang bermain dengan teman-temannya. Lalu bagaimana menangani anak yang terkena cacar air agar tidak menulari yang lain?</p>
<p>Penyakit cacar air adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus Varicella zoster. Biasanya anak yang terkena cacar air harus beristirahat total setidaknya 7 sampai 10 hari. Jika sedang sakit cacar air tubuh akan merasa panas <span id="more-102"></span> dan diikuti oleh hidung yang ingusan.</p>
<p>Anak yang mengalami cacar air biasanya terdapat ruam yang dimulai dengan titik merah lalu menjadi seperti bisul dan bintik merah ini akan bertambah banyak pada hari berikutnya. Bintik-bintik merah ini bisa saja berada di bagian mulut sehingga membuat nafsu makan berkurang, menyebabkan gatal yang membuat penderita ingin menggaruknya serta seringkali diikuti dengan badan meriang dan sakit kepala.</p>
<p>Cacar air merupakan penyakit menular dan biasanya baru akan terlihat setelah 13 hari sampai 17 hari saat orang tertular cacar air. Biasanya penularannya melalui udara saat penderita sedang batuk atau bersin atau bisa juga setelah bersentuhan dengan bintik yang berair tersebut. Namun jika seseorang terkena cacar air saat masih anak-anak, masa penyembuhannya relatif lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa.</p>
<p>Jika salah satu anak Anda terkena cacar air sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini, seperti dikutip dari Kidshealth, Senin (19/10/2009), yaitu:</p>
<p>   1. Sebaiknya tetap berada di rumah dan jangan pergi ke sekolah dahulu selama 5 hari setelah muncul bintik pertama.<br />
   2. Usahakan mengonsumsi air yang banyak terutama air dingin.<br />
   3. Jika terdapat bintik di daerah mulut, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi es krim atau jeli.<br />
   4. Oleskan minyak atau krim yang dapat mengurangi rasa panas serta gatal, sehingga anak tidak mencoba untuk menggaruknya karena bisa bertambah parah dan menimbulkan bekas jika bintik tersebut digaruk.<br />
   5. Jika bintik tersebut sangat gatal dan membuat anak tidak bisa tidur, mintalah dokter untuk memberikan obat anti-histamin untuk membantu mengurangi rasa gatal.</p>
<p>Hal terpenting yang harus dilakukan adalah sebisa mungkin mencegah anak menggaruk bintik tersebut dengan jarinya, karena bisa membuat bintik menjalar semakin banyak sehingga memperlama proses penyembuhannya. Serta usahakan jangan terlalu dekat dengan adik atau kakaknya, agar cacar air tersebut tidak menulari keduanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lenterabiru.com/2009/10/menangani-cacar-air-pada-anak.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 3/21 queries in 0.030 seconds using disk: basic
Object Caching 414/467 objects using disk: basic

Served from: www.lenterabiru.com @ 2012-02-10 19:04:19 -->
